
“Adik Zhu, selanjutnya kita akan pergi kemana?” Tanya Ji Han, saat ini keduanya melanjutkan perjalanan dengan santai padahal kalau mau mereka bisa naik kuda yang ditinggalkan pengawal Ji Han.
“Aku berencana pergi ke desa terdekat, aku ingin membeli beberapa potong pakaian karena persediaan pakaianku sudah habis. Kain-kain itu sangat rapuh sehingga setiap kali melakukan pertempuran aku harus selalu berganti pakaian dan satu-satunya baju yang tersisa adalah yang aku kenakan saat ini, bukankah aku lebih terlihat seperti seorang pengemis daripada seperti seorang kultivator pengembara?” jawab Lin Zhu penuh dengan keluhan dan kebohongan.
“Kau benar, saat pertama kali melihatmu saja aku mengira kalau kau hanyalah pengemis yang tersesat” ucap Ji Han jujur.
“Kau ini Jujur sekali ya, kini setelah berjalan denganmu aku malah terlihat seperti seorang budak yang baru saja dibeli dari pasar budak. Pakaianmu itu apakah tidak kelihatan terlalu mewah? Pakaian itu membuatmu terlihat seperti seorang tuan muda dari keluarga bangsawan, kualitasnya sungguh terlalu bagus” ucap Lin Zhu.
“Kau benar tapi mau bagaimana lagi? Pakaianku semuanya terbuat dari kain kualitas terbaik dan harganya bisa mencapai 5.000 koin emas per pakaian” ucap Ji Han.
“Kakak, bukankah keluarga mu terlalu kaya? 5.000 koin emas untuk satu pakaian bukankah itu terlalu boros? Itu bahkan bisa menghidupi 20 keluarga selama satu tahun!” ucap Lin Zhu tak habis pikir, apakah barang-barang di zaman harganya sangat mahal? Lin Zhu hanya menyimpan 100 koin emas di kantung penyimpanannya, kalau tahu begitu Ia pasti akan menyimpan lebih banyak.
“Itu adalah hal yang lumrah bagi bangsawan klan besar, 5.000 koin emas tidak berarti apa-apa untuk sebuah pakaian. Pakaiannya kan terbuat dari kain kualitas atas, tidak mudah rusak dan nyaman saat dipakai sehari-hari maupun saat bertempur” jelas Ji Han.
“Sebaiknya kakak juga membeli beberapa potong pakaian nanti, wajahmu saja sudah terlalu mencolok ditambah pakaianmu itu sungguh cocok bila ingin menjadi pusat perhatian” saran Lin Zhu.
“Aku memang berencana membeli beberapa potong baju, tidak baik bagi seorang yang tidak memiliki kekuatan sepertiku tampil terlalu mencolok. Itu akan menimbulkan masalah dikemudian hari” ucap Ji Han, ingat hanya kultivasinya saja yang hancur. Ji Han masih sosok yang pintar dan berwawasan luas.
“Bagus, kakak tenang saja. Aku memiliki sebuah cara agar kakak dapat berkultivasi lagi” ucap Lin Zhu, Ji Han tidak terlalu menganggap serius perkataan Lin Zhu karena dia tahu kalau itu adalah hal yang mustahil.
***
Lin Zhu dan Ji Han akhirnya tiba di desa terdekat setelah menempuh perjalanan selama 13 hari karena mereka harus beristirahat mengingat Ji Han kini hanyalah manusia biasa yang butuh makan, minum dan tidur. Selama perjalanan keduanya saling bertukar cerita bagaimana keduanya bisa berakhir sebagai anak yang terbuang, Ji Han menceritakan dengan jujur segala hal yang terjadi pada dirinya dan Lin Zhu menceritakan secara singkat kisah hidupnya dengan sedikit bumbu kebohongan karena Lin Zhu belum bisa percaya secara penuh pada Ji Han.
Desa yang mereka singgahi itu bernama desa Yang, nama yang sama dengan nama keluarga kepala desa sebagai pemimpin desa. Desa itu termasuk desa kecil namun terlihat sangat sejahtera terlihat dari bertapa bagusnya keadaan di desa, Lin Zhu dan Ji Han harus membayar 5 koin perak untuk masuk.
“Baru kali ini aku masuk ke desa namun harus mengeluarkan uang untuk membayar” ucap Lin Zhu.
“Biasanya desa yang menarik uang masuk itu memiliki keamanan yang bagus, uang itu pasti digunakan untuk membayar perlindungan pada klan tertentu yang bersedia menjadi pelindung desa. Mengingat tarif yang dikenakan tidak terlalu besar pasti sosok pelindung itu hanya berasal dari klan kelas 3 atau bahkan klan kelas 4” ucap Ji Han menjelaskan.
“Oh begitu, kakak Han ingin makan dulu atau kita langsung mencari toko pakaian dulu?” Tanya Lin Zhu.
__ADS_1
“Lebih baik kita mencari toko pakaian dulu, kau tidak risih dengan penampilanmu yang mirip gembel itu?” ucap Ji Han, ugh gara-gara uang masuk tadi Lin Zhu sampai lupa kalau penampilannya saat ini benar-benar buruk.
“Baiklah, ayo kita cari toko terdekat”
Keduanya pergi beriringan diikuti tatapan penuh kagum akan sosok Ji Han yang terlihat tampan dan berwibawa, Lin Zhu yang ada disebelahnya sungguh membuat rusak pemandangan hingga ada beberapa orang yang menghinanya tapi Lin Zhu tidak menanggapinya dan terus berjalan dengan acuhnya.
“Permisi paman, dimanakah letak toko pakaian terdekat?” tanya Lin Zhu dengan sopan pada seorang pria paruh baya.
“Di depan sana sekitar seratus meter dari sini ada toko pakaian disebelah kanan” ucap pria itu.
“Baiklah, terimakasih paman” ucap Lin Zhu.
Mengikuti arahan pria paruh baya itu, Lin Zhu dan Ji Han sampai pada toko pakaian yang dimaksud. Toko ini tidaklah besar, bisa dibilang ini adalah toko kecil yang sepertinya menjual pakaian untuk kaum menengah ke bawah.
“Selamat datang di toko kami, ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan begitu Ji Han dan Lin Zhu memasuki toko.
“Tolong carikan pakaian untuk saya dan adik saya” jawab Ji Han.
“Baiklah, silahkan ditunggu” ucap si pelayan kemudian pelayan itu sibuk mencarikan baju untuk kakak beradik itu.
“Kamu mau pakai penutup wajah?” tanya Ji Han.
“Iya, biasanya juga aku pakai hanya saja yang terakhir kali hilang. Aku tidak mungkin mengotori wajahku setiap hari kan?” jawab Lin Zhu.
“Kau benar, memang lebih baik kalau menggunakan penutup wajah. Apakah aku juga harus pakai?” ucap Ji Han.
“Tidak usah, kau cukup pakai tudung saja kalau merasa risih dengan wajah tampanmu yang selalu menarik perhatian para gadis atau kau mau mengenakan topeng? Kalau kita sama-sama mengenakan penutup wajah kita akan dianggap sebagai anggota assassin nanti”ucap Lin Zhu.
“Ku rasa lebih baik mengenakan topeng, sebagai tuan muda genius dari klan Wu wajahku pasti sudah dikenali banyak orang” ucap Ji Han yang terdengar percaya diri namun sayangnya itu memang fakta hingga Lin Zhu tidak dapat membantah perkataan kakak gadungannya itu.
“Baiklah, aku punya beberapa topeng yang bagus nanti akan aku tunjukkan jadi kakak bisa pilih mau pakai yang mana” ucap Lin Zhu.
__ADS_1
“Lalu kenapa kamu tidak menggunakan topeng saja?” tanya Ji Han heran.
“Aku tidak betah, rasanya wajahku terasa berat walaupun topeng yang ku punya hanya bisa menutupi separuh wajah, menggunakan penutup wajah lebih baik” jawab Lin Zhu.
“Permisi, ini beberapa potong pakaian yang saya rasa cocok untuk tuan dan nona” ucap Si pelayan seraya menyerahkan beberapa potong pakaian pada Ji Han dan Lin Zhu.
Keduanya melihat pakaian yang dipilihkan si pelayan, pakaian-pakaian itu terlihat sederahan tanpa banyak riasan, warnanya juga tidak ada yang mencolok dan didominasi dengan warna putih, hitam, abu, dan pastel. Secara keseluruhan Lin Zhu menyukai pakaian yang dipilihkan pelayan itu.
“Baiklah, saya ambil semuanya. Tolong hitung dan bungkus” ucap Lin Zhu.
“Baik nona, pakaian tuan dan nona ingin dibungkus terpisah atau disatukan?” tanya si pelayan, Lin Zhu cukup menyukai pelayan itu karena bersikap sopan padanya meski tampilannya mirip pengemis.
“Tolong bungkus secara terpisah, terimakasih” ucap Lin Zhu.
“Pakaian tuan ada 12 potong, harganya masing-masing 10 koin emas jadi total belanjaan tuan adalah 120 koin emas” ucap si pelayan “untuk nona total ada 15 potong pakaian ditambah penutup wajah, harga masing-masing 11 koin emas jadi total belanjaan nona adalah 165 koin emas” sambung si pelayan kemudian menyerahkan bungkusan berisi pakaian masing-masing pada Ji Han dan Lin Zhu.
“Ini 300 koin emas, 285 koin emas untuk pakaian ku dan adikku, sisanya adalah tip untukmu” Ucap Ji Han seraya memberikan sekantung uang pada si pelayan.
“Terimakasih tuan” ucap si pelayan senang.
“Seharusnya kakak tidak perlu membayar belanjaan ku” protes Lin Zhu, meskipun koin emas di kantung penyimpanannya kurang Ia masih bisa mengambil dari cincin ruangnya.
“Tidak apa, kamu cukup mentraktirku makan saja” ucap Ji Han.
“Baiklah, ayo kita cari restoran mewah setelah aku mengganti pakaian. Kau juga sebaiknya ganti pakaianmu dengan yang lebih sederhana” ucap Lin Zhu.
“Baik” ucap Ji Han.
Keduanya pun berganti pakaian di ruang ganti yang tersedia di toko dan setelahnya mereka melanjutkan perjalanan ke restauran untuk makan dan mendapatkan informasi.
To Be Continued
__ADS_1