
Plak
“Rasain tuh"lalu pergi dari pesta yang menyedihkan.
“Nona!!"pangil bodyguardnya.
“Tidak usah menghantarku aku ingin berjalan kaki"
“Tapi nona.."belum habis Zadie menghabiskan bicaranya.Iv memberhentikan langkahnya.
“Huh??apa aku terlihat lemah dimata pria?"tanya Iv dengan nada penuh kebencian.
Zadie menelan salivanya dengan keras.
glukk
“Tttidak Nona adalah wanita terkuat dan sungguh pemberani"ucap Zadie membungkuk.
“Hmm"lalu pergi.
Ia berjalan sambil menatap langit...
Ia berhenti lalu membuka hak tingginya lalu memegangnya.
Sedang berjalan Iv tidak perasaan akan sesorang yang memukulnya dan
brukk
Ia Iv pingsan
Orang itu adalah anak buah Alex namun...
ceittt
Brukk
Seorang pria yang berjas hitam keluar dari mobilnya lalu memukul pria tadi.
Ia melihat Iv yang tergeletak dibawah lalu mengendongnya memasuki mobil.
Pria itu adalah Victor Zen
Zen menatap lekat wajah wanita itu.
Ia tersenyum penuh makna
********
“Ehmm"Iv terbangun dan mengeliat.Saat membuka matanya ia terkejut.
“Ehh aku ada dimana?"dengan wajah memelas.
Tap tap tap
__ADS_1
Iv segera menoleh mendengar bunyi tapakan kaki.
Munculah seorang pria berbadan tegap nan rupawan yang lebih tinggi dari dirinya.Kalau Zac dengan Max sih sama tinggi.
Mulut Iv terngaga melihat ketampanan pria itu.
Apa yang kau pikirkan Iv batin Iv lalu memalingkan wajahnya.
“Apa kau sudah sadar"suaranya begitu garau.Membuat Iv ingin berteriak.Ia menyukai pria yang matang.
Ahhhh ya Tuhan mengapa dia sungguh tampan batin Iv
“Ehemm sudah"mengembalikan eksperisi datarnya seperti biasa dinggin.
“Aku dimana dan kau siapa"balas Iv.
“Aku Victor Zen"dengan suara garau.
“Zen?"ucap Iv.
Jadi ini yang bernama Zen tampan sih hehehe batin Iv
“Kau nama kau siapa?"
“Aku Vana"ucap Iv memperkenalkan diri
“Vana?"
“Emm Vana"ucap Iv senyum pertama kalinya.
Isterihat lah Iv agar kau lebih lama disini dan akan mati disiksa disini batin Zen
“Tapi aku dimana?"
“Kau dirumah ku, Villa"
“Viivila...dimana?"lalu menuju ke arah tingkap dan membukanya.
Mata Iv hampir terkeluar melihat kawasan tersebut.
“Iiiini...Ini Villa Keluarga Thomas"lalu berlari ke bawah.
Zen pun mengejar Iv.
“Vana!!"teriak Zen
aku nggak bisa ngelepasin pembunuh cintaku begitu sahaja batin Zen
Iv berlari keluar lalu berhenti disebuah gudang besar yang kini terlihat sedikit terawat.
Iv terduduk.
“Bbener ini...ini....rumahku"meneteskan air mata.
__ADS_1
“Gudang ini tempat ku"sambil tersedu-sedu menangis.
Zen yang melihat Iv yang menangis sambil melihat gudang itu
Mungkin ini waktu ku untuk menyiasat semuanya batin Zen
“Apa yang terjadi dahulu"
“Tempat ini kau gunakan sebagai apa?"tanya Iv semula.
Sabar Zen Sabar batin Zen
“Ini tempat penyiksaan penghianat dam pembunuh"
Seperti dirimu dan tempat ini juga akan kau tempati batin Zen
“Jangan siksa mereka,karna mereka pasti akan bangkit dan akan membalas dendam padamu"ucap Iv.Ia juga seperti itu.Namun ia salah,sesiapa yang dibawa kesana memang akan dibunuh tanpa ampun.
“Katakan padaku apa yang telah terjadi"
“Dahulu aku adalah anak tiri pemilik Villa yang telah kau beli ini,Ayah kandungku meningal karna kecelakaan dan ibuku menikah lagi bersama Thomas.Dia membenciku karna aku anak Malhotra dan bukan anaknya.Aku juga tidak tau mengapa Evana juga bisa mirip sama aku sedangkan kami nggak punya ayah yang sama."
“Karna bencinya Thomas padaku ia mengurungku disini dan ibuku telah menjadi isteri kepada pria tajir"Iv mengengam erat bajunya.
“Lalu ibuku sudah tidak ambil peduli terhadapku langsung bahkan...bahkan...aaku..dilayan seperti anjing ia tidak peduli sama sekali.Diberi sisa makanan mereka..hisk..aku disemprot dengan air paip jika ingin diberi mandi.Aku manusia, aku juga punya hati...tapi kenapa mereka begitu kejam padaku apa dosaku?"sambil memukul tanah
Zen memeluknya membuat Iv berhenti.
Deg
Jantungnya berdetak cepat saat Zen memeluknya
aku tidak akan peduli apa yang kau rasa,munsuh tetaplah munsuh batin Zen
Namun ia sedikit kasihan pada gadis itu.Ia tepiskan rasa kasihannya itu.
“Vana apa arti Ivana (E.M)itu"
“Ivana Evangiline Malhotra Vence"
“Namamu sungguh panjang namun bagus"
“Nama adikmu"
“Evana Evangelina Thomas Anton"ucap Iv
Lalu termenung.
Zen lalu mengendong Iv
Iv memberontak.Namun Zen dengan segera mencium bibir Iv membuatkan Iv terdiam dan terpingsa.
Ciuman pertamaku batin Iv
__ADS_1
Haaa guyss sudah nih like ya please....kasi semangat sama othor
Btw Tq for reading