THE KING ALPHA : The Last Wolf.

THE KING ALPHA : The Last Wolf.
Rasa Penasaran Roberto.


__ADS_3

“Apakah kau dan gadis itu saling mengenal, Nath?” tanya Roberto yang agaknya sekarang dia sudah mulai paham kalau yang dilihat oleh wanita cantik itu adalah Nathan sedari tadi. “Kau tahu, aku tak pernah melihat ada gadis secantik dia. Bahkan kecantikannya bisa dikatakan seperti kecantikan yang tidak masuk akal. Wajahnya benar-benar sempurna, tampak seperti makhluk abadi. Wajahnya putih pucat dan sangat rapuh sekali. apakah benar tentang tebakanku ini, Nath?” tanya Roberto lagi.


Nathan yang sudah menunduk sambil menutupi wajahnya dengan buku itu pun tak mengatakan apa pun. alih-alih mengatakan tentang apa yang dipikirkan atau apa pun itu, Nathan lebih merasa ketakutan setengah mati dengan ini semuanya akan menjadi jauh mengerikan bahkan sampai kapan pun juga.


Nathan masih terdiam, hingga Roberto menyikut lengannya dengan sempurna. Ada apa ini? apa yang terjadi? kenapa Nathan tidak banyak bicara seperti tadi? Roberto tidak habis pikir dengan sikap sahabatnya, dia melirik Nathan wajahnya sudah pucat pasi, seperti orang yang sedang melihat hantu dan itu adalah hal yang bahkan paling mengerikan yang pernah ada di dunia ini. tidak terbayangkan, tidak terpikirkan bahkan sampai kapan pun juga. Ini adalah masalahnya, ini semua bukanlah hal yang baik bahkan sampai kapan pun juga.


“Kau kenapa? Apakah kau melihat hantu? Atau manusia serigala?”


“Kenapa kau selalu bertanya pertanyaan yang menyebalkan itu? jika kau ingin melihat apakah manusia serigala dan hantu ada, kenapa kau tidak datang saja ke hutan larangan? Kau benar-benar menyebalkan, aku kesal dan sebal dengan semua hal yang sudah kau ucapkan ini, Roberto. Tolong aku berhentilah membahas hal yang mengerikan dan biarkan aku hidup dengan damai. Sebab ini bukanlah hal yang akan baik bahkan sampai kapan pun juga dengan cara apa pun itu.”


Roberto pun terdiam, dia menghela napas panjangnya dengan sempurna. memang, Nathan ini adalah manusia yang paling membosankan di seluruh dunia. Pantas saja Alexa mengkhianatinya. Bagaimana tidak, bagaimana ada manusia seperti Nathan? Yang bahkan diajak membahas manusia serigala pun akan marah, beda seperti Bobby yang mungkin akan dikenal sebagai seseorang penakut. Tapi setidaknya, Bobby bukanlah benar-benar seorang penakut. Bobby masih mau diajak membahas manusia serigala dan lain sebagainya. Tidak seperti Nathan yang selalu mengabaikan cerita Roberto dan ini adalah hal yang benar-benar membuatku kesal setengah mati bahkan sampai kapan pun itu. Entah bagaimana, entah sampai kapan semuanya bukanlah hal yang akan baik dan akan baik-baik saja bahkan sampai kapan pun itu.


“Maaf, apakah kalian memiliki bullpen?”

__ADS_1


Tanya itu langsung membuat Robert pun mendongak dengan sempurna. semakin keras Robert menyikut lengan Nathan dan hal itu berhasil membuat Nathan marah besar.


“Kau ini kenapa!” marah Nathan. Sebuah amarah yang bahkan baru terdengar ini, sebuah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. bagaimana bisa Nathan marah dan seperti ini kepadanya? Sungguh sebuah hal yang tidak terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. Ini adalah masalahnya, ini adalah hal yang membuat Nathan kesal bukan main.


“D … dia … dia datang … dia datang,” kata Roberto dengan tergagap.


“Dia siapa? Setan sialan mana yang datang, Roberto?”


“Aku,”


“Aku Roberto, aku adalah Roberto!” kata Roberto, langsung berdiri dan menyodorkan tangannya kepada gadis tersebut. Nathan semakin kesal, andai bisa dia ingin menghilangkan Roberto dari dunia ini. bagaimana tidak, bagaimana bisa ada manusia sebodoh Roberto? Apakah dia tidak cukup bisa membedakan yang mana manusia dan yang mana manusia jadi-jadian?


“Aku pinjam bulpenmu, Nathan,” ucap gadis itu lagi. Mengabaikan Roberto, mengambil bullpen Nathan yang sedari tadi di atas meja, sambil menunduk gadis itu pun tersenyum, mendekati telinga Nathan. Hawa dingin entah kenapa langsung memeluk Nathan dengan erat, membuat bulu kudu Nathan meremang dengan sempurna, “aku manusia, kenapa kau setakut itu kepadaku?” kata gadis itu,

__ADS_1


Nathan pun langsung menoleh dengan sempurna, dia sama sekali tidak menyangka jika gadis itu bahkan seolah bisa membaca pikirannya. Sambil menelan ludahnya dengan susah, Nathan hanya bisa tersenyum kaku.


“Aku Roberto!” ucap Roberto seolah mengulang dan ingin didengarkan oleh gadis tersebut.


“Namaku adalah Maria. Senang berkenalan denganmu, Roberto,” jawab gadis yang ternyata namanya adalah Maria tersebut. Tersenyum manis kepada Roberto kemudian berjalan pergi. Sebelum dia benar-benar duduk, Maria kembali melirik Nathan, tersenyum manis kepada Nathan dengan sempurna.


Nathan yang diperlakukan seperti itu pun memilih memalingkan wajahnya. Entah setan, entah manusia serigala, atau bahkan manusia sekalipun Nathan tidak akan peduli. Dia sudah merasa hancur karena seorang wanita dan dia tidak mau mengenal wanita mana pun juga.


“Hey, Alexa dan Zack akan segera masuk kelas. Apakah kita perlu membuat sebuah perayaan kepada mereka? lihatlah, mereka adalah pasangan paling sempurna yang pernah ada di dunia ini! Zack adalah lelaki populer kampus dan Alexa adalah wanita populer di sini, aku yakin hubungan mereka akan langgeng sampai tua nanti!”


“Haruskan kita membuat perayaan?”


Mendengar hal itu, Nathan hanya bisa diam. Apa yang bisa dilakukan oleh Nathan, memang? membantah? Tentu saja tidak bisa. Siapa memang yang tidak tahu tentang sosok Zack itu sendiri. Seseorang kaya yang memiliki banyak kuasa, yang bahkan ditakuti oleh nyaris seluruh lapiran mahasiswa di kampus ini. sementara Nathan? Dia hanyalah mahasiswa yang tidak terkenal, mahasiswa yang tidak patut untuk diperhatikan bahkan sampai kapan pun itu. bahkan sepertinya, sebuah perebutan dan pengkhianatan bukanlah hal yang berat jika Zack yang melakukannya dan hal ini menjadi sebuah maklumat yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun itu.

__ADS_1


Sesak, itulah yang dirasakan oleh Nathan, dia sama sekali tidak menyangka jika hidupnya akan seperti ini. dipermainkan takdir dengan sangat nyata, terlebih takdir yang menyakitinya adalah sahabatnya sendiri. Sungguh, sebuah hal yang menjadi mimpi buruk untuk Nathan.


“Apakah kalian sudah gila? Bagaimana bisa, kalian membahas masalah pesta padahal kalian tahu sendiri jika Zack telah merebut Alexa dari tangan Nathan. Zack bukanlah orang baik, dia adalah lelaki yang berkhianat kepada sahabatnya. apakah kalian pikir jika manusia seperti itu patut untuk diberikan kejutan dan selamat? Apakah kalian gila? Hanya karena Zack kaya dan Nathan bukanlah mahasiswa populer di kampus, lantas kalian memandang sebelah mata Nathan? Kalian benar-benar manusia yang tidak pantas untuk diberi hati. Kalian benar-benar jahat sekali. aku tak menyangka jika ada teman seperti kalian yang tidak memiliki rasa simpati sama sekali!” amarah itu keluar dari mulut Roberto, memarahi semua teman-teman sekelasnya. Dia sama sekali tak habis pikir, bagaimana semua temannya cukup tak memiliki rasa toleransi kepada sahabatnya, Nathan.


__ADS_2