
“Urghhh!!"erang Iv keras sambil memegang kepalanya.
Kepalanya terasa ingin meledak yang dipenuhi pelbagai masalah dan dipenuhi alcoholism.
“Rise and shine Iv"ucap Zen yang duduk sambil membaca buku tentang ekonomi.
“Aku... Zen?"tanya. Iv
“Yeah malaikat tampanmu"ucap Zen yang mengigati hal yang Iv katakan.
“Pakailah pakaianmu"ucap Zen santai.
Mata Iv melotot sempurna.
Ia menyentuh badannya dan benar saja Iv tidak berpakaian sama sekali
"你对我做了什么啊!!"ujar Iv dalam bahasa Mandarin bermaksud(apa yang kamu lakukan hah!!)
"Nǐ yīdìng méiyǒu zuò duì shénme. Qǐng gàosù wǒ nǐ cóng wèi duì wǒ zuòguò rènhé shì"ujarnya lagi. (kau pasti tidak melakukan apa apa kan. Bilang sama aku kamu nggak pernah ngelakuin apa apa ke aku please)
“The problem is I don't know what you're saying stupid"ucap Zen.
apa yang gadis ini bilang batin Zen
“I said, you didn't do anything to me right"tanya Iv yang masih gelisah
“Just check it by yourself woman"ucap Zen sudah mulai geram. Mana tidaknya sudah ditolongin malah ngeselin
Flashback
“Kau!!"melihat Iv tiba-tiba menciumnya.
“Kau adalah pria tertampan yang tidak pernah ku tapi kau malah menyukai Eva. Hahaha dasar stupid, bodoh,sialan and mahkluk Alien!!!"teriak Iv. Kegilaannya tiada tandingnya disaat mabuk.
“Malaikat Tampan hehehheh"ucap Iv terkikil
“Hehehe Alien!!!"teriak Iv lagi sambil meminumi Campaign dengan satu botol tanpa mengunakan gelas.
Zen mengelengkan kepalanya
“Aku ini sangatt.... hoek.. hoek.."ucap Iv dengan suara beratnya lalu memuntahkan semua isi diperutnya. Muntahnya terkena pada baju Zen. Iv pun tertidur pulas
“Arghhh sialan!!"teriak Zen geram.
Ingin sekali aku mencampakanmu laut cina selatan batin Zen.
Ia pun membersihkan diri dan setelah itu ia mengantikan pakaian Iv.
Bersusah payah Zen menguatkan Imamnya ketika melihat badan Iv yang sangat indah namun terlihat kurus.
“apa gadis ini tidak makan atau apa, badanmu sangat kurus tapi kekuatanmu... ck..ck... sungguh wanita gila yang liar"ucap Zen lalu pergi setelah membuka seluruh pakaian Iv.
Flashback Off
Iv hanya terdiam melihat Zen menceritakan ulahnya namun satu yang Zen tidak ucapkan.
Part Iv mengatakan bahwa Zen adalah pria tertampan
“Huh!!"Iv mendegua kesal.
“Yang kesal sepatutnya aku bukan kamu"ucap Zen yang sudah berada didepan Iv.
Iv terkejut lalu menjauhkan dirinya dari Zen. Namun Zen menahan tangan Iv lalu meletaknya dikepala Iv.
“Apa kau tahu apa hukumanmu setelah mencium paksaku dan memuntahkan isi diperutmu itu"ucap Zen dengan intonasi garaunya.
Iv berusaha kuat dihadapan Zen dengan melihat Zen. Namun mata helang Zen yang membalas tatapan Iv. Iv dapat merasakan bahwa dirinya telah ditelanjangkan bulat-bulat pabila mata helang milik Zen memandang matanya yang berwarna abu-abu. Beberapa kali Iv menelan salivanya dan melawan tenungannya.
Dan akhirnya Iv mengalah.
“Lepaskan aku dahulu"ucap Iv sambil melihat ke arah tepi. Takut melihat mata Zen
“Hmmm... kau belum tau apa hukumanmu"ucap Zen
“Ihh kasi tau ajalah!!"ucap Iv setengah berteriak
“Baiklah... hukuman mu adalah melayanku disini"ucap Zen
Mata Iv hampir tercabut dan mulutnya terangkat sebelah.
“Apa dasar kau pejaka mesum"ucap Iv lalu terdiam.
Apa yang barusan ku katakan pejaka mesum, yah kalo pejaka nggak mesum sih.. ahhhkkkk bodo amat mulut sialan gue batin Iv
__ADS_1
“Pejaka mesum bagaimana kau bisa tau bahwa aku masih pejaka"ucap Zen dengan nada sexynya.
“Urghh... itu... aku.... cuma... ha... aku cuma meneka"ucap Iv gugup.
“Ceh"lalu bangun.
“Hukumanmu adalah menulis MALAIKAT TAMPANKU ZEN VICTOR. ucap Zen bangganya.
“Apa!!!"teriak Iv
“Bersiaplah, bajumu ada disitu"mumuncungkan mulutnya ke arah lemari besar berwarna coklat.
Setelah itu Zen keluar.
Iv pun bangun dengan badan polosnya.
Iv melihat kamar mandi yang luas dan dipenuhi konsep berwarna hitam.
“Wow, seperti ini ya warna kamar mandi pria"ucap Iv terkagum
Iv mandi namun tidak berendam.
Setelah membasahi badan Iv melihat seluruh shampoo milik Zen.
Dan semuanya shower dan shampo pria dan baunya sangat harum.
Iv menghirup bau masculine itu dan mengambil baju Iv dan membubuhkan ke baju Iv yang diletakan oleh Zen.
Kenapa Iv membubuh?
Karna ia ingin menghirup bau yang amat mengoda itu dan teringat akan wajah Zen.
Iv menuju ke arah closets lalu memilih baju berwarna putih dan celana berwarna kegelapan. Ia menguncir rambutnya dengan tinggi.
Rambut indah Iv pun disisir pelan
Iv tidak megenakan sebarang make up atau pun polesan pada bibirnya yang berwarna pinky dan kemerah merahan
Setelah selesai Iv keluar lalu bersiap untuk keluar.
Iv baru keluar namun tangannya ditarik lalu dibawa ke sebuah bilik yang bercat Oren.
“What the hell are you doing huh?"tanya Iv keheranan.
Iv mundur, namun Zen mendekatinya dengan pelan sampai badan Iv terjatuh diatas meja kecil dan ada kerusi kayu.
apaan ini batin Iv
Saat melihat meja dan kerusi.
Zen mengunci badan Iv yang terbaring dimeja.
“Kau sudah tau apa hukumanmu"
“Nggak usah basa-basi lagi sih... kasi tau aja"ucap Iv kesal.
“Ok fine... (antonasi suara Zen berubah lain (sexy))
Zen lalu berdiru dan mundur memberi ruang untuk Iv berdiri.Zen memeluk tubuhnya dengan kot dibelakangnya.
Wow machooooo teriak Iv dalam hatinya
Melihat style macho Zen.
“Apa kau tergoda"goda Zen.
Iv tersedar lalu bangun.
“Kau liat meja itu dan liat pen ama kertas silakan tulis malaikat tampanku Zen Victor 2000 kali"ucap Zen
Iv melototkan matanya.
“Ujian apaan ini"bantah Iv
“Apa kamu mau ujian diranjang gitu kalau begitu kamu pilih ujian diranjang atau ujian di meja"ucap Zen santai.
What aku yakuza diperbodohkan oleh pria sialan nan alien ini dasar mahkluk Jupiter batin Iv yang tak habis habisnya memaki Zen didalam hatinya.
“Aku pilih tulis"ucap Iv dingin lalu duduk dan menulis apa yang Zen suruh.
Zen ingin tertawa namun ditahan
Setelah mendengar berberapa keluhan Iv yang kesal Zen tertawa keras.
__ADS_1
“Kau.... "
Kau dasar pria Jupiter ingin sekali aku menghantarkanmu ke planet Plouto yang sudah tidak wujud itu... pria sialan. Dan dia sengaja ngak kasi Ac dibilik ini dan hanya dikasi penapis udara Dyson batin Iv
Peluh Iv sudah bercucuran
Merasa panas Zen keluar dengan senangnya.
Iv yang sudah kepanasan pun hanya mempercepatkan tangannya untuk menulis perkataan sialan itu katanya😂.
Tangan Iv tergetar.
“Aduh sialan"ucap Iv
“Aku sumpah kau agar ketawa hingga perutmu sakit dan aku bakal mengambil organ pada badanmu dan membakarnya seperti barbeque"umpat Iv
Sedangkan Zen yang melihat melalui cctv hanya menahan geramnya.
Sialan ni cewek nyumpahin gua lagi batin Zen
kembali ke Iv
Sudah tidak tahan dengan kepanasan yang tiada tandingnya dan perkataan yang Iv sudah hampir selesai ia lalu mempercepatkan tangannya dan memaksa untuk laju.
Setelah habis pena itu pun patah.
brak
nafas Iv berderu kemudian ia menuju ke jendela
Ia ingin membuka namun besinya sudah berkarat.
Dengan panasnya diri Iv dan hatinya yang sungguh panas meninju cermin jendel itu namun tidak bisa.
Iv menarik nafas dalam-dalam kemudia
Perchhhh
(bayangkan saja bunyi cerminya pecah😂)
Iv menendang cermin itu sehingga pecah kemudia menghirup udara
prok prok
“Lumayan"ucap Zen
Iv menoleh dan ingin melawan Zen namun...
“Aakhhh"perut Iv basah dan terlihatlah darah segar yang bercucuran.
“Zzzz.... Zen"lalu terjatuh
Pandangan Iv kabur
Zen berlutut melihat wajah Iv.
Didalam lubuk hatinya ia tidak tega namun egoisnya sudah naik ke ubun-ubun, tiada siap dapat menghalang Zen membunuh orang
“Lex... "panggil Zen
Setelah itu muncullah sosok pria berbadan tegap rambut berwarna putih
“Thank you bro"ucalnya sambil menepuk bahu Zen lembut
Alex memangil bawahannya untuk mengangkat Iv.
“Buang dia di tempat sepi dan tiada penghuni, pastikan tiada jejak pembunuhan atau kesan darah."ucal Alex
Iv dibaling ke arah longkang besar.
Setelah itu anak buahnya pergi.
Setelah beberapa minit mata Iv terbuka laju
Iv bangun lalu melihat perutnya masuh tercucuk kaca.
Iv pun mencabitnya pelan
Teriakan gadis itu membuat burung yang berkicau pun lari.
“Akhhh"teriak Iv kesakitan
Iv hidup kembali...
__ADS_1
Bersambung