The Queen Of Mafia(Ivana E.M)

The Queen Of Mafia(Ivana E.M)
Prolog


__ADS_3

Seorang gadis yang duduk sambil memainkan pisau yang berkilau menandakan bertapa tajamnya pisau itu.


“Siapa yang menghantar kau kemari?"sambil meletakan pisaunya ke getah yang terlilit pada kaki kanannya lalu mengambil segelas wine yang diatas meja dan meminumnya sambil menutup mata.


“Kau tau apa beza wine dengan darah?"tanyanya lagi.


“Wine ia berbisa dan berwarna merah namun tidak sepekat darah,darah ia wangi bisa didonorkan dan bisa diminum juga"ucapnya sambil memainkan gelas itu


Pria itu meludah salivanya ketepi.Pria itu telah diikat


“Kau meludah(lalu berdiri dan menuju ke pria itu)tunjukan mana lidah kau yang meludah lantai ku yang bersih ini"ucal Ember senyum semerik.


Ia bejongkok lalu menarik dagu pria itu


“Lepaskan aku kau banjigan anak bre**se*!!!"teriak pria itu dihadapan Ember.


“Tunjukan lidah mu dulu"melihat pria itu tak kunjung bergerak..


Ember meletakan tangan kanannya diatas bahagian atas gigi pria itu lalu tangan kirinya diletakan dibawah gigi pria itu dan....


Srakkkk


Ia mematahkan rahang pria itu


Jangan ditiruuu


back to the story


Mulut pria itu terlihat panjang kerana sudah dipatahkan.


“Ahkkk!!"teriaknya merintis kesakitan.


Ember tertawa keras penuh kejahatan.....


“Ahahaha teruskan merintis aku suka mendengar manusia sepertimu kesakitan"ucapnya sambil mengeluarkan pisaunya dari getah kakinya.


Lalu menarik paksa lidah pria itu


“Ahkkk ampunnn"rintihan terdengar.Zac dan Max hanya melihat ketepi kerana kasihan.Namun dimata Ember itu adalah munsuh tiada belas kasihan.


Pria itu adalah ayahnya


Srahhh


Srakkk


Lidah ayahnya telah dipotong oleh anaknya.


Ember mengambil lidah ayahnya lalu memasukan kedalam mulut ayahnya dan memasukan tangannya yang sudah memakai sarung tangan karna cara pembunuhanya tealh ia pikirkan sebelum membunuh orang istimewa baginya.


“Ahkkk"bila merasakan tangan Ember yang melusuri tekaknya.


Setelah memasukan lidah ia mengambil ular kecil dari tabung besar yang berwarna emas lalu memasukkan ular itu ke dalam badan ayahnya lalu berdiri.


“Aku mencintaimu ayah kejam"ucapnya lalu pergi

__ADS_1


Ya ayahnyalah kenangan pahitnya.


Flashback


(kisah Ivana E.M)


Seorang gadis yang menangis didalam sebuah bilik gelap yang dipenuhi dengan botol minuman keras.


“Ayahhh....maappin Vana Ayah lepaskan Vana ayah...hisk...hisk...haaa..huhuhu"gadis itu menagis sambil memukul pintu.


Clekkk


Pintu terbuka


IV terjatuh


“Ahkkk ayah maapin Vana yah"sambil memeluk kaki ayahnya


Namun ayahnya malah menendangnya dengan kasar membuatkan gadis yang berumur 9 tahun itu terpelanting jauh


brukkk


“Kau bukan anak aku,anak aku hanya Evana Envangelina Thomas"ucapnya sambil memeluk seorang anak kecil yang mirip dengan Iv


“Evana tolong kakak Ev"teriak Iv


Ev pun merontak mendengar kakaknya meminta pertolongan namun ia dipeluk erat


“Engkau anak haram bukan anak aku ngerti"gertaknya lalu menutup pintu itu dengan kasar


“Hisk...hisk....aku benci sama ayah...aku benci....aku.janji bakal bunuh kalian semua...hisk...hisk"


׺°”˜`”°º× 🎀


Hari ke Tujuh


Gadis itu langsung tidak makan atau minum.Ia diperlakukan seperti anjing yang ditinggalkan Tuannya


Akibat kelapar ia pun pingsan


Bajunya yang lusuh dengan pakaian yang terkoyak badannya pun menjadi kotor dan hitam seperti arang.


Ia terbagun lalu bangkit.


“Aku harus keluar"


Lalu melihat sekelilingnya untuk melihat bahan apa yang bisa memecahkan pintu itu.Matanya tertuju kepada sepuah axe lalu berlari untuk mengambilnya namun langkahnya terhenti melihat ular yang menari


Suuuuuu


Ular itu menjelurkan lidahnya


Ia mundur dan mundur dan


Brukkk

__ADS_1


Ia terjatuh karna kakinya tersangkut batu.


Ia lalu mengambil batu itu lalu membaling ke arah ular itu dan berlari laju menuju ketempat kapak mengambilnya secepat kilat lalu membunuh ular itu.


“aaaaaaaa"teriaknya sambil membunuh ular itu.


Ular itu sudah hancur akibatnya,ia pun memukul pintu itu sekuat tenaga dan akhirnya ia bisa keluar dan kandang yang penuh kegelapan.


Ia pun berlari sejauh mungkin dan tibalah ia di sebuah kota.


Ia melihat orang menjual makanan lalu berlari ingin mengambilnya.Namun sebuah mobil alpard yang sedang meluncur jauh.


*Ceitttt


Brukkk*


Mobil alpard itu membrek keras dan Iv telah


diselamatkan oleh seorang pria yang terlihat sama umur dengannya.


“Kamu tidak apa-apa?"tanya bocah lelaki itu.


Iv hanya mengeleng


“Yuk ikut aku" lalu menarik tangan Iv.


Iv pun tidak tau hala pun hanya mengikuti bocah itu


Tibalah disebuah tempat perlindungan yang kecil dan ada seorang bocah lelaki yang duduk termenung.


“Duduklah"ucap bocah itu lalu duduk disamping Iv


“Nama kamu siapa?aku Max"sambil menghulurkan tangannya.Iv terdiam


“Ada apa itu Max"ucap Zac lalu menuju ke arah mereka berdua


“ini gadis ini ingin berjalan namun tidak melihat kenderaan"ucap Max santai


“Ibu sama ayah kamu mana?"tanya Zac.Zac yang terlihat sedikit tua dari Max lebih lancar berbicara.


Melihat Iv tidak berbicar ia pun ingin memusingkan badan tapi tangannya dipegang oleh Iv lalu berkata


“Ibu..ayah...aku...nggak...punya ibu ama ayah mereka akan mati suatu hari nanti...MATI DITANGGANKU"ucap Iv penuh kebencian.


Zac dan Max hanya saling pandang.Zac bisa meliahat aura kebencian yang meluap-luap diwajahnya hanya diam seribu bahasa..


Sejak dari itu Iv berkerja mencari uang walau selalu dimaki dan dimarahi karna kerja tidak yang bener sampai suatu saat ia tumbuh menjadi gadis cantik yang mempunyai posture tubuh yang tinggi dan dinggin.Ia sukses menjadi seorang gadis bisnes.


Off flascbak


Dah guysss oh ia aku belum kasi Visual iv


Ivana E.M_Ember


__ADS_1


pinteres


__ADS_2