
Selain Lin Zhu ternyata ada orang lain yang mengikuti ujian hari ini, ada 4 orang wanita dan 5 orang laki-laki hingga hari ini jumlah peserta adalah 10 orang. Diantara mereka tentu saja Lin Zhu yang paling muda, rata-rata usia mereka sudah berusia 20 tahun keatas hingga Lin Zhu merasa wajar kalau dirinya tengah ditatap remeh oleh mereka semua.
“Salam pada semua peserta yang ada disini, perkenalkan nama saya Bao Xi. Saya adalah panitia dalam ujian tertulis ini, silahkan duduk di tempat yang telah disediakan. Kalian diberikan waktu 1 jam untuk menyelesaikan semua soal yang akan saya bagikan, tidak boleh ada kecurangan dalam bentuk apapun, kalian akan dikeluarkan dan tidak dapat mengikuti ujian alchemist selama 5 tahun bila melakukan kecurangan. Apakah ada yang ingin ditanyakan?” ucap Bao Xi.
“Apakah kita harus mengumpulkan jawaban setelah waktu yang diberikan habis atau kita bisa mengumpulkannya bila sudah selesai mengerjakannya?” Tanya Lin Zhu.
“Kalian bisa mengumpulkan jawaban saat kalian selesai mengerjakannya. Ada lagi?” Jawab Bao Xi.
Tidak ada lagi yang bertanya sehingga Bao Xi langsung membagikan lembar soal begitu para peserta menempati posisinya masing-masing, ruangan yang awalnya terasa sunyi kini hanya terdengar gesekan antara kertas dan kuas. Semuanya sibuk mengerjakan soal dengan teleti, Lin Zhu melirik sekitarnya dengan malas kemudian melirik soal ujian yang berjumlah 50 soal. Soal itu didominasi dengan pengetahuan dasar alchemist, Lin Zhu sudah hapal diluar kepala hingga Ia hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk menjawab semua pertanyaan yang ada.
Lin Zhu kembali melirik lembar jawabannya ragu, haruskah Ia menjawab semua pertanyaan dengan benar? Lin Zhu lupa bertanya pada Ji Han berapa nilai tertinggi yang pernah diraih oleh orang yang mengikuti ujian, dia tidak ingin dicurigai dan menarik perhatian hanya karena mendapatkan nilai sempurna dalam ujian tertulis ini.
‘Qi Lu, menurutmu berapa nilai yang harus ku raih agar terlihat biasa?’ Lin Zhu akhirnya memilih bertanya pada roh penjaga cincin ruangnya melalui batinnya.
‘Saya rasa nilai 80 atau 85 sudah bagus nona, nilai 90 sudah cukup tinggi’ jawab Qi Lu.
‘Baiklah, terimakasih’ ucap Lin Zhu.
Nilai minimal yang harus diraih agar lolos ujian adalah 80 jadi Lin Zhu memilih untuk mendapatkan nilai 85 namun jumlah soal ada 50 soal yang artinya masing-masing soal bernilai 2 poin, Lin Zhu harus merubah 7 jawabannya agar Ia mendapatkan nilai 86, tapi soal mana yang harus dia buat salah?
Ugh kenapa rasanya lebih sulit untuk menjawab soal dengan salah ketimbang menjawab soal dengan mudah? Apa Ia kumpulkan saja tanpa merubahnya? Tapi Ia malas untuk menghadapi masalah yang mungkin akan timbul bila Ia mendapatkan nilai sempurna.
‘Nona, anda bisa merubah jawaban untuk soal mengenai akar dingin, hati es, jiwa api, teratai 9 warna, ulat sutra api, ulat sutra es, dan hati naga karena pengetahuan akan soal itu sangat jarang diketahui oleh alchemist awam’ Qi Lu kembali bersuara dalam benak Lin Zhu.
__ADS_1
Qi Lu dapat melihat apapun dalam cincin ruang, walaupun selama perjalanan Qi Lu diam namun dia tahu apa yang tengah terjadi diluar sana.
‘Eh benarkah? Di jaman dulu itu adalah pengetahuan dasar yang bahkan diketahui oleh manusia biasa!’ dalam benak Lin Zhu berseru kaget.
‘Benar nona, karena pada saat ini mereka masuk dalam golongan herbal langka’ ucap Qi Lu.
‘Baiklah, sekali lagi terima kasih Qi Lu. Memang hanya kau saja yang dapat aku andalkan’ ucap Lin Zhu.
‘Sama-sama nona, itu sudah menjadi tugas saya’ ucap Qi Lu.
Lin Zhu kembali melirik lembar soal dan lembar jawabannya, kini Ia bingung bagaimana cara merubah jawabannya. Apakah di coret saja? Baiklah, langsung coret saja toh Lin Zhu tidak mau ambil pusing. Waktu yang tersisa tinggal 20 menit saat Lin Zhu selesai mengkoreksi lembar jawabannya, Ia melirik peserta lain yang masih sibuk berkutat dengan lembar soal, tidak ada tanda-tanda kalau ada yang telah menyelesaikan ujian selain dirinya.
Dengan acuh Lin Zhu bangkit kemudian menyerahkan lembar soal dan jawabannya pada Bao Xi diikuti tatapan heran dan remeh dari peserta lainnya yang tentu saja Ia abaikan.
“Kau yakin ingin mengumpulkan sekarang? Masih ada waktu untuk merubah jawabanmu bila ragu” ucap Bao Xi.
“Baiklah kamu bisa keluar dan menunggu di ruang administrasi, masih ada waktu 20 menit sampai ujian usai. Saya akan memberikan pengumuman mengenai siapa saja yang lolos pada petugas administrasi” ucap Bao Xi.
“Baik, terimakasih tuan” ucap Lin Zhu kemudian melenggang pergi tanpa beban karena Ia yakin kalau dia akan lolos.
Disisi lain Ji Han tengah berkeliling di ibukota untuk mencari penginapan, sebelumnya Ji Han sudah mengenakan topeng yang diberikan Lin Zhu untuk menutupi wajahnya. Ini adalah ibukota, tempat dimana sekte dan kelurga besar berada jadi Ji Han tidak ingin ada yang mengenali dirinya sebagai Wu Ji Han karena Wu Ji Han telah mati.
Sebagai orang yang lahir dan tinggal di ibukota, Ji Han tahu dengan pasti seluruh tempat yang ada di ibukota jadi Ia tidak bingung saat ingin mencari penginapan. Sayangnya banyak penginapan yang sudah penuh karena kompetisi yang akan diadakan hingga Ji Han pun kesulitan untuk mencari penginapan, padahal waktu masih lama sampai kompetisi diadakan.
__ADS_1
Kali ini Ji Han mencoba untuk mencari di penginapan kecil yang jarang dilirik orang setelah mencoba mencari di penginapan mewah.
“Permisi, apakah ada kamar yang bisa saya sewa?” tanya Ji Han.
“Berapa kamar yang ingin anda sewa?” tanya si pelayan.
“Saya ingin memesan 2 kamar untuk saya dan adik saya” jawab Ji Han.
“Saat ini kamar yang tersisa hanya kamar biasa saja apakah tidak masalah?” ucap si pelayan.
“Tidak masalah”
“Biaya untuk kamar biasa hanya 20 koin perak per hari, dua kamar jadi 40 koin perak. Anda ingin sewa untuk berapa hari?” tanya si pelayan.
“Saya ingin sewa selama 1 bulan” jawab Ji Han.
“Karena anda menyewa dua kamar totalnya jadi 1.200 koin perak”
“Baiklah, saya sewa 2 kamar. Ini uangnya” ucap Ji Han kemudian menyerahkan 12 koin emas, 1 koin emas bernilai 100 koin perak.
“Ini kunci kamarnya, kamar nomor 4 dan 5. Letaknya ada di lantai 2”
“Terimakasih” ucap Ji Han karena masalah penginapan telah selesai Ji Han memutuskan untuk berkeliling mencari makan.
__ADS_1
Dia memilih untuk pergi ke pasar daripada singgah ke restoran karena di pasar banyak menjual makanan ringan dan Ia ingin membeli beberapa untuk Lin Zhu.
To Be Continued