
“Kalian sudah membuangnya?"tanya Alex dengan raut gembiranya.
“Ia Tuan"ucap anak buahnya.
“Bagus, itu bonus kalian"menunjuk ke arah uang dan 5 wanita malam.
Para anak buahnya pun tersenyum puas dengan hadiah itu.
Sedangkan di mansion Iv
“Kak Iv mana ya?"Tiara tertanya pada Iv yang belum juga balik.
“Tii... Tia"lirih Iv memegang perutnya yang masih berdarah.
Sontak hal itu membuat Tia terkejut lalu memapah badan Iv dan memangil Max yang sedari dari tadi mengentikan Zac menangis seperti seorang bayi.
“Tia kau... Iv!!!!"teriak Max melihat perut Iv yang terus dialirkan darah pekat dari perutnya. Mendengar perkataan Iv Zac pun keluar cepat dan turun ke bawah.
“Iv apa yang terjadi padamu?"ucap Max dan Zac berduaan.
Iv bukan menjawab malah ia menangis dan ketawa melihat aksi mereka yang takut terjadi apa-apa pada Iv
Masalah tadi Iv ketepikan dahulu(Masalahnya dengan Zac)
“Hisk... hahah.. hisk... haha"Iv tertawa sambil menangis.
“Iv bisakah kamu... aishhh"ucap Max yang sudah mengeluh
Max pun memapah Iv naik keatas.
Zac tertegun...
Selama ini dialah yang selalu membantu Iv jika keadaanya seperti itu.
Air mata Zac jatuh lagi.
Tia memeluk Zac membuatkan Zac terkejut
“Sabar mungkin Iv tidak mau bertengkar denganmu, biarlah dia istirihat"ucap Tia
Zac terdiam merasakan pelukan gadis itu dan disaat gadis itu memeluknya jantung gadis itu berdegup kencang seolah ingin melompat membuat Zac senyum dan memegang tanagn Tia.
“Eh... "
“Kuy.... kamu ikut aku"ucap Zac dengan senyuman lembutnya.
Mereka tidak bertengkar seperti dahulu lagi dan Zac tidak memangil Tia bocah karna sikap yang bocah itu miliki bukan sikap bocah melainkan sikap gadis dewasa yang beremaja.
“Heiii!!!"teriak Max dari tingkat atas
“Kalian mau kemana, nih Iv gimana? "tanya Max
“Kami ada urusan mendadak"ucap Zac lalu membawa Tia keluar.
“Aishhhh... ni bocah..."ucap lalu masuk ke bilik Iv.
Max terkejut melihat Zen
“Hei kau bagaimana kau bisa disini dan dari mana jalanmu?"tengking Max
Zen memuncungkan mulutnya melalui cermin
“Kau..."
brukkk
Badan Max terjatuh....
Ya anak buah Zen yang memberikan suntikan obat tidur.
Max pun dibawa pergi.
__ADS_1
Sedangkan Zac dan Tia belum memgetahui kejadian itu.
“Ck... ck... kau memang wanita Iblis.. sampai sekarang kau belum juga mati"ucap Zen sambil memeluk tubuhnya
Mata Iv terbuka dan ia melihat Zen ditepinya.
“Kau tahu kenapa aku tidak bisa mati"ucap Iv sambil bangun tanpa rasa sakit.
Iv yang sudah kebal pada cucukan pun tiaa rasa sakit baginya walau belum diobati..
“Kau"ucap Zen tak percaya melihat Iv.
Zen lalu menyentuh bahu Iv dan menolaknya pelan.
Zen membuka baju dibahagian perut Iv.
“Kau... apa yang kau lakukan hah!!"gertak Iv
“Diamlah"ucap Zen dengan malasnya melayan Iv
Iv diam kemudian membiarkan pria itu mengobatinya.
Pria ini kenapa? setelah membunuhku ia dengan senangnya ia mengobatiku ada apa didalam pikirannya batin Iv
Zen yang masih focus mengobati Iv pun melihat wajah Iv
Wajah Iv dan Zen sangatlah dekat kira kira 1jengkal
Zen melihat manik mata Iv sama juga dengan Iv sama menatap mata Zen
Kedua-duanya seolah-olah berbicara melalui mata masing-masing.
Hening...
Zen baru sadar akan kecantikan Iv dari jarak dekat dan mata milik Iv sangatlah cantik bahkan jika melihat matanya kita bisa terpana dan mata Iv yang sedikit sepet
Iv melihat wajah Iv hanya tertegun...
“Sudah puas melihat.... "ucap mereka serentak kemudian Zen menjauhkan diri dari Iv.
“Zen.... kenapa kau.... Kau ingin membunuhku dan menyelamatkan ku semual ada apa didalam otakmu itu?"tanya Iv secara jujur.
Sontak pertanyaan. Iv membuat Zen gugup...
“Iiitu.....sebahagian... dari hukumanmu"ucap Zen tanpa sedar akan perkataan yang ia ucapkan
“Cih... sebahagian dari hukuman.. trus kalo hukuman ngapain nyelamatin aku.... hukuman adalah hukuman bukan setelah menghukum akan menyelamati dan satu lagi setelah tanpa dosa kau mencucuk kaca itu ke aku dan sekarang ingin mengobatiku"ucap Iv santai.
Zen tersenyum kecut...
“Kau salah"ucap Zen mengambil rokok lalu menyalakan api dan membakar rokok itu dan menyedutnya.
“Trus.. "ucap Iv
“Aku merawatmu agar kau bersedia dengan kejadian yang tak terduga dihidupmu selepas ini"ucap Zen lalu membuang rokok itu dan menginjaknya.
“Apa maksudmu"
“Heh"hanya itu jawaban yang dilontarkan oleh Zen lalu pergi melalui tingkap Iv. Zen melompat dari tingkat 2.
“Kejadian yang tak terduga"ucap Iv yang mengulangi perkataan Zen.
Kemudian Iv baring.......
Zac Dan Tia
“Tia kamu... suka nggak sama aku?"tanya Zac hati-hati.
Tia yang sedang enak-enakan meminumi air pun tersedak
“Uhuk... uhuk... "Zac segera mengelus pundak Tia dengan pelan
__ADS_1
Setelah tenang Tia pun memulai bicara
“Tadi itu kamu nanyai aku kalo aku suka nggak sama kamu jawaban aku... aku tidak tau tapi aku berasa selesa berada didekatmu"ucap Tia santai. Ya Tia gadis yang jujur.
“Sama aku juga selesa ama kamu"ucap Zac lembut
Zac mendekatkan wajahnya ke wajah Tia.
Tia gugup namun menutupi kegugupannya saat berdekatan dengan Zac.
Zac kau sangat tampan batin Tia
Cantik seperti gadis Thailand batin Zac.
Zac melihat manik mata milik Tiara yang berwarna coklat dan matnya tertuju kepada bibir yang berwarna pink. Bibir tipis milik Tia pun diciumi oleh Zac sekilas membuat Tia terdiam.
Cc... ciuman pertamaku... diambil oleh... pria yang selalu memangilku bocah.... batin Tia
Matanya setia melotot tertegun
“Apa sesedap itu ciuman ya?"ucap Zac membuat Tia bangun kemudian membelakangi Zac namun kepalanya menoleh.
“Kau harus bertanggungjawab,kau sudah mencuri ciuman pertamaku"ucap Tia
“Baiklah"
“Huh"
Zac tersenyum mesterius
Iv..
“Urghh"Iv mengerjapkan matanya namun ia terikat dikerusi
“Apa ini aku ada mana?"tanya Iv sambil meronta
Terdengar suara bisikan berbahasa Jepang dan kemudia munculah sesosok pria paruh baya.
“Father"lirih
“I don't have a child who breaks his promise and runs away from trouble. You even run away, you deserve to be punished and one betrayal you commit one finger I will cut off"ucap ayahnya
“But how??.... how.. did you alive? "
“I'm a devil, how could a devil died"
"And thanks to Mr Zen for telling me where my beloved daughter is now. After that get ready, I want to cut off your hand. Ryohei get the knife to me. I want to cut off his hand and then give his hand to the charity center."
“No... "teriak Iv merontak
“Kaico I think it's better for me to do"ucap Ryohei
Pabila Ryohei datang lalu ingin memotong tanganya
“Please help me!!!!"teriak Iv kencang.
Namun disaat ingin memotong Iv menedang Ryohei dan pisau itu terbang ke atas dan sedia disambut oleh Iv dan
segera Iv memotong ikatan pada dirinya lalu berlari.
Ayahnya bukan lawannya....
“Huh.. huh... help... me help!!!"teriak Iv memintai tolong sambil berlari kemudai saat sedang berlari Iv terjatuh didalm lubang
“Ark..."kemudian Iv pengsan karna kelelahan dan kesakitan diperutnya.
Tanpa Iv sedari disitu ada Zen yang menyelamatkannya
“Iv"Zen mendudukkan Iv dipahanya namun Iv masih tidak sadar
“Maafkan aku Iv"ucap Zen lalu memeluk badan Iv yang belum sadarkan diri.
__ADS_1
Para yakuza masih mencari Iv disekeliling.
Sehingga malam mereka terperanglap dilubang kecil.