
Yin terhempas dengan keras dan tubuhnya membentur beberapa rumah di sekitarnya. Jurus Act 2-nya yang sebelumnya begitu kuat lenyap dengan cepat, membuatnya merasa sangat kewalahan. Semua anggota The Falcon juga berjuang keras melawan anggota Organisasi Phantom yang menggunakan jurus Devil Trigger.
Arlott, yang masih berada dalam wujud iblis Devil Trigger, mendekati Yin yang terguling. Sambil tersenyum sinis, Arlott berkata, "Sebaiknya kau lihat situasi di kerajaan, Yin."
Arlott lalu membuka portal gelap yang melayang di udara, dan dengan cepat, ia dan anggota Organisasi Phantom yang lain menghilang, meninggalkan kerusakan yang besar di kerajaan.
Yin yang masih terhempas di tanah menghela nafas dalam-dalam. Mereka telah dikalahkan dan dihadapkan pada pertanyaan besar tentang bagaimana menghadapi Organisasi Phantom yang semakin kuat.
Yin berlari secepat yang dia bisa menuju kerajaan, hatinya berdebar-debar dengan kekhawatiran akan nasib Raja Cedric. Ketika dia akhirnya mencapai gerbang kerajaan, pemandangan mengerikan menantinya. Raja Cedric terbaring terluka parah, dan pedang besar menancap di sampingnya. Yin dengan cepat mendekati raja yang terluka, tetapi dia segera menyadari kehadiran seseorang yang berdiri di samping raja.
Seseorang itu adalah seorang pria yang misterius, Ryuji Chang. Dengan sorot mata yang dingin, Ryuji Chang menyapa Yin, "Halo, Sang Ksatria Bebas."
Yin yang sedang penuh dengan emosi dan kemarahan, berseru, "Siapa kau!?"
Ryuji Chang tersenyum dengan angkuh, sambil mengangkat pedang yang menancap di samping raja. "Namaku tidak penting. Yang penting adalah apa yang akan terjadi selanjutnya." Dengan itu, dia meraih jiwa Raja Cedric dengan kekuatan sihir yang mengerikan.
Yin berusaha menghentikan Ryuji Chang, tetapi dia terlambat. Jiwa sang raja diambil dengan cepat, dan Ryuji Chang menghilang begitu saja, meninggalkan Yin dengan pertanyaan besar dan rasa putus asa.
Dengan hati yang berat, Yin harus segera menghadapi kenyataan bahwa tugasnya untuk menyelamatkan kerajaan telah menjadi lebih sulit. Dia harus menemukan cara untuk menghadapi Ryuji Chang dan mengembalikan jiwa Raja Cedric sebelum semuanya terlambat.
Sang raja, terluka parah dan tak berdaya, berbicara kata-kata terakhirnya kepada Yin. "Jiwa yang sudah diambil tidak akan bisa dikembalikan. Sisanya, ku serahkan semua padamu," ucap sang raja dengan suara lemah.
Yin merasa shock dan terpukul oleh kenyataan ini. Rasanya seperti kegagalan besar karena tidak dapat melindungi sang raja dan kerajaan Crimsonreach. Tetapi, dia juga merasa bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan sang raja.
__ADS_1
Sang pendamping raja, Leon, datang dan memanggil para penjaga untuk membawa sang raja yang terluka. Sang raja pun meninggal pada hari itu, meninggalkan kerajaan dalam suasana berkabung.
Keesokan harinya, putri sang raja, Fidelya, yang berumur 20 tahun, dengan tegas berbicara kepada para masyarakat, "Negara Crimsonreach mulai sekarang sampai seterusnya akan dipimpin olehku." Para masyarakat memberikan restu mereka, dan Fidelya resmi menjadi pemimpin baru kerajaan.
Yin dan anggota The Falcon mulai merencanakan pergi dari negeri ini, merasa bahwa tugas mereka telah selesai. Masyarakat Crimsonreach sangat berterima kasih kepada Yin dan anggota guildnya karena telah berjuang keras melindungi negeri ini.
Namun, di sisi lain, Kai Lang dan Shiro Lin, yang telah membantu Yin dalam pertarungan melawan Organisasi Phantom, datang mendekati Yin. Mereka berkata dengan tekad, "Izinkan kami berdua bergabung denganmu. Kami harus mengejar mereka!" Yin tersenyum dan dengan hangat menyambut mereka untuk bergabung ke dalam Guild The Falcon Divisi 3.
Dengan kekuatan baru ini, Yin bersama dengan Kai Lang, Shiro Lin, dan anggota lainnya, bersiap untuk mengejar Ryuji Chang dan menghadapi Organisasi Phantom dengan tekad yang lebih kuat. Petualangan mereka yang penuh tantangan akan terus berlanjut.
Di tengah perjalanan mereka yang penuh dengan perasaan sedih dan penyesalan, anggota The Falcon menemukan sebuah koran yang tergeletak di jalan. Mereka mengambilnya dan terkejut melihat poster Ksatria dari Guild The Falcon yang terbaru.
Poster itu menampilkan Aria yang mengaktifkan Ex Hand-nya dengan penuh kekuatan, Vanessa dengan sihir bunga yang indah, Riley dengan senjatanya yang mempesona, Aurora yang tersenyum manis dengan kacamata khususnya, serta Kai Lang yang melempar topinya dengan gaya dan Shiro Lin yang menampilkan tangan kanannya yang terbuat dari es.
Namun, dalam momen yang sama, Sera mendekati Yin dan dengan serius berbicara, "yin kita harus segera menemukan anggota anggota ku, setelah itu kita akan melanjutkan rencana dari aliansi ini, sebelumnya aku telah menghubungi anggota ku mereka berada di pulau yang berjalan" ucap sera
"pulau berjalan ?" tanya yin yang kebingungan
"pulau pachydoma, sebuah pulau yang ada di atas cangkang penyu raksasa"
Yin mengangguk setuju, menyadari pentingnya untuk berkumpul kembali dengan anggota lain dari guild Sera. Dengan tekad yang lebih kuat, mereka mengambil keputusan untuk mencari anggota-anggota Sera di pulau pachydoma
Yin dan anggotanya memutuskan untuk pergi ke Pulau Pachydoma, yang terletak di atas cangkang penyu raksasa yang mengapung di lautan. Sera, yang memiliki pengetahuan tentang pulau ini, mengarahkan Aria, yang menjadi pilot kapal mereka, menuju pulau tersebut.
__ADS_1
Perjalanan mereka melalui lautan menuju Pulau Pachydoma berlangsung cukup lama, dan akhirnya, mereka tiba di lokasi tersebut. Namun, dari ketinggian di atas pulau, yang mereka lihat hanyalah pemandangan pulau yang tampak seperti pulau biasa, tanpa tanda-tanda keberadaan penyu raksasa yang legendaris.
Yin mengeluh, merasa sedikit kecewa oleh ketidakmunculan penyu raksasa yang mereka harapkan. Sera tersenyum dan memberikan kata-kata menenangkan, "Tenanglah, Yin. Nanti juga penyu raksasa itu akan muncul."
Mereka memutuskan untuk mendarat di pulau tersebut dan menjelajahinya dengan hati-hati, sambil tetap waspada terhadap ancaman apapun yang mungkin muncul. Meskipun belum ada tanda-tanda penyu raksasa.
Yin dan anggotanya akhirnya bertemu dengan suku yang mendiami Pulau Pachydoma, yang dikenal sebagai Pachydoma Mariners. Mereka disambut dengan ramah oleh suku ini, yang membawa mereka ke markas mereka.
Yin dan anggotanya sangat terkesan oleh keindahan pulau ini. Kediaman Pachydoma Mariners terletak di atas pohon-pohon yang tinggi dan indah, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Mereka merasa seperti berada di dunia yang benar-benar berbeda.
Sera, yang telah lama berpisah dengan anggota-anggotanya, akhirnya bertemu kembali dengan mereka. Anggota-anggota Sera sangat senang melihat kembalinya pemimpin mereka, dan mereka saling berpelukan dengan bahagia.
Kepala suku Pachydoma Mariners memberikan penjelasan kepada Sera, "Kami melihat teman-temanmu terdampar di pulau kami, dan kami segera menolong mereka." Sera merasa sangat bersyukur kepada suku ini atas bantuan mereka dalam menemukan anggota-anggotanya yang hilang.
Tiba-tiba, Pulau Pachydoma mulai bergetar dengan lembut, membuat Yin dan anggota-anggota lainnya merasa panik. Namun, kepala desa Pachydoma Mariners dengan tenang mencoba menenangkan mereka. Dia menjelaskan bahwa getaran ini disebabkan oleh turtolus, sang penyu raksasa yang menjadi tempat tinggal mereka, yang sedang bersiap untuk bergerak.
Yin, yang selalu penuh dengan semangat dan rasa penasaran, tidak bisa menahan diri. Dia memutuskan untuk pergi ke luar pulau dan melihat sendiri apa yang sedang terjadi. Begitu dia berada di luar, pemandangan yang luar biasa terungkap di hadapannya.
Di cakrawala, dia melihat kepala penyu yang sangat besar, dan baru sekarang dia menyadari bahwa pulau ini adalah cangkang dari penyu raksasa itu sendiri. Dalam momen yang menakjubkan, dia menyaksikan Pulau Pachydoma mulai bergerak dengan perlahan.
Semua anggota The Falcon yang lain juga keluar untuk menyaksikan keajaiban ini. Mereka merasa terpesona oleh kebesaran alam dan makhluk yang ada di hadapan mereka. Pulau yang mereka sebut rumah selama beberapa waktu ternyata adalah bagian dari perjalanan raksasa ini.
Getaran dan pergerakan pulau ini adalah pengalaman yang luar biasa dan memikat bagi mereka semua. Ini adalah pengingat akan betapa luasnya dunia.
__ADS_1