The Future Knight

The Future Knight
Chapter 6 : perlawanan kepada pasukan marshall


__ADS_3

Vanessa terus dikejar oleh para penjaga bermotor, tetapi dia dengan cepat memanfaatkan sihir akarnya untuk menyerang mereka, membuat mereka terkejut dan terpental.


Vanessa (dengan keberanian): "Kalian tidak bisa mengejar aku begitu saja!"


Di sisi lain, Yin masih bertarung dengan pria berambut jabrik yang akhirnya memperkenalkan dirinya.


Aria (dengan hormat): "Aku adalah Aria, seorang ksatria dari negeri Vulture."


Yin pun memuji cara bertarung Aria, mengakui kekuatannya.


Yin (menghormati): "Kau benar-benar tangguh, Aria. Aku senang bisa bertemu dengan ksatria sehebat ini."


Mereka pun mulai saling memuji satu sama lain, membentuk ikatan saat mereka terlibat dalam pertarungan sengit.


Sementara itu, Zangrid telah berhasil merusak motor wanita tomboy tersebut dengan pedangnya, membuatnya sangat marah.


Zangrid (tangguh): "Kau bisa membeli motor baru nanti, tapi aku tidak akan membiarkanmu mengganggu kami!"


Wanita tomboy itu menangis karena motor kesayangannya hancur, dan Zangrid hanya bisa memberi tahu dia agar membeli yang baru.


Aria memutuskan untuk menghentikan para penjaganya dengan menelepon mereka, mengatakan bahwa mereka adalah temannya, dan pengejaran dihentikan.


Aria (ramah): "Baiklah, kalian boleh pulang, Mereka adalah temanku."


Riley, wanita tomboy yang mengendarai motor, memperkenalkan dirinya dengan rasa sakit hati karena motornya hancur.


Riley (dengan marah dan imut): "Aku adalah Riley, dan aku akan membalaskan dendam atas motorku yang hancur!"


Zangrid dengan keras menanggapi, memukul kepala Riley hingga dia pingsan.


Karakter Zangrid (tangguh): "Jangan tunjukkan wajah bodoh itu padaku."


Yin yang berlarian di atas atap rumah akhirnya melihat Zangrid bersama Riley.


Yin (memerintah): "Zangrid, ikuti aku. Kita akan menuju ke rumah sang ksatria magnet."


Zangrid setuju dan menggendong Riley, sementara Vanessa tiba.


Vanessa (bersahabat): "Kamu tidak perlu mencariku. Ayo, kita harus mengikuti Yin."

__ADS_1


Mereka berdua kemudian mengikuti Yin untuk mengejar misi mereka.


Mereka akhirnya tiba di markas Aria, sebuah tempat yang tak terlalu besar, namun juga tak terlalu kecil. Di dalamnya, terdapat berbagai figur robot, alat-alat seperti gear, serta banyak barang dari besi yang tersusun rapi.


Aria (ramah): "Anggap saja ini rumahmu sendiri."


Yin tak bisa menyembunyikan kagumnya terhadap banyaknya barang besi di sini.


Yin (tanya-tanya): "Banyak sekali barang besi di sini, ya?"


Aria menjelaskan bahwa barang-barang tersebut sering digunakan untuk latihan. Mereka lalu menjelaskan alasan kedatangan mereka.


Yin (bertanya): "Jadi, negeri ini sepertinya aman dari ancaman iblis?"


Aria memberi tahu mereka bahwa meskipun negeri ini tampak tenang, sebenarnya negeri ini telah dijajah oleh Marshall, seorang pengguna Buah Iblis Siluman Harimau.


Aria (serius): "Namun, jangan meremehkan Marshall. Dia sangat kuat."


Yin dan timnya menyadari bahwa misi mereka akan jauh lebih sulit daripada yang mereka perkirakan, dan mereka harus tetap waspada.


Zangrid datang dengan Riley yang masih tidak sadarkan diri. Dia meletakkan Riley dengan lembut di sebuah kasur yang tersedia di samping Aria.


Yin (meminta cerita): "Aria, bisakah kau menceritakan bagaimana awal penjajahan Marshall di negeri ini?"


Aria (serius): "Marshall tidak hanya kuat dalam pertarungan, tetapi dia juga cerdik dan tahu bagaimana memanipulasi orang-orang."


Yin dan timnya mendengarkan cerita Aria dengan serius, semakin menyadari betapa pentingnya misi mereka untuk menghentikan Marshall dan mengembalikan kedamaian ke negeri ini.


Yin mendengar penjelasan Aria dengan perasaan iba yang mendalam. Itu membuatnya semakin yakin bahwa tugas mereka untuk mengalahkan Marshall dan mengembalikan perdamaian sangat penting.


Yin: "Dengan kemampuan sihirmu yang luar biasa, mengapa kamu belum mencoba melawan Marshall?"


Aria: "Jika ibuku tidak ditangkap, aku mungkin sudah melawannya sejak dulu, tapi saat ini, aku terjebak dan harus tunduk pada perintah Marshall"


Yin (penuh empati): "Aku sangat menyesal mendengar itu, Aria. Kami akan berusaha keras untuk membantu mengakhiri penjajahan ini dan membebaskan ibumu."


Aria mengangguk dengan tulus, menghargai dukungan yang diberikan oleh Yin dan timnya. Mereka semua merasa semakin termotivasi untuk melanjutkan misi mereka untuk menghentikan Marshall dan mengembalikan kedamaian ke negeri ini.


tiba tiba ada suara kekacauan yang terjadi di luar lalu yin,aria, dan zangrid pun keluar untuk memeriksa nya

__ADS_1


Yin: (mengerutkan kening) "Kita harus melihat apa yang sedang terjadi di luar sana."


Mereka bergerak menuju sumber kegaduhan dan tiba-tiba melihat pasukan Marshall yang sedang membuat kekacauan. Pasukan tersebut mengambil harta-harta dari para warga desa.


Aria: (dengan rasa kesal) "Ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut."


Aria tanpa sadar menggenggam tangannya dengan erat, dan tiba-tiba, Yin dan Zangrid menghilang, kemudian muncul di depan para pasukan Marshall yang sedang berulah.


Zangrid: (dengan tegas) "Ayo maju, Kapten!"


Yin menganggukkan kepala, wajahnya penuh dengan tekad yang tak tergoyahkan.


Yin: "Kita tidak akan membiarkan mereka merampok dan mengganggu warga kota ini."


Mereka berdua berlari menuju pasukan Marshall dengan pandangan yang tidak takut, siap untuk melawan demi melindungi kota tersebut.


Aria merasa tak tahan melihat pasukan Marshall merampok dan mengganggu warga desa. Dia merasa sudah waktunya untuk ikut bertarung demi negerinya. Dengan tekad yang kuat, dia menggunakan sihir magnetnya, menarik beberapa besi dari markasnya, dan membentuk tangan besi yang sangat besar.


Aria: (dengan penuh semangat) "Saatnya melawan mereka! Ex Hand!"


Aria langsung meninju ke tanah, menciptakan getaran kuat yang menghasilkan gelombang kejut. Para pasukan Marshall terpental dan terjatuh ke tanah.


Yin: (mengagumi Aria) "Bagus sekali, Aria!"


Zangrid: (dengan senyuman) "Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengusir mereka dari desa ini!"


Mereka bertiga bergerak bersama, menghadapi pasukan Marshall dengan keberanian yang membara dalam hati mereka.


Para pasukan Marshall berhasil dikalahkan oleh upaya heroik Yin, Aria, dan Zangrid. Para warga kota yang terkejut melihat aksi mereka bersorak-sorai dan bersyukur.


Yin menarik kerah baju salah satu pasukan Marshall yang terkapar.


Yin: (dengan nada sombong) "Mereka tidak sekuat yang aku kira."


Zangrid memasukkan pedangnya ke sarungnya dengan senyuman.


Zangrid: "Tentu saja, kita belum melawan para anggota yang kuat mereka."


Namun, seorang pasukan Marshall bernama Edward melihat Aria memberontak dan dengan cepat mencoba menelepon Marshall untuk meminta bantuan. Namun, Aria dengan cepat menghentikannya dengan cara yang tegas.

__ADS_1


Aria: (sambil menghajar Edward) "berisik !"


Edward terjatuh dengan pukulan dari Aria. Mereka berempat kembali ke markas marshall untuk beristirahat setelah semua nya selesai.


__ADS_2