THE KING ALPHA : The Last Wolf.

THE KING ALPHA : The Last Wolf.
Sebuah Kilas Balik.


__ADS_3

“K … kau? Kau kah wanita yang aku temui di dalam hutan terlarang itu?” tanya Nathan saat melihat seorang gadis yang memang tidak asing baginya itu menyapa.


Wanita itu tampak tersenyum, tak mengatakan apa pun, memandang Nathan kemudian dia pergi begitu saja. Seolah memberikan kesan misterius, dan seolah ingin membuat Nathan semakin penasaran tentang dirinya. Ini adalah sebuah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga, ini adalah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun itu. sambil menelan ludahnya dengan susah Nathan memandang wanita itu yang tiba-tiba … menghilang.


Nathan kaget luar biasa melihat hal itu, bahkan semua kesedihan karena dicampakan kekasih dan dikhianati sahabat sendiri langsung dilupakan begitu saja, sebuah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga, sebuah hal yang benar-benar membuat Nathan nyaris lupa segalanya.


Di mana gerangan wanita itu?


Apakah wanita itu benar-benar manusia?


Lalu, jika wanita itu bukan manusia, bagaimana bisa wanita itu ada di sini?

__ADS_1


Dan jika wanita itu bukan manusia, bagaimana bisa Nathan bisa melihatnya?


Bulu kudu Nathan meremang dengan sempurna, ini adalah hal paling pelik yang pernah ada di dunia. Nathan langsung memeluk dirinya sendiri, berlari menuju lorong kampus dan berlari sekuat tenaga untuk menghindari wanita misterius yang menyapanya tadi. Nathan takut, Nathan benar-benar takut, bahkan rasanya Nathan begitu ingin segera melupakan semuanya. Larian Nathan seperti dikejar maling, beberapa kali dia menabrak beberapa temannya dengan sempurna. Ini adalah masalahnya dan ini adalah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga, sebuah ketakutan Nathan terlalu besar bahkan sampai kapan pun itu.


“Hey, pemuda cupu! Apa yang kau lakukan? bagaimana bisa kau menabrak semua orang dengan begitu bodoh, huh? Apakah kebodohanmu itu masih kurang membuat dirimu begitu dibenci oleh seluruh penghuni kampus ini?”


Teriakan itu tidak dihiraukan Nathan sama sekali, bahkan sekarang Nathan tidak bisa melakukan apa pun juga, dia ketakutan itu adalah kenyataannya, jadi bagaimana bisa Nathan akan tetap menjadi baik-baik saja bahkan lebih dari apa pun itu? Nathan harus membuat semuanya menjadi lebih baik, Nathan harus membuat semuanya menjadi baik-baik saja bahkan sampai kapan pun itu. Permintaan maaf berkal-kali ia ucapkan, dia tidak peduli jika masih dianggap sebagai manusia dungu, cupu dan lain sebagainya. sebab memang itulah Nathan, tipikal mahasiswa yang enggan bergaul dengan siapa pun juga.


“Nath, apa yang kau lakukan?” tanya itu dibarengi dengan tepukan, tepat saat Nathan memasukkan tasnya ke loker. Nathan nyaris melompat, mengusap wajahnya dengan kasar ketika dia melihat sosok yang menyapanya itu adalah Roberto.


“Ya, tentu saja ini aku. Kau pikir apa? Apakah kamu berpikir jika mungkin ini bukan aku?” tanya Roberto sambil menarik sebelah alisnya dengan sempurna. Nathan kembali memandang Roberto, dia tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya dengan sempurna.

__ADS_1


“Tidak, tidak … maafkan aku, jangan pernah ambil hati apa pun yang kamu ucapkan. Sungguh, ini adalah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. Aku tadi hanya melihat sesuatu yang tak pantas kulihat.”


“Aku tahu, itu sebabnya aku mencarimu,” kata Roberto, berita tentang pengkhianatan kekasih Nathan dan sahabat terbaik Nathan faktanya sudah terdengar dan menyebar ke seluruh penjuru kampus, dan hal ini juga adalah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. Bagaimana bisa, sosok yang tulus seperti Nathan dikhianati dengan begitu nyata, rasanya bahkan Roberto ingin melindungi Nathan dan menonjok siapa pun yang melakukan hal jahat kepada Nathan.


“Apa? Kau tahu? tahu dari mana?” tanya Nathan dengan bingungnya. Dia tidak menyangka jika masalah wanita siluman yang dilihat oleh Nathan bahkan Roberto melihatnya juga, dan bahkan Roberto seolah paham betul dengan dirinya dan mengatakan semua itu dengan sempurna. Ini adalah hal yang membuat Nathan merasa bersyukur karena dia memiliki teman yang paham dengan dirinya dan selalu tahu akan hal-hal yang mungkin akan membuat Nathan banyak bercerita kepada Roberto.


“Ya, aku tahu, dan aku begitu sangat berduka untukmu, Nath. Bukankah aku sudah memberitahumu sedari dulu, jika jangan percaya kepada wanita cantik.”


“Ya, wanita cantik itu—“


“Dia telah mengkhiatimu, bukan? Kau harus segera melupakannya dan kamu juga harus mengabaikannya, Nathan. Jangan mau diperdaya lagi olehnya, jangan lagi mau dimanfaatkan mereka. kalau sampai wanita ****** itu meminta maaf kepadamu dan meminta kembali, aku mohon jangan hiraukan dan kamu harus benar-benar memberikan batasan yang tegas. Kau adalah manusia yang punya hati. Kau bukan tempat di mana ketika dia jenuh maka dia akan pergi, dan ketika dia disakiti di luar sana maka dia akan kembali. Jangan pernah lagi kamu diperalat dengan cara seperti ini lagi, semuanya adalah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun itu. Kamu harus memastikan dirimu sendiri, dan aku sangat yakin jika di luar sana, pasti ada banyak wanita yang akan menghargaimu dan mau menerimamu apa adanya. Kau percaya dengan apa yang aku ucapkan ini, kan?” ucap Roberto yang berhasil membuat Nathan melongo tidak percaya.

__ADS_1


Bagaimana tidak, ini adalah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. Bagaimana bisa, Nathan sudah berusaha dan merasa jika dirinya sama dan memiliki satu pemikiran dengan Roberto. Nathan merasa jika dia bisa bercerita tentang sosok wanita misterius yang ia temui di hutan dengan di kampus baru saja. Namun bagaimana bisa apa yang ia pikirkan malah terasa aneh? Bagaimana bisa malah semuanya menjadi seperti ini? Tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga, alih-alih membahas wanita misterius. Roberto malah mengingatkan Nathan kepada betapa bodoh dirinya akan mencintai seseorang yang tidak benar-benar mencintainya. Ini adalah hal yang begitu menyakitkan bagi Nathan, ini adalah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. Hingga kini apa yang coba dilakukan oleh Nathan? Bahkan mereka satu kelas dan nanti masih ada banyak pelajaran yang harus mereka ikuti. Nathan benar-benar tidak tahu, apakah dia mampu dan sanggup untuk mengurus semua ini atau tidak. Yang jelas Nathan merasa jika, saat ini dia sama sekali tidak baik-baik saja dan Nathan merasa jika dirinya memang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja sama sekali bahkan sampai kapan pun itu, dan sekarang apa yang bisa Nathan lakukan?


“Ya, kau memang benar, Roberto. Ini adalah hal paling mengenaskan yang pernah aku rasakan di dunia ini.”


__ADS_2