The Future Knight

The Future Knight
Chapter 14 : kembalinya organisasi phantom


__ADS_3

Sera segera memberikan rencana mendebarkan untuk pertempuran mendatang. Dia ingin menargetkan salah satu anggota Kaisar Langit yang disebut Don Voltaire. Keputusannya itu membuat semua orang terkejut, mengingat Kaisar Langit adalah ksatria berpotensi besar yang umumnya dilihat sebagai pelindung dunia.


Yin dengan serius bertanya, "Kamu tahu apa yang kamu usulkan? Melawan anggota Kaisar Langit akan membuat kita dianggap penjahat!"


Namun, Sera menjelaskan dengan serius, "aku mungkin tidak punya bukti pasti, tetapi aku yakin Don Voltaire bersekongkol dengan Gorak. Dia memiliki pabrik yang mengubah buah-buahan segar dengan memasukkan benih-benih dari Buah Iblis. Ini adalah ancaman nyata bagi kita semua, Yin."


Semua anggota The Falcon mulai berpikir lebih dalam tentang rencana ini. Menghadapi anggota Kaisar Langit bukanlah tugas yang mudah, tetapi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh pabrik tersebut harus dihentikan. Sera telah meyakinkan mereka untuk menjalankan misi ini demi keselamatan dunia. 


Saat Yin bertanya tentang kekuatan sihir Don Voltaire, Sera menjawab dengan penuh perhatian, "Sihirnya menggunakan benang sekuat baja yang dilapisi oleh ki yang jauh lebih kuat. Itu membuatnya sangat berbahaya."


Semua anggota The Falcon merasa tertekan dengan kekuatan Don Voltaire yang begitu luar biasa. Yin, sambil menahan emosinya, memperingatkan, "Aku tahu Don Voltaire adalah ancaman serius, tapi kita perlu waktu untuk mempersiapkan diri. Ini bukan tugas yang mudah."


Sera mengangguk mengerti dan berkata, "Tentu, kita tidak boleh gegabah. Kami perlu merencanakan setiap langkah dengan baik jika ingin berhasil melawan Don Voltaire."


Rencana pun dimulai, dan mereka mulai merencanakan bagaimana cara menghadapi Don Voltaire yang memiliki sihir yang begitu kuat. Tantangan yang besar menunggu mereka, tetapi mereka berkomitmen untuk melindungi dunia dari bahaya pabrik Buah Iblis yang mengerikan itu


Malam pun tiba, dan semua anggota The Falcon beristirahat di padang rumput. Sera memutuskan untuk menginap di pesawat The Falcon. Yin, yang tidak bisa tidur, mendekati Sera dan bertanya, "Kemana anggota timmu yang lain?"


Sera menjawab, "Aku terpisah dari mereka, tapi aku sudah tahu di mana mereka berada."


Saat malam berlanjut, anggota tim lainnya terlelap di kamar mereka di pesawat. Hanya Aurora yang masih terjaga, sibuk menulis jurnalnya. Sera, di sisi lain, duduk di luar pesawat, menatap bulan dengan pedangnya di pangkuannya.


Yin mendekati Sera dan duduk di sebelahnya. Dia bertanya dengan serius, "Kau sudah siap untuk menghadapi risikonya, bukan? Melawan Kaisar Langit?"


Sera menjawab tanpa ragu, "Ya, mungkin kita akan menjadi buronan untuk sementara waktu, tetapi ini adalah langkah yang harus kita ambil. Kita tidak bisa membiarkan pabrik Buah Iblis itu terus beroperasi. Selain itu, kita harus menyelamatkan negeri Shen."


Mereka berdua duduk di bawah langit malam yang tenang, penuh tekad untuk melanjutkan perjuangan mereka melawan Kaisar Langit Don Voltaire, meskipun tahu bahwa bahaya besar menunggu di depan.


Sera memberitahu Yin dengan serius, "Yin, saat ini Don Voltaire memimpin negara Rosavista. Dia telah membangun kepercayaan rakyatnya, dan memiliki 8 bawahan yang sangat kuat. Jika kita menyerangnya, tidak hanya kita akan dianggap penjahat oleh mereka, tetapi juga akan berhadapan dengan pasukan Rosavista yang setia kepadanya."

__ADS_1


Yin mengangguk, menyadari betapa rumitnya situasi ini. Melawan Kaisar Langit Don Voltaire tidak akan mudah, dan mereka harus berpikir dengan matang sebelum melangkah lebih jauh.


"Mari kita pikirkan rencana yang matang, Sera. Kita tidak boleh terburu-buru, dan kita harus mempertimbangkan langkah-langkah kita dengan hati-hati," ucap Yin dengan tekad.


Sera mengangguk, setuju dengan pendekatan yang lebih bijaksana. Mereka berdua tahu bahwa pertempuran melawan Kaisar Langit tidak hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga strategi dan kesabaran.


Keesokan harinya, anggota The Falcon melakukan berbagai aktivitasnya masing-masing. Smoke dan Zangrid pergi memancing ikan, seperti biasanya mereka berdebat dan berlomba untuk mendapatkan lebih banyak ikan. Aria berkonsentrasi memperbaiki Falcona, membuatnya lebih kuat. Vanessa dan Riley mencari buah-buahan di hutan, sementara Aurora masih tertidur pulas.


Yin dan Sera menggunakan waktu ini untuk berlatih. Sera memiliki sihir ruangan yang mempengaruhi pergerakan di dalamnya. Ketika Yin memasuki area ruangan sihirnya, dia merasakan tubuhnya menjadi lebih lambat. Meskipun demikian, Yin tetap berusaha keras dan bahkan mengeluarkan jurus Act 2 setengah burung phoenix.


"Kekuatan sihir ruanganmu cukup impresif, Sera!" ucap Yin.


Sera tersenyum, "Ini hanya permulaan, Yin."


Mereka berdua bertarung dengan semangat untuk mempersiapkan diri menghadapi Don Voltaire dan rencana mereka untuk menggulingkannya.


Setelah latihan yang intens, yin dan sera memutuskan untuk beristirahat sejenak, begitu pula dengan anggota yang lain. Smoke dan Zangrid pulang dengan hasil tangkapan yang sangat besar, ikan-ikan raksasa. Semua anggota tercengang melihat ikan-iakan itu.


Zangrid dan Smoke menjawab bersamaan, "Kami tidak memancing, kami menyebur ke sungai dan menghajar ikan-ikan itu."


sore pun tiba dan mereka semua bersiap untuk memasak ikan-ikan tersebut, tetapi tiba-tiba seorang kakek berotot muncul, mengenakan jubah putih. Dia bertanya tentang keberadaan Yin, dan ketika Yin menjawab, kakek itu dengan cepat menghantam kepalanya hingga membuat lubang besar. Semua anggota The Falcon bersiap-siap dalam kewaspadaan.


Yin, yang terkejut, bertanya, "Kakek, apa yang kau lakukan di sini?"


Semua anggota berseru, "Kakek!"


Ternyata kakek misterius itu adalah Kakek Vikor, menteri sihir nomor 2 dan memiliki julukan "Ironclad General Viktor," sekaligus kakek kandung Yin.


Kakek Viktor tertawa gembira dan membantu Yin bangun, memecahkan ketegangan di antara mereka. "Bisakah kakek datang dengan santai?" kata Zangrid dengan nada canda.

__ADS_1


Kakek Yin tertawa, "Tentu saja, agar terlihat keren saja." Semua anggota The Falcon pun lega melihat bahwa pertemuan ini hanya reuni keluarga yang tak terduga.


Mereka semua duduk di sekitar api unggun, menikmati ikan hasil tangkapan Smoke dan Zangrid. Kakek Yin bertanya, "Hei, Yin, apakah kau sudah melihat ayahmu?"


Yin terkejut oleh pertanyaan ini dan menjawab, "Apakah aku punya ayah? Setahu aku, aku hanya diurus oleh ibu dan kakek."


Kakeknya tersenyum dan berkata, "Katanya dia bertemu denganmu di desa Milis. Nama ayahmu adalah Sparda."


Semua orang di sekitar api unggun terkejut mendengar nama "Sparda."


Kakek Yin menjelaskan lebih lanjut bahwa ayah Yin adalah pemimpin dari organisasi The Demonbane Order, sebuah kelompok yang bertujuan untuk menumbangkan iblis. Namun, mereka terkenal karena bertarung secara bebas dan sering tidak mematuhi peraturan atau perintah.


Yin bertanya, "Kenapa kakek tidak menghentikannya?"


Kakeknya menjawab dengan tulus, "Ayahmu itu sama seperti kamu, keras kepala. Bahkan aku sering mendapatkan teguran dari atasanku karena perbuatannya. Dia hanya memiliki satu tujuan, yaitu mengalahkan Raja Iblis Urizen."


Semua anggota Yin mulai memahami dari mana Yin mendapatkan sifat keberaniannya dan keinginannya untuk melawan kekuatan jahat. Keluarganya terbukti kuat dan penuh semangat.


Kakek Yin memberikan peringatan kepada Yin dan Sera. Dia menyampaikan bahwa Don Voltaire, yang sekarang memimpin negara Rosavista dan merupakan Kaisar Langit ke-4, sudah mencapai tingkat sihir tertinggi atau awakening. Dia menyarankan agar mereka tidak gegabah dalam menghadapinya dan lebih baik mengasah kemampuan mereka terlebih dahulu.


Sera kemudian bertanya kepada Kakek Yin mengenai aliansi mereka dan mengapa para menteri sihir tidak bergerak lebih awal. Kakek Yin menjelaskan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk merencanakan penangkapan Don Voltaire dan bahwa mereka memiliki rencana dan prinsip keadilan mereka sendiri.


Keesokan harinya, Kakek Yin berpamitan kepada Yin dan anggotanya. Dia meminta Yin untuk menjaga dirinya dan tidak merepotkan anggotanya. Yin memastikan bahwa dia sudah cukup kuat dan siap menghadapi tantangan di depan, termasuk pertemuannya dengan kakaknya yang menjadi bagian dari aliansi musuh. Kakek Yin akhirnya berpisah dengan anggota The Falcon dan meninggalkan mereka dengan pesan terakhir.


Saat perjalanan menuju negara yang mereka tuju, anggota The Falcon menemukan sebuah burung pengantar koran. Mereka membaca koran tersebut dan terkejut saat mengetahui adanya pemberontakan di Ancient Island. Beberapa nama yang mereka kenal, seperti Fenrir, Jupeter, Reptile, Sanjuan, Mono, dan Quartz, tercantum dalam berita tersebut. Namun, yang paling mengejutkan adalah kemunculan Arlott.


Yin sangat marah melihat nama Arlott di koran tersebut. Dia tidak bisa menahan emosinya dan dengan marahnya, dia berteriak, "Arlott!"


Zangrid dengan penuh kebingungan bertanya kepada Yin, "Siapa Arlott? Apakah kau mengenalnya?" Yin yang masih penuh emosi menjawab dengan suara gemetar, "Dia adalah kakak kandungku."

__ADS_1


Semua anggota The Falcon terkejut mendengar pengakuan ini. Mereka bisa merasakan betapa besar perasaan Yin terhadap kakaknya yang sepertinya terlibat dalam pemberontakan di Ancient Island. Rasa ingin tahu mereka semakin mendalam, dan keinginan untuk mengungkap kebenaran semakin kuat.


__ADS_2