
Ji Han dan Lin Zhu Kembali melakukan perjalanan setelah merasa cukup dengan informasi yang mereka terima saat di rumah makan, keduanya memutuskan untuk pergi ke ibukota setelah mendengar bahwa disana akan diadakan kompetisi pendekar muda yang memang rutin diadakan setiap tahun.
Kompetisi itu juga menjadi ajang bagi para pendekar muda untuk unjuk bakat, bila beruntung mereka bisa menarik minat tetua sekte maupun akademi dan direkrut menjadi bagian dari sekte maupun murid akademi.
Ji Han tidak memiliki minat untuk datang ke ibukota tapi Lin Zhu tertarik untuk melihat kompetisi yang menurut rumor akan diadakan satu bulan lagi, waktu yang cukup lama namun itu menjadi berkah bagi Lin Zhu karena jarak dari desa Yang ke ibukota sangatlah jauh.
“Kakak Han, apakah sebelumnya kamu murid dari sebuah akademi?” tanya Lin Zhu.
“Belum, tadinya aku ingin mengikuti kompetisi ini” jawab Ji Han.
“Bukannya kau terkenal jenius? Apakah tidak pernah ada undangan dari akademi?”
“Tidak, baik kamu seorang jenius ataupun orang biasa kamu harus membuktikan dirimu layak menjadi murid akademi melalui kompetisi yang diadakan setiap tahun, banyak yang bilang kalau kompetisi ini memang sengaja dilakukan untuk mencari bakat-bakat baru untuk direkrut akademi maupun sekte” jelas Ji Han.
“Apakah kakak masih berminat untuk mengikuti kompetisi itu?” tanya Lin Zhu.
“Kau tidak lihat keadaanku? Kalau aku memaksa untuk ikut itu artinya bunuh diri, sekarang aku sama lemahnya dengan manusia biasa” ucap Ji Han.
“Kakak, bukankah aku pernah bilang kalau aku bisa mengembalikan kekuatanmu? Kau pikir aku bercanda? Aku bisa melakukannya asal kau percaya padaku” ucap Lin Zhu serius.
“Bukannya aku tidak percaya, sejauh ini aku tidak pernah mendengar ada yang bisa memulihkan dantian yang sudah hancur. Sekalinya dantian seorang kultivator hancur maka dia akan menjadi cacat” ucap Ji Han.
Tidak pernah ada orang yang bisa memulihkan dantian yang sudah rusak, para alchemist saja angkat tangan bila dihadapkan dengan kasus dantian rusak. Ji Han tidak bisa tahu tingkat kekuatan Lin Zhu karena dia sekarang sama seperti manusia biasa, yang membedakan hanya fisiknya yang lebih kuat karena telah berlatih bela diri sejak kecil.
“Kakak, aku tidak akan bertanya lagi. Kau percaya padaku atau tidak?” ucap Lin Zhu tegas, menatap Ji Han dengan penuh keyakinan kalau dia mampu mengembalikan kekuatan Ji Han.
Ji Han ragu, dia menatap gadis yang setahun lebih muda darinya itu dengan pandangan bimbang. Sebagai seorang kultivator tentu saja dia ingin kekuatannya kembali, rusaknya dantian miliknya membuat Ji Han sangat terpukul bahkan keluarganya sampai membuang dirinya karena dianggap tidak berguna. Kalau kekuatannya kembali dia ingin membuktikan pada dunia kalau dia bukanlah sampah yang bisa dipungut maupun dibuang dengan sesuka hati, dia akan menunjukkan pada keluarganya kalau anak yang dibuang itu bukanlah anak yang tidak berguna.
“Baiklah, aku percaya padamu” putus Ji Han, dia akan mencoba percaya pada adik angkatnya itu. Kalau kekuatannya kembali dia akan merasa sangat bahagia dan tidak akan pernah melupakan jasa adiknya dan kalaupun kekuatannya tidak dapat kembali Ia tidak akan kecewa karena Ji Han tahu kalau itu adalah sesuatu yang mustahil.
“Bagus. Percaya saja padaku dan aku akan membuat keajaiban untukmu. Pertama aku butuh tempat yang sunyi untuk membuat pil, apakah kakak tahu tempat seperti itu berada?” tanya Lin Zhu.
__ADS_1
“Eh kau seorang alchemist?” tanya Ji Han terkejut.
“Anggap saja aku bisa, jadi dimana tempatnya?” ucap Lin Zhu acuh.
“Kalau kau ingin membuat pil bukannya lebih enak jika melakukannya di rumah obat? Disana fasilitasnya lengkap dan memiliki ruang pil yang bisa disewa, setiap ruang pil memiliki formasi yang menghalau segala jenis gangguan dari luar ruangan dan biasanya setiap alchemist yang ingin membuat pil akan menyewa ruangan itu” jelas Ji Han.
“Oh benarkah? Lalu dimana rumah obat itu? Apakah jauh?” Tanya Lin Zhu.
“Rumah obat ada banyak, di setiap desa maupun kota pasti ada dan yang paling terkenal adalah rumah obat Long milik keluarga Long” jawab Ji Han.
“Baiklah, biasanya yang paling terkenal adalah yang terbaik. Kakak, tunjukkan dimana rumah obat Long itu, aku akan langsung membuat pil karena waktu kita terbatas maka kita harus melakukannya dengan segera” ucap Lin Zhu.
“Tapi apakah kamu punya token alchemist? Ruangan itu hanya disewakan untuk para alchemist saja” ah rupanya Ji Han masih meragukan Lin Zhu.
“Aku tidak memilikinya, kenapa ingin menyewa ruangan saja begitu sulit?” protes Lin Zhu.
“Karena ruang pil dibangun dengan menggunakan sumber daya yang besar, jika bukan seorang alchemist takutnya peralatan yang ada di dalam malah salah digunakan dan dapat merusak ruang pil jadi rumah obat membuat peraturan kalau yang ingin menyewa ruang pil harus memiliki token alchemist” jelas Ji Han.
Repot, Lin Zhu bisa saja membuatnya di cincin ruang tapi Ia belum mau menunjukkan cincin ruang itu pada Ji Han dan dia juga tidak memiliki niat untuk memberitahu orang lain mengenai cincin ruangnya, cukup dia sendiri saja yang tahu.
“Di balai pengobatan tapi balai pengobatan hanya ada di ibukota” ucap Ji Han.
“Butuh waktu 3 minggu untuk sampai disana sedangkan kompetisi diadakan 1 bulan lagi, waktunya tidak akan cukup” keluh Lin Zhu.
“Sebenarnya ada cara cepat untuk sampai ke ibukota” ucap Ji Han.
“Kenapa tidak bilang dari awal?! Jadi, bagaimana caranya?”
“Teleportasi, hanya saja untuk menggunakan portalnya kita harus membayar cukup mahal tergantung jarang yang ingin kita tempuh, jarak dari portal terdekat sampai ke portal ibukota itu cukup jauh dan ku rasa kita perlu 1.000 koin emas per orang untuk dapat menggunakannya, karena kita berdua maka kita perlu 2.000 koin emas. Sisa koin milik ku tidak lebih dari 1.500 koin emas, hanya cukup untuk 1 orang” ucap Ji Han.
“Kakak, kau tidak perlu khawatir soal uang. Biarpun tampilanku bagai rakyat jelata tapi aku memiliki uang lebih banyak daripada yang bisa kamu bayangkan jadi lebih baik sekarang kakak menunjukan jalan ke portal teleportasi terdekat karena waktu yang kita miliki tidak banyak” ucap Lin Zhu.
__ADS_1
“Baiklah, portal terdekat berada di desa Chen dan jarak desa itu bisa kita tempuh dalam 2 hari” Ucap Ji Han.
***
“Serahkan harta kalian atau mati?”
Bagus, baru saja Lin Zhu dan Ji Han melewati perbatasan antara desa Yang dan hutan, mereka sudah di hadang para bandit. Mereka dikepung dari berbagai sisi, 2 lawan 20 orang jumlah musuh bahkan 10 kali lipat lebih banyak namun Lin Zhu masih terlihat santai berbeda dengan Ji Han yang sudah pucat pasi karena takut.
“Kalian bercanda ya? Kalau ingin kaya ya kerja, enak saja meminta harta pada kami” ucap Lin Zhu angkuh.
“Kalian ingin mati ya?” sentak si bandit seraya mengacungkan pedangnya dan mengarahkannya pada Lin Zhu.
“Ku rasa kalian lah yang mencari mati”
“Zhu, sebaiknya kita menyerahkan harta kita. Kita tidak akan menang melawan mereka, kita kalah jumlah dan aku tidak bisa bertarung” bujuk Ji Han pucat.
“Meskipun dantian mu rusak bukan berarti kakak tidak bisa bela diri kan?” ucap Lin Zhu, bahkan sekarang dia merasa malas untuk membuang waktu dengan melawan para bandit tua itu.
Ji Han terdiam, dia memang masih bisa menggunakan beladiri meskipun hasilnya tidak sekuat saat Ia masih seorang kultivator tapi kan mereka tetap kalah jumlah, Ji Han sangat yakin kalau dia hanya mampu melawan 3 orang dari mereka.
“Banyak omong, serang mereka!” ucap si ketua bandit yang habis kesabaran. Orang-orang itu pun maju menyerang secara brutal, memandang rendah pada Lin Zhu dan Ji Han.
Namun sayang, belum sempat serangan itu sampai pada Lin Zhu dan Ji Han, para bandit itu jatuh dengan kepala yang terlepas dari tubuh mereka tanpa tahu apa penyebabnya, mereka mati dalam keterkejutan yang luar biasa.
Disamping itu, Lin Zhu hanya perlu mengibaskan tangannya dan nyawa para bandit itu langsung melayang, menyisakan ketua bandit yang sengaja Lin Zhu sisihkan. Lin Zhu baru saja mengubah Qi nya menjadi bilah tipis, dia menyatukan Qi nya dengan angin hingga bilah itu tidak terlihat oleh mata. Begitu Ia mengibaskan tangannya bilah itu langsung memotong apa saja yang dilaluinya dengan cepat, bahkan ada beberapa pohon yang tumbang akibat serangan Lin Zhu.
Ji Han disampingnya hanya menatap ngeri pada Lin Zhu dan para bandit yang sudah tidak bernyawa itu, Ji Han tidak pernah tahu kalau adik angkatnya itu sangat kuat. Apa jangan-jangan orang yang membantunya saat itu juga adalah Lin Zhu?
“Ti-tidak mungkin” ketua bandit itu histeris dengan tubuh yang seluruhnya bergetar karena ketakuan luar biasa yang menyerangnya.
“Hm sudah banyak orang yang berniat buruk padaku tapi mereka semua berakhir lebih buruk dariku. Jadi… kematian seperti apa yang kau inginkan?” tanya Lin Zhu dingin dan seketika Ji Han merasa kalau suhu yang tadinya hangat berubah menjadi dingin dalam sekejab membuat Ji Han merinding sekaligus ngeri.
__ADS_1
Sebenarnya siapa identitas asli dari gadis yang Ia angkat sebagai adik ini? Kekuatannya terlalu……mengerikan! Bahkan jika sebelumya Ji Han adalah seorang jenius, dia juga memerluka waktu lama untuk mengalahkan para bandit tadi sedangkan Lin Zhu mampu membasmi semuanya hanya dalam sekejap mata.
To Be Continued