
Diam, itulah yang dilakukan oleh Ares sekarang, dia masih bisa merasakan aura lemah dari Maria yang tampak begitu ketakutan. Sejenak, Ares memejamkan matanya, mencoba menghubungkan kekuatannya dengan kejadian yang baru saja terjadi dari sisi Maria. Benar jika ada sosok manusia yang masuk ke dalam hutan akibat rasa penasaran dengan kelebatan bayangan hitam yang dibuat oleh dua manusia serigala yang ada di depannya itu. Namun, Ares juga tahu, jika masuknya pemuda itu ke dalam hutan adalah, karena suara teriakan dari Maria. Ya, Maria terluka, dan Maria meminta tolong, dia kesakitan tidak bisa kembali ke hutan Eterno. Menganggap Maria sebagai manusia pada umumnya, akhirnya pemuda itu mencoba menolong Maria. Dan benar saja, pertolongan itu dilakukan dengan cara tidak sengaja, luka yang dialami pemuda itu di lengannya membuat darah dari pemuda itu menetes, dan tanpa sengaja tetesan darah dari pemuda itu jatuh pada luka Maria, yang membuat luka Maria langsung sembuh begitu saja.
Hal ini sebenarnya cukup aneh bagi Ares, bagaimana tidak, sebuah hal yang cukup membingungkan sebarnya. Sebab Ares tahu lebih dari siapa pun, jika manusia serigala yang memiliki tingkat tertinggi sepertinya dan Maria, jika terluka hanya akan sembuh apabila mereka mendapatkan darah murni dari manusia, darah vampire berdarah murni, atau darah dari kalangannya sendiri. Dan selama ini ketika Maria terluka, hanya darah Areslah yang mampu menyembuhkan luka Maria, kini bagaimana bisa di dalam tubuh Maria telah mengalir darah sosok lain yang bukan dirinya.
Rahang Ares mengeras, bagaimana tidak … dalam masalah ini masalah tetesan darah dan siapa yang menyembuhkan siapa adalah hal sakral yang harus diperhitungkan. Bangsa manusia serigala adalah bangsa yang paling mengerti yang namanya ketergantungan juga berbalas budi, itu sebabnya dalam masalah pengobatan serta darah siapa yang mereka gunakan untuk ritual harus bisa dipikirkan secara matang dan tidak boleh asal. Sebab bukan sembarang orang yang mampu dan yang boleh untuk menyembuhkan bangsa mereka, terlebih untuk Ares dan juga Maria sendiri. Seperti ketergantungan, setengah memori menjadi saling berkaitan dan bahkan seolah memiliki sebuah ikatan itulah yang terjadi, dan Ares sama sekali tidak mau kalau darah murni dari manusia yang tak sengaja menolong Maria akan terus mengalir di dalam tubuh Maria hingga sampai kepada hati Maria. Sebab jika tidak, semua rencananya akan gagal semua.
“Kakak, semua yang dikatakan pemuda itu adalah dusta. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menghancurkan rencana mereka memancing korban yang akan disembahkan sekalipun, sungguh! Aku menangis kesakitan dan meminta tolong, tidak ada yang menolong hingga akhirnya ada manusia yang datang mendekatiku, dari sanalah manusia itu muncul, dan tiba-tiba aku merasa lukaku jadi sembuh secara tiba-tiba hanya karena tetesan darah manusia itu. Kemudian dua pemuda itu datang, mereka membuat pemuda itu ketakutan, jadi aku langsung menarik dua pemuda itu pergi dan masuk ke alam kita, karena aku tidak mau membuat manusia itu mengejar dan membuat semuanya menjadi lebih rumit. Jika manusia itu tahu jika di hutan larangan ada hutan lagi yang tak kasat mata sebagai rumah kita, maka kaum kita benar-benar akan musnah. Aku tidak mau kalau sampai hal itu terjadi, Kakak. Bukankah kau sendiri yang mengatakan kepadaku untuk hati-hati kepada manusia sebab mereka adalah makhluk yang jahat?”
__ADS_1
Ares langsung menggenggam pergelangan tangan Maria, kemudian keduanya langsung hilang tak kasat mata. Pergi entah kemana, dan hal itu berhasil membuat dua manusia serigala yang sedari tadi berlutut saling pandang. Malam bulan purnama merah akan segera berlalu, semua hal yang berkaitan dengan kekuatan mereka akan menghilang seiring berjalannya waktu. Penyempurnaan kekuatan sudah lewat begitu saja, hingga mereka harus menunggu malam bulan purnama merah selanjutnya. Sambil mengaum setelah keduanya berubah menjadi dua sosok serigala utuh bermata merah mereka pun berlari, menerobos hutan Eterno kemudian menghilang begitu saja dibalik lubang hitam yang seolah menjadi pembatas dunia mereka dengan dunia manusia.
*****
Pagi ini, seorang pemuda yang dari semalam terkapar di tengah hutan itu pun tampak mulai mengerjapkan matanya. Matahari sudah mulai tinggi dan mulai menembus celah-celah pohon di tengah hutan. Nathan tampak mngerutkan keningnya, pelan-pelan bulu mata hitamnya itu mulai bergerak-gerak gelisah, hingga kornea abu-abunya tampak dengan sempurna. Nathan menyipitkan matanya lagi, menutup pandangannya dengan tangan dari silaunya cahaya mentari. Hal ini sungguh membuat Nathan merasa kesal, hal ini cukup membuat Nathan merasa risih. Hingga akhirnya ….
Apa yang dilihat semalam? Sosok apa yang dilihat semalam? Apakah manusia serigala itu benar adanya? Dan … wanita itu, di mana gerangan wanita itu berada?
__ADS_1
Nathan langsung berdiri, sedikit terhuyung dia mencoba meraih keseimbangan dirinya, menebarkan pandangannya dengan sempurna, lalu dia meringis kesakitan.
“Auch!” keluhnya. Dia juga baru ingat jika lengannya terkoyak, bahkan sekarang luka sayatan di lengannya dipenuhi beberapa semut yang mulai tergoda dengan bau darah miliknya. Nathan menebas lengannya agar bersih, kemudian dia merobek ujung kemejanya dan mengikat lukanya agar tidak infeksi. Meski dia sendiri ragu apakah mungkin lukanya tidak infeksi setelah terasa nyerinya semakin menjadi. Sambil mengambil ranting yang cukup panjang, Nathan pun akhirnya menyusuri hutan di sekitarnya. Dia tidak berani untuk pergi jauh-jauh, sebab dia sendirian terlebih dia juga bukanlah seorang kesatria yang pemberani. Dia adalah lelaki penakut yang pernah ada di dunia ini.
“Nona, apakah kau masih ada di sini?” teriak Nathan. Berharap jika wanita yang dia temui di tengah hutan itu masih ada, dan tidak diterkam oleh manusia serigala malam kemarin. Namun, setelah lama Nathan mencari, dia tidak menemukan apa pun. Semua hal yang membuat dirinya mulai merasa dan berpikir yang tidak-tidak. Bagaimana tidak, hilangnya manusia di hutan Bellisiman bukanlah pertanda yang baik, malah merupakan tanda sebaliknya. Sebab kebanyakan semua orang yang hilang di hutan terlarang ini, tak berapa lama akan kembali dalam bentuk yang berbeda, yaitu tulang-belulang dengan kondisi yang paling mengerikan di dunia.
Nathan berlari sekuat tenaga setiap dia sadar jika hal itu adalah mungkin akan terjadi kepadanya juga. Dia harus menyelamatkan diri, dia harus berlari, dia harus mencari kebebasan atas dirinya, sebelum dua sosok mengerikan bermata merah menyala itu mengejarnya, seperti apa yang mereka lakukan malam itu.
__ADS_1
Nathan melompat dari arah semak menuju jalan raya, sebuah mobil melaju kencang nyaris saja menabraknya, teriakan makian terdengar begitu nyata. Namun Nathan tak peduli, dia langsung berlari dengan sekuat tenaga. Pulang ke rumah, dan mencoba melupakan semua kejadian yang baru saja dialaminya.