The Lazy Kultivator

The Lazy Kultivator
Part 9 : Keluar Dari Hutan Kematian


__ADS_3

Lin Zhu keluar dari cincin ruangnya setelah merasa perbekalan untuk mengembara telah siap, sebelum keluar dari cincinnya Ia sempat menambah isi kantung penyimpanannya. Sebelumnya Lin Zhu hanya membutuhkan uang dan batu roh namun setelah dipikir-pikir Ia juga membutuhkan beberapa pil penyembuhan dan memutuhkan untuk meyimpan 10 butir pil penyembuhan level 3 tingkat atas di kantung penyimpanannya.


Sebelum keluar dari gubuk, Lin Zhu memasukan semua buku dan tungku yang ada di gubuk ke dalam cincin ruangnya. Dia meninggalkan gubuk itu setelah semua isinya dia pindahkan, Lin Zhu tidak menyisihkan satu benda pun di gubuk. Jangan bilang kalau Lin Zhu serakah, Ia hanya ingin menyimpan semua benda peninggalan klan kuno Han agar saat Ia membangun klan Han benda-benda itu bisa Ia simpan disana.


Lin Zhu keluar dari hutan kematian tanpa hambatan karena Ia tidak menutupi ranah kekuatannya, Ia sengaja melakukan hal itu untuk menghindari pertempuran dengan binatang spiritual yang menghuni hutan. Setelah sampai di perbatasan, Lin Zhu baru menyembunyikan ranah kekuatannya hingga ke batas normal.


Awalnya setelah diperbatasan Lin Zhu ingin menekan ranahnya hingga nol agar Ia terlihat seperti orang biasa namun Ia urungkan karena mengingat betapa kerasnya dunia kultivator yang selalu mementingkan kekuatan dan kekuasaan.


Normalnya ranah yang dimiliki oleh anak berusia 14 tahun berkisar ditahap alam tingkat 3 jadi Lin Zhu memutuskan untuk menyembunyikan ranahnya hingga tahap bumi tingkat 10 atau tingkat puncak. Maklum, dia kan bocah pengembara jadi tidak mungkin Ia mencapai ranah yang setinggi itu tanpa latar belakang yang kuat.


Lokasi hutan kematian sangat jauh dari pemukiman penduduk, butuh waktu satu minggu untuk sampai di desa terdekat namun Lin Zhu bisa mempersingkat waktu perjalanannya bila dia mau, tapi Lin Zhu yang masih berpenampilan layaknya seorang pengemis itu memutuskan untuk berjalan santai saja padahal dengan kemampuannya Ia dapat sampai ke desa terdekat dalam 2 hari.


Suasana disekitarnya masih terasa kelam namun sejuk karena disepanjang jalan pohon-pohon tumbuh dengan baik. Lin Zhu terkadang berjumpa dengan hewan-hewan kecil yang sedang mencari makan, Lin Zhu akan berhenti sejenak bila hewan yang dijumpainya adalah kelinci.


Lin Zhu ingat kalau dikehidupannya dulu yang menjadi binatang kontraknya adalah kelinci salju dengan ranah yang sudah mencapai tahap yang setara dengannya, Lin Zhu sangat menyukai kelinci hingga saat memilih bintang kontraknya pun Ia menentang keinginan pendeta agung yang menginginkan Lin Zhu untuk mengontrak Harimau gurun.

__ADS_1


Mumpung masih di hutan apakah sekalian saja Ia mencari hewan spiritual untuk di kontrak? Sudahlah mungkin nanti saja Ia pikirkan lagi karena normalnya seorang kultivator baru bisa membuat kontrak dengan binatang spiritual saat sudah berusia 16 tahun, masih membutuhkan 2 tahun bagi Lin Zhu untuk dapat melakukannya.


“Qi Lu, apakah kamu tidak bisa keluar dan menemani ku untuk berbicara? Aku sangat bosan” Keluh Lin Zhu, setelah Lin Zhu pergi keluar dari gubuk Qi Lu memilih untuk tinggal di dalam cincin ruangnya.


‘Tidak bisa nona, energi di luar terlalu tipis dan bisa membahayakan saya karena harus mengeluarkan energi yang besar untuk mempertahakan wujud roh saya, lagipula kita tetap bisa berkomunikasi lewat telepati seperti saat ini’ ucap Qi Lu yang hanya bisa didengar oleh Lin Zhu


*Note : bila telepati kita bedakan dengan huruf miring ya agar tidak bingung*


“Ugh, berbicara seperti ini tidak asik, ini seperti aku sedang berbicara dengan diriku sendiri karena hanya aku saja yang terlihat berbicara” keluh Lin Zhu.


“Kau-“ Lin Zhu menunda ucapan yang ingin Ia ucapkan saat Ia merasakan kalau di depan sana ada beberapa orang yang mungkin tengah terlibat dalam pertempuran karena merasakan luapan energi serta terdengar suara senjata yang saling berbenturan meskipun terdengar samar ditelinganya karena jarak yang Ia kira masih lumayan jauh dari tempatnya berdiri saat ini.


Lin Zhu bimbang, haruskah Ia menghampiri orang-orang itu atau menghidar dengan memilih jalan memutar yang kemungkinan akan membuatnya semakin lama untuk sampai ke desa terdekat.


“Qi Lu, haruskah aku mendekat atau menghindar?” Tanya Lin Zhu.

__ADS_1


'Nona bisa mendekat dan melihat situasi, siapa tahu ada pihak yang membutuhkan bantuan karena biasanya bila ada pertempuran disekitar sini pasti ada pihak jahat yang sedang mencari keuntungan' jawab Qi Lu.


“Baiklah, mari kita lihat situasinya terlebih dahulu baru memutuskan apa yang akan kita lakukan nanti” ucap Lin Zhu.


Lin Zhu pun mengubah jalurnya, tadinya Ia berjalan santai kini Ia memutuskan untuk naik ke atas pohon melewati satu persatu pohon dengan teknik meringankan tubuh dan tak lupa Ia menghapus hawa keberadaannya agar orang-orang itu tidak menyadari kehadirannya.


Suara pertempuran itu semakin jelas terdengar seiring dengan langkahnya yang mendekat ke area tempat pertempuran berlangsung. Saat dirasa posisinya sudah dekat dan dapat melihat segalanya dengan jelas, Lin Zhu pun menghentikan langkahnya. Ia duduk santai diatas dahan pohon dan mengamati jalannya pertempuran.


Seperti yang Qi Lu ucapkan tadi, salah satu pihak yang melalukan pertempuran memiliki niat jahat. Lin Zhu dapat menebaknya karena pihak lainnya pasti berasal dari keluarga bangsawan melihat sebuah kereta mewah yang dikelilingi penjaga dan pihak lainnya berpakaian serba hitam, sepertinya mereka adalah kelompok bandit yang mendiami daerah ini.


Sejauh ini sepertinya kedua kelompok terlihat seimbang dari segi jumlah maupun kekuatan hanya saja pihak satu sibuk menyerang dengan brutal dan satunya lagi sibuk bertahan menjaga disekitar kereta kuda dan menyerang, hal itulah yang merepotkan.


Pihak satu leluasan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang tanpa memperdulikan kawannya sedangkan pihak satunya lebih banyak bertahan dengan fokus terbagi. Andai ada satu orang yang berada di tahap kaisar langit mungkin pihak yang bertahan itu mampu melakukan perlawanan balik.


Pertempuran seperti ini jelas tidak seimbang, kalau dibiarkan maka pihak yang menyerang secara brutal itu akan diuntungkan tapi masalahnya Lin Zhu masih bingung apakah Ia harus menolong atau tidak?. Lin Zhu masih belum mengerti mengerti mengapa bisa ada kelompok bangsawan berada di sekitar hutan kematian dengan jumlah penjaga yang minim seperti itu? Apakah keluarganya sudah gila? Masa iya mereka tidak tahu kalau tempat disekitar sini amatlah berbahaya? Binatang spiritual iblis saja sudah berbahaya ditambah para bandit yang terdiri dari kultivator liar itu. Jelas saja, datang ke wilayah yang pantas mendapatkan julukan wilayah iblis ini dengan jumlah pengawalan minim merupakan tindakan bunuh diri.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2