
Semua orang pun ramai-ramai berseru, seolah ucapan dari Roberto hanyalah angin lalu. Sementara itu Nathan hanya bisa diam. Apa yang bisa dilakukan Nathan selain diam? Dia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri. Lebih dari itu, Nathan pun sadar siapa dirinya. Jadi, masalah diselingkuhi dan dikhianati adalah hal yang sangat wajar bagi pecundang sepertinya.
Nathan menundukkan wajahnya, saat Alexa dan juga Zack masuk ke dalam kelas, tak disangka, kedua orang itu tampak tak berdosa melambai-lambaikan tangan mereka dengan kompak dan bahagia. Tapi sebelum keduanya berada di bangku mereka, tiba-tiba ….
Brak!!
Keduanya terjatuh dengan sempurna, padahal di depan mereka tidak ada kaki atau penghalang apa pun, keduanya langsung tersungkur dengan sempurna di lantai. Tawa itu terdengar jelas dari beberapa orang yang tidak suka kepada Zack dan juga Alexa, mereka langsung menuangkan semua rasa kesal yang ada dalam hati mereka, tak terkecuali dengan Roberto.
“Kasian kalian berdua! Bukankah kalian tidak berpikir jika itu karma? Ataukah kalian sudah buta? Oh ya, tentu saja kalian ini buta. Jangankan jalan mulus yang ada di depan kalian sampai membuat kalian jatuh terjungkal dengan sempurna. sahabat dan kekasih yang begitu tulus dan setia saja tega kalian khianati, dasar kalian, sudah buta tidak punya hati lagi, aku sangat miris dengan semua hal yang terjadi. Tidak pernah aku bayangkan bahkan sampai kapan pun juga, bagaimana bisa semuanya seperti ini. Saking tidak punya hatinya, bahkan kalian sendiri tidak bisa membedakan, mana yang pantas dihormati dan mana pula yang pantas disakiti, dan—“
“Roberto, diamlah. Biarkan mereka bahagia dengan cara mereka sendiri, anggap saja aku orang tidak beruntung di dunia ini, dalam permainan ini, dan di kehidupan ini. Jangan menyalahkan orang lain atas keterpurukan suatu takdir dariku, sebab takdir adalah ketentuan setiap individu, bukan masalah karena orang lain. bukankah seandainya aku tidak miskin dan seandainya saja aku terkenal maka Alex akan tetap bersamaku? Jadi berhentilah mengatakan hal seperti itu.”
__ADS_1
Roberto awalnya kesal, bagaimana tidak, ini adalah hal yang cukup membuat Roberto geram dengan Nathan. Seolah tidak mau dibela sama sekali, Nathan memang adalah manusia yang paling menyebalkan di dunia. Tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga, bagaimana bisa Nathan seperti itu. Selalu mengalah dan menganggap apa pun, bahkan jelas-jelas yang merupakan kesalahan orang lain pun dianggap salahnya. Ini adalah hal terbodoh yang pernah ada di dunia, ini adalah hal yang membuat Roberto merasa kesal berteman dengan Nathan.
“Terserah kamu saja, lelah mengurusi semua ucapanmu, Nathan. Kau selalu memposisikan dirimu seperti manusia yang paling hina di dunia, itulah kenapa semua orang suka sekali menghinamu. Apakah kau tidak merasa bersyukur telah dilahirkan dan diberi nyawa oleh Tuhan? Sehingga rasa syukur dengan sedikit saja menjaga kebahagiaanmu sendiri, sedikit saja menjadi egois, dan sedikit saja bisa melindungi dirimu sendiri tidak bisa? Apa yang bisa kamu lakukan? Apa yang bisa kamu lakukan? ataukah kamu memang tak bisa apa-apa? Jika seperti ini terus, aku berharap kau bisa seperti spiderman. Di mana karena tanpa sengaja digigit laba-laba kau bisa menjadi kuat dan menolong banyak orang, agar setidaknya kau berhenti untuk bertingkah cupu!” kesal Roberto. Dia bahkan langsung memalingkan wajahnya dari Nathan, dan Nathan hanya bisa menahan napasnya dengan sempurna. Jujur, ini sulit, Nathan sendiri tidak pernah menyangka bagian tersulit di dunia ini telah ia rasakan dengan nyata. dia sama sekali tidak menyangka, jika dunianya akan hancur seperti ini dengan sempurna.
Tanpa sadar Nathan memandang Maria, wanita cantik itu tersenyum kepadanya dan hal itu cukup membuat Nathan kaget juga.
“Apakah kau benar-benar tidak ingin balas dendam dengan sahabat dan kekasihmu itu? jika kau mau, aku bisa melakukannya untukmu, Nathan. Mereka berhak mendapatkan itu, mereka adalah orang jahat,”
Telinga Nathan berdengung dengan sempurna, rasa sakit terasa begitu nyata. Nathan langsung memegangi kedua telinganya. Matanya terkesiap melihat pada Maria. Bagaimana bisa? Ya … bagaimana bisa, wanita itu diam, bahkan bibirnya terkatup rapat tapi suaranya mampu didengar oleh Nathan. Rasa ketakutan kembali merajai Nathan. Dia membuka telapak tangannya, darah segar tampak nyata di sana. Pupil Nathan mengecil dengan sempurna, Roberto yang melirik Nathan pun ikut memekik kaget dengan nyata.
Nathan tak mengatakan apa pun, dia memandang Maria dengan ketakutan. Tanpa mengatakan apa-apa, Nathan pun langsung berlari keluar dengan sempurna. dia berlari melewati lorong-lorong kampus, dengan rasa ketakutan yang luar biasa, tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga, bagaimana bisa semuanya seperti ini? Nathan benar-benar tidak menyangka jika hidupnya akan kacau seperti ini.
__ADS_1
Langkah cepat Nathan terhenti dengan sempurna, saat dengan cara tak kasat mata Maria sudah berdiri di depannya. Wajah Nathan pucat pasi, dia sama sekali tidak tahu, bagaimana bisa wanita yang ada di depannya ini menerornya dengan begitu nyata.
“Maafkan aku! Apa salahku!” teriak Nathan. Memejamkan matanya dengan erat dengan kedua telapak tangannya disodorkan pada Maria, darah segar itu masih ada di sana, membuat Maria menelan ludahnya dengan susah.
Darah suci Nathan ….
“Bukankah malam itu aku tak menyakitimu? Bukankah malam itu aku hanya ingin menolongmu? Aku pikir kau adalah manusia, aku pikir kau butuh pertolongan. Niatku hanyalah menolongmu, dan itu tidak lebih! Maafkan aku jika mungkin apa yang aku lakukan membuatmu kesal! Maafkan aku jika aku mengusik rumahmu atau apa pun itu! demi Tuhan tidak ada niat tersembunyi sama sekali dariku, aku hanya benar-benar—“
“Siapa yang dendam kepadamu, Nathan,” ucapan Maria membuat Nathan terdiam. Pelan-pelan jemari Maria menyentuh telapak tangan Nathan, Maria terpejam dia seolah kembali ingat kejadian malam itu.
“A … apa maksudmu?” tanya Nathan setelah ia membuka matanya dengan sempurna. Napasnya terasa tersengal, dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi ini. Hal ini benar-benar merupakan kebimbangan yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun itu.
__ADS_1
Maria tampak tersenyum, kemudian dia memandang Nathan lagi. Entah kenapa darah Nathan berbeda dengan darah manusia pada umumnya. Bahkan darah Nathan, jauh berbeda dari darah manusia paling suci yang pernah dia tahu sekalipun.
“Aku tahu jika niatmu malam itu adalah menolongku. Bahkan, secara kamu tidak sengaja pun kau juga telah menyelamatkan nyawaku. Kita sudah terikat, Nathan, asal kau tahu itu. aku dan kamu, kita berdua sudah terikat. Darahmu telah mengikatku dan aku tidak akan pernah bisa jauh-jauh darimu. Itu adalah takdir yang sudah terhubung saat kau menolongku itu. aku harap kamu paham akan hal itu.”