The Future Knight

The Future Knight
Chapter 19 : pertarungan di mulai


__ADS_3

Jozen mulai menceritakan masa lalunya yang terkait dengan Guild Conqueror, dan semua orang duduk dengan antusias untuk mendengarkan.


"Ketika aku bergabung dengan guild itu, aku baru berumur 25 tahun, dan Don Esteban, yang kemudian menjadi kapten, berumur 30 tahun," kata Jozen. "Kami berdua memiliki julukan di kapal, yaitu Sayap Sang Kapten, karena kami sering bekerja sama dalam banyak hal."


Jozen melanjutkan ceritanya, menceritakan tentang perjalanan mereka menuju sebuah tempat yang sudah hancur akibat serangan iblis. Saat di sana, mereka bertemu dengan seorang anak kecil yang berumur 5 tahun. Kapten Valiant melihat potensi besar pada anak tersebut dan memutuskan untuk merawatnya. Anak itu diberi nama Julian dan menjadi bagian dari guild.


"Namun," lanjut Jozen, "pada saat perjalanan terakhir kami, kami menemukan lokasi Nirvana, tetapi perjalanan ke sana sangatlah sulit dan akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkannya. Kapten Valiant kemudian memutuskan untuk membubarkan guild ini."


beberapa hari setelah itu, Kapten Valiant tiba-tiba menghilang dan kemudian diketahui telah mati dalam pertarungan melawan Sang Raja Iblis, Urizen. Dia pergi diam-diam ke tempat yang disebut Lembah Iblis, karena dia tidak ingin melibatkan anggotanya dalam pertarungan itu. Pertarungan itu berlangsung selama 11 hari, dan akhirnya mereka menerima kenyataan yang pahit, meskipun merasa bersalah.


Cerita Jozen tentang Guild Conqueror membuka lembaran masa lalu yang terlupakan, dan semua anggota The Falcon mendengarkan dengan hati yang berat. Mereka mulai memahami betapa beratnya pengorbanan yang pernah dilakukan oleh guild tersebut, dan bagaimana cerita ini mungkin terkait dengan misi mereka yang sekarang.


Jozen melanjutkan ceritanya tentang Guild Conqueror, "Setelah kejadian itu, semua anggota guild memutuskan untuk berpisah dan menjalani hidup masing-masing. Kami tidak pernah bertemu lagi sejak saat itu."


Dia melanjutkan, "Julian, anak kecil yang ditemui Kapten Valiant dan yang dianggap memiliki potensi besar, tampaknya ingin mewujudkan ambisi Kapten Valiant. Sekarang, dia adalah pemimpin dari guild yang disebut Snake Snakey."

__ADS_1


Yin bertanya dengan rasa ingin tahu, "Kemana perginya Guild Snake Snakey?"


Jozen menjawab dengan serius, "Mereka masih ada, Yin. Mereka hanya menyembunyikan keberadaan mereka. Ada masa di mana mereka akan menunjukkan diri mereka kembali, dan saat itu tiba, dunia akan dihebohkan oleh kemunculan mereka."


Jozen melanjutkan dengan pernyataan yang lebih mengkhawatirkan, "Bukan hanya itu, para bawahan Urizen, Seven Deadly Sins, dan Trinity Seven juga akan segera bergerak."


Yin dan anggota The Falcon merasa kagum, tetapi juga semakin sadar bahwa keberadaan Guild Snake Snakey tampaknya sangat berbahaya bagi para iblis. Ancaman yang disebutkan oleh Jozen mengingatkan mereka bahwa mereka sedang terlibat dalam konflik yang jauh lebih besar daripada yang mereka perkirakan awalnya.


Tiba-tiba, Jozen merasakan aura sihir yang sangat kuat dan jahat, hingga membuatnya tersenyum dengan nada gugup. Dia berkata, "Yang benar nih!? Baru saja dibicarakan!"


Yin bertanya dengan kebingungan, "Ada apa?"


Muncullah Zeldris dengan tatapan dinginnya yang mematikan. Jozen tersenyum dan berkata, "Sudah lama sekali aku tidak bertarung!"


Namun, Yin dan anggota The Falcon masih belum siap untuk menghadapi Zeldris yang kuat ini, jadi mereka berusaha melarikan diri. Namun, saat mereka ingin lari, jalan mereka tiba-tiba dihalangi oleh seseorang.

__ADS_1


Jozen dengan cepat menghentikan waktu dan menendang orang tersebut, menghentikan pergerakan mereka. Dia menyadari bahwa situasinya jauh lebih berbahaya daripada yang mereka perkirakan. "Ini jauh lebih merepotkan," ucap Jozen, "bisa-bisa seluruh anggota Trinity Seven ada di sini!"


Seseorang yang menghalangi mereka ternyata adalah salah satu anggota Trinity Seven, Electra. Dia memegang tombak petir dengan pandangan tajam. Zangrid dengan berani maju ke depan dan mengajak pertarungan.


"Kemari lah!" ucap Zangrid dengan tekadnya.


Electra dan Zangrid terlibat dalam pertarungan yang sengit. Tombak petir Electra memancarkan serangan-serangan mematikan, dan Zangrid berusaha sekuat tenaga untuk menghadapinya. Namun, Electra tampaknya lebih unggul dalam pertarungan ini, dan dia bahkan berhasil membuat Zangrid terhempas oleh serangannya yang kuat.


Di belakang Kai Lang, tiba-tiba muncul makhluk berbentuk lendir yang besar, yang disebut Gum. Gum dengan cepat menangkap Kai Lang yang lengah dan melemparkannya ke bangunan dengan kekuatannya. Kai Lang dengan gigih berdiri kembali dan membalas dengan melemparkan topinya ke arah Gum. Sisi tajam dari topi tersebut berhasil mengenai Gum, tetapi mereka menyadari bahwa Gum memiliki kemampuan regenerasi yang membuatnya sulit dikalahkan.


Kai Lang dengan perasaan terkejut berkata, "Aku tidak pernah bertemu makhluk seperti mu sebelumnya!"


Shiro Lin langsung membantu Kai Lang dengan mengeluarkan sihir esnya. Dia membekukan Gum dengan cepat dan menciptakan sebuah tombak es yang menusuk Gum. Namun, pada saat yang sama, Shiro Lin hampir terkena serangan dari seseorang yang menggunakan sihir lava.


Shiro Lin terlibat dalam pertarungan sengit melawan pengguna sihir lava yang bernama Gracia. Mereka beradu kekuatan antara sihir es dan sihir lava, menciptakan pertempuran yang sangat mematikan.

__ADS_1


Di sisi lain, Yin tiba-tiba berhadapan dengan saudaranya, Arlott. Yin terkejut dan bertanya, "Sejak kapan kau di sini!?"


Arlott, dengan tatapan yang dingin, menjawab, "Kau tidak perlu tahu, bukan!?" Yin harus segera berhadapan dengan saudaranya sendiri, dan pertarungan ini membawa banyak perasaan campur aduk.


__ADS_2