
“Kau tahu, ini adalah hal yang paling sulit sekali, Roberto, jangan pernah paksa aku mengingat sesuatu yang enggan aku ingat sama sekali. Ini adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah ada di dunia ini, sebuah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. Aku merasa jika Alexa memang bukan takdirku, aku sudah tahu itu tapi kamu tidak perlu memperjelasnya, kan? Aku tidak mau mengatakan apa pun tentang hal itu, tapi aku ingin mengatakan hal lainnya yang lebih misterius lagi, dan—“
“Oh ya Tuhan, Nathan. Aku lupa memberitahukan kepadamu. Jika di sini ada kabar yang buruk tentang sahabatmu yang lain,”
“Apa?” tanya Nathan dengan bodohnya. Sesuatu yang buruk apa? Ini adalah hal yang cukup membuat Nathan penasaran bukan main. Tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun jug ajika semua ini adalah hal piling buruk yang tidak terpikirkan bahkan sampai kapan pun itu. “Aku sama sekali tidak tahu apa yang kamu ucapkan ini. sahabatku yang lain kenapa?” tanya Nathan dengan mimik wajah kesalnya. Roberto pun terkekeh juga mendengar hal yang ditanyakan oleh Nathan.
“Dia adalah Bobby, kau lupa akan sahabatmu yang lainnya itu?” tanya Roberto. Nathan pun terkekeh juga dengan sempurna, dia baru paham sekarang tentang apa yang dimaksud oleh Roberto. Ya, orang itu ternyata adalah Bobby.
“Apa? Kenapa dengan Bobby? Kenapa dia tidak mengatakan apa pun dan belum tampak sampai sekarang ini?” tanya Nathan kemudian.
__ADS_1
Roberto pun langsung memasang tampang seramnya, memandang Nathan dengan mata melotot dengan sempurna. Tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun itu, jika kejadian mengerikan ini akan terjadi terlebih sahabatnya.
“Kau ingat saat kita party terakhir kali kan? kita mabuk dan kita sama-sama pulang terlalu larut malam? Kau tahu tidak kalau sebenarnya di malam itu seharusnya kita telah terlalu melewati batasan yang seharusnya tidak tidak boleh melewatinya sama sekali. Sebuah mitos yang bahkan paling mecekam yang pernah ada di dunia ini. kau ingat ini, Nathan. Saat purnama merah, tidak ada yang boleh keluar rumah di atas jam delapan malam, semua lampu-lampu harus dimatikan dan pintu serta jendela rumah harus ditutup rapat-rapat. Jika mendengar suara ketukan pintu, suara langkah kaki, jeritan minta tolong bahkan sampai lolongan serigala pun, kita tidak bioleh sama sekali untuk keluar dan coba-coba mencarinya. Itu adalah pertanda bahaya, sebab ada eksitensi lain yang sedang bangkit saat malam purnama merah, dan dari semua eksistensi itu akan menggerogoti energy kita. kalau kita sial dalam hal ini, hal yang akan lebih parah dan mengerikan adalah, sosok mengerikan itu akan menangkap kita dan memakan kita, memasukkan kita ke dalam hutan larangan dan membuang bagian dari tubuh kita keesokan harinya di tengah jalan dan akan ditemukan oleh orang-orang dengan suara cekikikan yang paling mengerikan. Kita akan benar-benar musnah setelah itu,”
Nathan langsung mundur, dia langsung mengusap tengkuknya yang tiba-tiba meremang. Dia sama sekali tidak mau mengingat apa pun, tapi bagaimana bisa Roberto seolah mengingatkannya lagi pada kejadian saat itu? Sosok mengerikan yang bisa dikatakan oleh Nathan sebagai sosok manusia serigala, memiliki mata merah menyala dengan taring tajam pada giginya, liur menetes seolah merindukan mangsa, dengan bulu lebat yang paling mengerikan di seluruh dunia.
“Nath!”
“Kau telah mendengarkan ceritaku, kan?” tanya Roberto agaknya kesal. Nathan pun mengangguk dengan ragu.
__ADS_1
Sial! Nathan kembali mengingat wanita yang menemuinya tadi, dan entah kenapa Nathan kembali merasa ketakutan setengah mati.
“Ceritamu sungguh mengerikan, aku takut mendengarkannya, Roberto.”
“Namun, kau harus mendengarkannya dengan jelas, Nathan. Sebab ini berhubungan dengan Bobby,” ucap Roberto. Dan di sini, Nathan menjadi kaget. Apa yang dimaksud oleh Roberto? Bagaimana kisah mecekam ini memiliki hubungan dengan Bobby? Bahkan Nathan sadar dan ingat betul jika saat itu Bobby sudah masuk ke dalam rumah dan menutup pintu itu rapat-rapat dengan sempurna.
“Bagaimana bisa ada hubungannya dengan Bobby? Apa yang terjadi?” tanya Nathan setengah memaksa. Roberto pun langsung mengangkat kedua tangannya, dia kembali memandang Nathan kali ini dengan mimik wajah seramnya yang mengerikan itu.
“Ya, di malam itu ternyata, Nathan, Bobby belum pulang juga. dia berlari tertatih-tatih untuk bisa berada dalam rumahnya, dan dia terus mencoba untuk menundukkan wajahnya. Namun, kau tahu apa yang terjadi setelah ia bisa menggapai pintu rumahnya?”
__ADS_1
“Apa?” tanya Nathan yang sudah mulai ketakutan dan tegang.
“Bobby tidak sengaja melihat, Bobby tidak sengaja melihat bayangan hitam melintas melewati rumahnya, matanya merah menyala dengan bulu-bulu tebal di seluruh tubuhnya. Bobby langsung ketakutan saat itu, dia langsung pingsan dan sekarang dia sakit, dia dibawa ke rumah sakit. Karena terus mengigau meminta tolong dan menggigil ketakutan. Semua kabar ini sudah tersiarkan dengan sempurna, sebuah hal yang tidak terbayangkan oleh semua orang. Dan ini juga membuktikan kasak-kusuk kabar itu jika semuanya adalah nyata dan bukan hanya mitos belaka. Kawasan distrik rumah Bobby yang kebetulan itu adalah rumahmu juga, adalah kawasan distrik yang sekarang menjadi lingkaran hitam yang paling mengerikan. Kini para polisi hutan, dan beberapa relawan yang suka petualangan serta beberapa pemburu sedang bersiap untuk menyibak tabir dalam hutan larangan tersebut. Mereka tidak akan pulang sebelum memastikan jika hutan larangan itu aman. Lebih dari itu juga adalah, satu hal yang mungkin akan mereka lakukan. pemerintah berencana untuk menebang semua pohon di hutan itu dan akan membuka lahan, menjadikan hutan tersebut sebagai salah satu tempat wisata baru, ini tentu saja akan membuat distrik tempat Bobby tinggal akan ramai, dan juga akan menepis kabar seperti ini. Aku selalu berharap jika manusia serigala itu hanyalah sebuah mitos yang tidak akan pernah ada di dunia ini. Aku berharap jika semua yang ada dan terjadi selamanya juga tidak akan pernah ada lagi. Aku tidak mau kalau sampai terror-teror seperti ini akan datang lagi. Semua orang di sini tahu, dan kamu juga tahu kan kalau ini adalah zaman di mana masalah manusia serigala dan lain sebagainya juga bukanlah hal yang tidak terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. Kau sebagai mahasiswa yang pintar, aku harap kamu bisa untuk memotret semua kegiatan yang terjadi, laporkan sama seperti apa yang dilaporkan oleh semuanya. Kamu harus jadi reporter kampus yang baik, Nath. Lebih dari itu juga, aku penasaran apakah benar hutan larangan itu adalah istananya mereka?”