
Iv mengerjapkan matanya dan terlihatlah seorang malaikat tampan yang sedang tertidur ditepinya dengan dekuran yang sedikit mengangu waktu tidur Iv.Iv melihat wajah Zen dengan lama dan akhirnya Iv bagun dan membersihkan dirinya.
Disaat didalam kamar mandi Zen ia melihat design kamar mandi di villa Zen ini agak berbeda dari design di mansion Zen yang satu lagi.
Iv pun tanpa ragu ragu mengambil sikat gigi electron milik Zen lalu meletakan ubat gigi. Ini pertama kali Iv mengunakan sikat gigi electron seperti ini. Bagi Iv,jika ia mengunakan sikat gigi electron ia akan menjadi malas mengerakan tagannya. Namun jika menggunakan sikat gigi electron Iv tidak harua bersusah payah mengosok gigi.
Setelah itu Iv mandi tanpa berendam karna pikirnya hanya membuang waktu saja. Setelah selesai ia menuju ke arah closet lalu memilih beberapa mini dress yang berwarna ke unggu-unguan dan bermotif flora. Iv terlihat sempurna dengan rambut gelombang besar walau tanpa polesan make up mau pun pelembap Iv tetap cantik seperti bidadari.
Setelah itu ia mencapai dompet milik Zen lalu mengambil black card milik Zen lalu mencapai kunci mobil.
Kemana Iv?
Tentu saja membeli bahan masakan untuknya dan Zen.
Kita skip aja ya..
Setelah tiba di tempat beli belah Iv lalu membeli rumput laut, nasi, wortel dan timun. Setelah itu Iv membeli Ikan Salmon yang belum dipotong.
Setelah selesai Iv membeli cemilan dan es cream perisa vanilla dan perisa coklat.
Zen
Zen terbangun pabila melihat tiada sesiapa disisnya. Zen melihat sekelilingnya dan melihat ke arah meja dimana dompet dan kunci mobilnya. Ia lalu cepat turun dari kasur lalu melompat ke arah meja itu dan membuka dompetnya. Black cardnya tiada dan kunci mobilnya juga.
“Gadis itu lari atau apa?"ucap Zen berbicara sendiri.
Setelah beberapa menit berpikir akhirnya ia pun membersihkan diri dan berendam didalam bathup selama 10 minit kemudian melakukan upacaa mandinya. Setelah selesai ia keluar lalu menuju ke closet dan menggunakan T-shirt dan celana abu-abu.Setelah itu ia ke raung tamu dan duduk dan terdengarlah bunyi klakson mobil milik Zen
Aku pikir dia ningalin aku batin Zen
Iv yang memegang 5 kantong plastik penuh berjalan sedikit senget dan akhirnya
brukk
Iv terjatuh karna barang yang ia bawa sangatlah berat.Zen dengan laju menuju ke arah Iv dan membantunya berdiri lalu mengambil kantong plastik dan membawanya ke arah dapur.
Setelah itu Iv menyusul Zen ke dapur.
Lalu menyerahkan kunci mobil dan black card
“nih card kamu... tadi aku laper trus pergi ke toko-toko terdekat.. dan makanan yang akan ku bikin adalah sushi sama ikan salmon mentah"ucap Iv menyodorkan card dan kunci mobil.
“What... eh... mentang-mentang cewek jepang enak aja elu ya"ucap Zen sambil memegang apa yang baru saja Iv berikan.
“Ehh aku bukan gadis jepang kok hanya saja dipanggil gadis jepang karna ayah... dan aku nggak terlalu fasir dalam bahasa yang sungguh membelit akal aku dan kata mereka padaku berlajarlah bahsa jepang walau sedikit dan terakhir kata mereka “Ganbate Ivana-chan"kata mereka"ucap Iv lalu mengeluarkan bahan makanan dari kantong plastik yang ia beli barusan.
Zen hanya mendengar namun hal itu diketahui oleh Iv bahwa pria itu pasti mendengarkannya.
Setelah itu ia menguruskan hal itu...
Skip...
Zen yang melihat Iv memotong ikan dibahagian tengah tulang ikan itu.
__ADS_1
Zen berbatin lagi
Mengapa gadis ini sungguh handal membuat makanan jepang tanpa belajar dan lihatlah potonganya sungguh bagus dan menarik hati batin Zen yang terkagum melihat Iv yang focus memotong ikan salmon.
Saking focusnya Iv, ia tidak tahu bahwa Zen melihat Iv.
cantik batin Zen
Setelah itu Iv memotong salmon itu satu persatu dan benar saja mata Zen ingin copot melihat betapa kemasnya potongan Iv.
“Wow!!kamu kok pintar banget dalam hal segini biasanya wanita tajir nggak bisa masak trus jijik ama bau bau hanyir ikan dan Geneva aja nggak bisa masak waktu remaja"ucap Zen.
“nggak semua wanita sama, ada yang bisa masak ada yang enggak... makanya kalo mu nikah harus cari calon isteri yang bisa masak supaya kamu nggak beli makanan sendiri setiap hari ke kantor dan kalo mau nikah dan kawin sama Geneva harus diajar masak dulu lah"ucap Iv sambil menghiasa ikan salmon lalu meletaknya ditepi sushi.
Zen hanya diam. Tapi Iv yakin Zen me
“Sip.... siap.."sambil membawa piring itu dengan satu tangan bak seorang pelayan resto.
“Nah makan tuh"ucap lalu duduk di kerusi meja makan lalu disusuli oleh Zen.
Zen mencicpi sambal salmon yang Iv buatkan.
enak batin Zen
“Kenapa kamu malah termenung hah?"tanya Iv pada Zen.
“Itu... enak"ucap Zen malu-malu.
Iv ingin tertawa namun saat melihat mata Zen tawanya pun hilang.
Zen sungguh menyukai makanan buatan Iv.
Kini sushi Iv hanya tingal 1.
Keduanya saling melihat masing-masing dengan tatapan permunsuhan. Iv ingin menjepit makanan itu dengan menggunaka copstick namun Zen menghalang Iv untuk menjepitnya menggunakan copstik miliknya. Keduanya saling mendapatkan sushi dan akhirnya Iv mengalah.
“Aishh.... masa sih laki laki nggak mau ngalah"ucap Iv kesal.
“Kan ada orang yang bilang siapa cepat dia yang duluan"ucap Zen santai lalu ingin melahap sushi itu.
Iv pertambah kesal dan akhirnya Iv bangun,namun disaat punggunya terangkat tanganya malah ditarik membuatkan Iv terjatuh dipangkuan Zen. Wajahnya sangat dekat dengan Zen membuatkan Zen terpana dengan wajah milik Iv.
*Deg deg
Deg deg*
Detak jantung mereka sama sama laju seperti sedang berlari saja mereka😂.
Zen menarik tengkuk Iv semakin lama semakin dekat semakin lama semakin dekat.... mau sampai kapan kamu bilang semakin lama... 😭ucap Zen
Aishhh.. kamu ya sabar dulu ih dasar ya kamu Zen ucap Author.
Yang bener kamu Sam...
__ADS_1
Ringtone Iphone yang membuatkan keduanya terkejut lalu Iv bangun dan membawa piring ke arah dapur lalu mencucinya....
Zen dengan rasa kesalnya mengambil hpnya dan tertulis lah nama author😂bercanda sorry ya...
Tertulis nama Caleb...
Aishh... pengangu aja kau manusia sialan batinya Zen
Zen pun memjawb panggilan dari manusia pengangu mereka itu.
Sedangkan Iv... pipinya merah dan terasa panas
Aduh ada apa dengan jantungku yang satu ini batin Iv
“Zen ada berkas penting yang kau harus tanda tandangi Zen"ucap Cal disana.
“Kau bawa saja ke sini... aku nggak ada selera ama kantorku saat ini"ucap Zen masih dengan kesalnya
“Tapi tuan.... "
“Apa kau tidak ingin berkerja lagi hah!!!"bentak Ze membuatkan Iv yang termenung didapur terkejut lalu pinggan terjatuh dan serpihan kaca terkena pada tangan Iv saat Iv memgumpul kaca itu
Zen menoleh dan melihat Iv terjatuh terduduk memegangi tanganya yang berdarah. Zen membalung hpnya ke seberang lalu berlari pantas ke arah Iv lalu mengangkat badan Iv.
“Ehhhh... Zen aku bisa jalan.. "ucap Iv
“Kamu luka"ucap Zen dengan focusnya
“Tapi Zen..."
“Shutt diam kalo nggak aku cium"ucap Zen. Iv terdiam
Zen meletakan Iv perlahan di sofa lalu mencari kotak First Aid Kit
Setelah menemukanya Zen lalu segera membersihkan luka Iv lalu membalutnya dengan kain perban putih... emang kain perban itu warna itam apa ya... dasar kau author.
“Zen... "ucap Iv lalu digendong oleh Zen
“Eh Zen... mengapa kau mengendongku"ucap Iv
“Kau luka"ucap Zen
“Tapi Zen yang luka itu tanganku bukan kaki ku Zen Victor"
“Oh ia kah?? hehehe gue lupa"sambil tertawa kecil namun ketawa manis Zen dapat didengari oleh Zen.
“Dasar bodoh"ucap Iv lalu pergi ke bawah semula.
“Hey tunggu dulu kau mau kemana hah?"tanya Zen.
“Mau pulang... "ucap Iv lalu pergi namun satu teriakan membuatkan Iv terhenti seketika.
“Iv....!!!!!"teriak Zen
__ADS_1
“Jangan pergi!!"ucap Zen namun masih didengari oleh Iv
Bersambung...