
Lin Zhu menatap kagum isi dari bangunan dengan nama ‘SENJATA’ di pintu masuknya, bila dilihat dari luar bangunan itu tidak lah besar namun saat masuk Lin Zhu merasa kalua bangunan itu luasanya melebihi luas kamar seorang kaisar.
Segala macam senjata tertata rapih sesuai jenis dan tingkatannya, kalau dihitung-hitung jumlah senjata yang ada diruangan ini mampu mempersenjatai pasukan dari dua kerajaan saking banyaknya.
“Qi Lu, sebenarnya darimana semua senjata ini berasal?” Tanya Lin Zhu penasaran.
“Semua ini adalah peninggal klan kuno Han, mereka memiliki banyak ahli tempa dan tidak pernah membeli senjata dari luar. Untuk senjata tingkat surgawi itu klan kuno Han dapatkan saat berburu harta karun di makam kuno atau dungeon” jawab Qi Lu.
“Sepertinya klan kuno Han memiliki banyak talenta berbakat” ucap Lin Zhu.
“Benar nona, hal itulah yang membuat banyak sekte baik sekte besar maupun kecil takut akan berkembangan klan kuno Han bahkan kekaisaran saja mulai waspada hingga konspirasi untuk meruntuhkan klan kuno Han muncul” ucap Lin Zhu.
“Baiklah karena aku yang mewarisi peninggalan klan kuno Han maka dimasa depan aku akan mulai membuat sebuah klan atas nama Han, aku tidak mungkin menamainya dengan nama klan kuno Han karena itu bisa menimbulkan masalah” ucap Lin Zhu penuh tekad, meski dia ingin menjadi seorang pengembara yang menikmati kehidupan namun dia tidak bisa menutup mata akan kebaikan yang Ia terima. Jadi karena klan kuno Han telah memberikan harta karunnya maka Lin Zhu akan membalas budi, dia akan membangun kembali klan Han dan membawanya sampai ke puncak.
Prinsip Lin Zhu sejak dulu adalah mata dibalas dengan mata, kebaikan akan dia balas dengan kabaikan dan kejahatan akan Ia balas 2 kali lipat. Prinsip inilah yang membuat Lin Zhu tidak pernah menilai orang dari luarnya saja, Lin Zhu tidak perduli dengan kasta, dia bahkan tidak perduli kalau orang yang berbuat jahat kepadanya adalah seorang kaisar maka Ia akan membalasnya, intinya dia akan membalas orang seperti apa mereka memperlakukan dirinya.
Tapi kalau bisa dikehidupannya ini Ia tidak ingin menemui banyak masalah, tolong abaikan saja dirinya agar Ia dapat hidup dengan damai namun sepertinya Lin Zhu melupakan satu hal.
Kekuatan yang besar akan membawa tanggungjawab yang besar pula dan seorang Lin Zhu yang memiliki kekuataan diatas rata-rata tidak mungkin dapat menjalani hidupnya dengan damai karena dimasa depan tanggung jawab yang besar menanti dirinya.
__ADS_1
“Apakah nona ingin melihat-lihat terlebih dahulu?” tanya Qi Lu.
“Tidak, kamu ambilkan saja jirah yang tadi kamu katakan. Aku sudah tidak sabar untuk melihat dunia luar, seberapa besar perubahan dunia di luar sana” jawab Lin Zhu.
“Baiklah nona, mohon tunggu sebentar” ucap Qi Lu yang kemudian menghilang sekjap mata dan tak lama kembali dengan membawa sebuah kotak kayu besar yang tersegel ditangannya.
“Nona, ini adalah baju jirah surgawi tingkat atas. Harta ini ditemukan di makam kuno yang katanya sang pemilik makam mendapatkannya dari dewa sebagai hadiah atas jasanya dalam menuntas kejahatan yang disebabkan kekacauan alam dewa dan baju jirah surgawi ini juga sering dipanggil sebagai jirah dewa” jelas Qi Lu kemudian menyerahkan kotak itu pada Lin Zhu.
“Lalu bukankah akan sangat sulit bagiku untuk menerima pengakuan dari jirah itu?” Lin Zhu sekarang justru merasa ragu untuk mengenakannya, sepertinya butuh usaha maksimal hanya untuk mengenakan jirah itu dan kalau seudah begini sepertinya Lin Zhu lebih memilih untuk membeli pakaian saja toh sepertinya akan menimbulkan masalah juga kalau Ia memakai harta kelas surgawi seperti itu.
“Tentu, baju jirah itu bisa dibilang berkah dari dewa dan memiliki kesombongannya sendiri hingga bahkan keturunan klan kuno Han pun tidak ada yang bisa memakainya karena dianggap tak layak” jelas Qi Lu.
“Apakah nona ingin melihat bangunan yang lainnya?” ucap Qi Lu menawarkan.
“Tidak perlu karena itu hanya akan membuang waktu, aku bisa mendapatkan barang apapun tanpa perlu mengingat letaknya karena ada kamu yang menjaga dunia kecil ini” ucap Lin Zhu.
“Lalu nona ingin langsung pergi keluar saja?” tanya Qi Lu.
“Iya, aku ingin segera keluar dan mulai berpetualang tapi sebelum itu berikan buku yang berisi teknik untuk menyembunyikan ranah kekuatanku. Bisa menjadi masalah kalau orang-orang tahu jika gadis yang baru berusia 14 tahun memiliki kekuatan yang sangat sulit untuk dicapai bahkan bila sudah berusia ratusan tahun” ucap Lin Zhu.
__ADS_1
Kali ini Qi Lu tidak pergi, dia hanya melambaikan tangan dan sebuah buku muncul dihadapannya.
“Ini adalah teknik tingkat atas, selama orang itu tidak memiliki ranah yang lebih tinggi dar si pengguna teknik maka tidak akan ada yang tahu tingkat kekuatan asli si pengguna” ucap Qi Lu.
“Bagus” ucap Lin Zhu.
Lin Zhu hanya membutuhkan waktu selama dua jam untuk mempelajari keseluruhan teknik yang ada di buku itu, kecepatannya belajarnya patut diacungi jempol karena biasanya akan memakan waktu paling cepat satu bulan untuk memperlajari teknik tingkat atas dengan sempurna. Lin Zhu bahkan kagum dengan bakat belajarnya yang sekarang, apakah ini karena sekarang dia memiliki tubuh kekosongan? Ntahlah, tapi yang pasti Lin Zhu sangat menyukai dirinya yang sekarang.
“Qi Lu, apakah disini ada kantung penyimpanan?” tanya Lin Zhu, berbeda dengan sebuah cincin ruang yang biasanya hanya dimiliki oleh orang-orang dari keluarga besar, semua orang dapat memiliki kantung penyimpanan tapi tentu saja terdapat perbedaan besar dari benda yang sama-sama memiliki fungsi untuk menyimpan barang itu.
Cincin ruang biasanya memiliki ruang yang luas, luas terkecilnya adalah seluas rumah dan yang terbesarnya bisa sebesar kediaman bangsawan dan tentu semakin luas maka harganya akan semakin mahal sedangkan kantung penyimbanan luasnya hanya seperti luas sebuah lemari dan karena luasnya yang tidak bisa menimpan banyak barang ini harganya relatif murah dan dapat dijangkau orang-orang dari berbagai kalangan.
“Ada nona” ucap Qi Lu.
“Baiklah berikan padaku yang palin sederhana, isi dengan seratus koin emas dan seribu koin perak, isi juga dengan batu roh tingkat rendah dan menengah masing-masing lima puluh buah” ucap Lin Zhu, Dia tidak ingin menggunakan cincin ruangnya sembarangan, cara paling aman adalah dengan menggunakan kantung penyimbanan untuk menyimpan sedikit hartanya yang akan Ia pakai untuk berbelanja. Itu akan terlihat lebih natural untuk mendukung perannya yang hanya seorang pengembara. Dia akan menggunakan cincin ruangnya saat tengah sendirian atau saat dirinya benar-benar terpojok saja.
“Ini nona, isinya sudah sesuai dengan apa yang nona minta” ucap Qi Lu seraya menyerahkan kantung berwarna ungu dengan lambang teratai di depannya, selain lambang teratai tidak ada hiasan lain yang menghiasi kantung itu. Terlihat sederhana namun Lin Zhu tahu kalau kantung ini memiliki kualitas yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan kantung penyimpangan yang dijual diluaran sana.
To Be Continued
__ADS_1