
“Lebih baik sekarang kalian pergi, cukup tinggalkan aku sendiri. Laporkan saja kalau tuan muda sampah dari keluarga Wu tewas ditangan bandit” ucap Ji Han.
“Tapi-“
“Paman, aku adalah seorang anak yang dibuang. Aku hanya ingin hidup bebas, tidak perduli kedepannya akan terjadi apa padaku, aku janji tidak akan menyalahkan kalian. Aku mohon, ini adalah permintaan terakhirku” ucap Ji Han memotong ucapan si ketua pengawal.
Para pengawal menatap Ji Han dengan berat, tuan mudanya itu selalu memperlakukan mereka dengan baik hingga saat penyerangan tadi mereka memilih untuk bertahan habis-habisan meskipun tahu kalau kemungkinan mereka akan kalah lebih besar dari kemungkinan mereka untuk menang.
“Baiklah, kami akan mengabulkan permintaan tuan muda tapi mohon terimalah ini. Ini adalah harta yang disisihkan oleh ibu anda, kami akan pergi setelah anda menerimanya” ucap si ketua seraya menyerahkan kantung penyimpanan berwarna merah tanpa hiasan pada Ji Han.
Ji Han menerimanya tanpa banyak bicara, Ji Han hanya menekankan untuk melaporkan kalau dirinya telah tiada agar tidak ada lagi orang-orang yang datang untuk mengganggunya. Si ketua mengiyakan kemudian membawa pasukannya pergi meninggalkan Ji Han seorang diri.
“Membiarkan mereka pergi begitu saja, anda begitu ceroboh apakah bisa bertahan seorang diri di hutan ini?” Lin Zhu tak tahan untuk tidak membuka suara atas keputusan gegabah pemuda itu. Sedangkan Ji Han terkejut saat mendengar suara wanita tanpa melihat sosoknya karena Lin Zhu masih betah duduk diatas pohon.
Melihat Ji Han terkejut dan berusah mencari sumber suara, Lin Zhu pun turun dari tempat persembunyiannya dan menghampiri sosok pemuda yang setelah Ia lihat baik-baik memiliki paras yang sangat tampan.
Ji Han menatap perempuan yang tiba-tiba saja muncul dihdapannya itu dengan penuh selidik, Ia merasa perempuan yang ada dihadapannya ini sangat aneh. Perempuan itu terlihat sangat cantik namun dekil dengan pakaian penuh sobekan dibeberapa bagian tapi bukan itu yang membuatnya aneh, yang membuatnya aneh adalah keberadaannya di hutan ini.
__ADS_1
“Siapa kau?” tanya Ji Han.
“Aku hanya seorang pengembara, berhenti sejenak saat melihat adanya sebuah pertarungan dan memutuskan bersembunyi disana” jawab Lin Zhu seraya menunjuk pohon tempat Ia bersembunyi tadi.
“Owh rupanya begitu, apa yang sedang kamu lakukan disini? Hutan ini sangatlah berbahaya, tidak cocok bagi gadis kecil sepertimu untuk berada disini” ucap Ji Han.
“Aku kan seorang pengembara, wilayah apapun akan aku jelajahi meski berbahaya namun aku tetap mampu bertahan hidup, buktinya aku masih berwujud manusia belum berubah menjadi roh maupun hantu tuh” balas Lin Zhu “ Lagi pula sepertinya usia kita tidak terpaut terlalu jauh jadi jangan memanggilku gadis kecil karena kau pun masih kecil” sambung Lin Zhu.
“Apa aku boleh ikut mengembara?” tanya Ji Han, toh dia juga sudah tidak memiliki arah dan tujuan. Baik memilih diam ditempat maupun jalan ujung-ujungnya dia juga akan mati, jadi sebelum mati Ia pikir tidak ada salahnya kalau Ia berpetualang. Alih-alih berpetualang sendiri bukankah lebih baik bila kita memiliki teman selama perjalanan?
“Sebutkan dulu apa kelebihanmu? Aku tidak ingin memiliki teman bila hanya menjadi beban” ucap Lin Zhu pedas.
“Huh main mu kurang jauh ya? Hanya dengan harta saja kamu tidak akan mampu untuk bertahan hidup di dunia yang kejam ini, setidaknya kamu harus memiliki kemampuan yang tak pernah habis saat digunakan tidak seperti uang yang akan habis bila sering digunakan” ucap Lin Zhu.
“Kau benar, aku tidak pernah pergi jauh dari rumah” ucap Ji Han, kalau pergi jauh pun biasanya Ia dikawal.
“Karena kamu tampan maka akan aku ijinkan untuk ikut, namaku Han Qi Zhu. Kamu bisa memanggilku Zhu oh usiaku baru 14 tahun kalau kamu ingin tahu” ucap Lin Zhu, Han Qi Zhu adalah nama yang akan Ia gunakan kini. Marga Han Ia gunakan untuk menghormati klan kuno Han, Qi sendiri diambil dari nama di kehidupannya yang lalu dan Zhu diambil dari nama pemilik tubuh yang Ia tempati saat ini.
__ADS_1
“Namaku Ji Han, usiaku 15 tahun dan karena aku lebih tua kamu bisa memanggilku kakak Han” ucap Ji Han, dia mengabaikan ucapan Lin Zhu yang mengatakannya tampan.
Kenapa Lin Zhu memutuskan untuk menerima Ji Han? Karena Qi Lu memberitahunya sebuah rahasia, rahasia mengenai pemuda tampan di hadapannya itu. Rahasia yang bahkan pemuda itu sendiri tak tahu.
“Apa kamu tidak punya marga? Pengembara seperti ku saja punya masa kamu tidak, dilihat dari pakaian dan pengawal tadi seharusnya kamu berasal dari keluarga bangsawankan?” ucap Lin Zhu pura-pura tidak mendengar percakapan tadi.
“Punya tapi aku tidak ingin memakainya lagi, aku sudah bukan bagian dari keluarga itu lagi. Mereka mengusirku setelah aku tidak berguna” ucap Ji Han lugas, tidak ada raut sedih yang tampil di wajahnya. Pembawaannya yang selalu terlihat tenang itu membuat Lin Zhu kagum akan pemuda di hadapannya.
“Woah keluarga yang sangat hebat” sindir Lin Zhu “Baiklah bagaimana kalau kamu memakai margaku saja? Jadi bila ditambah margaku maka namamu menjadi Han Ji Han, bukankah kedengarannya cukup bagus? Aku akan memanggilmu kakak Han, nah sekalian saja kamu menjadi kakakku” sambung Lin Zhu.
Lin Zhu sudah memikirkan hal ini, Qi Lu memberitahunya kalau kultivasi Ji Han masih dapat dipulihkan dan Ji Han memiliki bakat kultivasi 5 warna sehingga Ji Han mampu menguasai semua jenis elemen, bila Lin Zhu campur tangan dalam proses kebangkitan pemuda itu maka Lin Zhu yakin kalau dia bisa membuat Ji Han berada dipuncak. Poin paling utama adalah Lin Zhu membutuhkan pemuda itu untuk membangun kembali klan Han, Ia membutuhkan orang dengan sikap rendah hati seperti Ji Han untuk menjadi pemimpin klan kelak karena Lin Zhu masih bertekad untuk menjadi seorang pengembara tapi karena dia sudah bertekad untuk membangun kembali klan Han maka Lin Zhu harus mencari orang yang memenuhi syarat untuk membawa kembali kejayaan klan Han. Setelah berdiskusi dengan Qi Lu, Lin Zhu pun merasa kalau Ji Han adalah sosok yang tepat untuk memimpin klan itu.
“Baik, mulai saat ini namaku adalah Han Ji Han, kakak dari Han Qi Zhu” ucap Ji Han, sebelumnya Ji Han adalah anak tunggal dan dia mengingikan seorang adik namun ibunya tidak bisa mengandung lagi hingga memutuskan untuk mengangkat anak dari salah satu saudaranya, sayangnya Ji Han tak menyukai adik angkatnya itu. Sikapnya yang manja dan semena-mena pada orang yang berada dibawahnya membuat Ji Han muak hingga tidak sudi untuk mengakuinya sebagai adik, namun sang adik juga memiliki bakat yang cukup bagus hingga orang tuanya tidak mempermasalahkan sikap buruknya itu dan Ji Han yakin, setelah Ia diusir maka tahta pemimpin klan Wu akan jatuh pada adik angkatnya itu.
Ji Han sebenarnya juga yakin kalau dalang dari penyerang tersebut ada hubunganya dengan adik angkatnya itu tapi kini Ji Han sudah tidak perduli, Ji Han akan memulai hidup barunya bersama gadis kecil yang baru ditemuinya itu namun satu hal yang pasti, saat adik angkatnya itu menjadi pemimpin maka saat itu akan menjadi awal kehancuran klan Wu. Orang jahat seperti itu tidak akan bisa menjadi pemimpin kan?
__ADS_1
Han Ji Han
To Be Continued