
Mendengar kalimat Primrose, kolom komentar menggila.
Richman: YASH!
Clotshy: Wah, apa ini klarifikasinya?
Lordweeler: Gila! Sudah kuduga kecelakaan itu janggal!
Killthem: LET'SGOOOO!!!!!!!
Slothkid: Woy, ada orang indo kah dimari?
Vivian: Primrose cantik ya~
Steav: Senang melihatmu disini, Rose!
Booby: Ayo cepat ceritakan yang seram nanti kuberi hadiah!
Aku mengalihkan pandanganku dari komentar dan mulai menatap kamera tepat di tengah dengan gugup. Aku bertatapan dengan para penonton.
“Waktu itu …” mulaiku yang berkelana ke satu bulan yang lalu.
“Aku berbohong pada media soal alasanku tidak menaiki bus karena melupakan sesuatu.”
Semua orang yang ada di ruangan broadcast saling melemparkan tatapan saat aku mengaku. Karena mungkin ini juga kali pertama bagi mereka mendengarnya. Primrose memintaku mengarang apa saja soal kejadian waktu itu dengan bumbu-bumbu kebohongan agar ceritaku menarik. Tapi tentu saja aku tidak perlu melakukan itu.
“Kejadian sebenarnya, aku melihat bus sudah penuh dan seorang nenek mencegahku untuk untuk naik. Dia menyarankan agar aku naik bus berikutnya saja,” jelasku.
Primrose pura-pura mengernyit penasaran. Dia memainkan perannya dengan baik. “Kau berbicara dengan seorang nenek? Kapan itu? Di video cctv itu kau tidak berbicara dengan siapapun.” Gadis itu bertanya dengan antusias bak reporter yang haus akan berita yang menjual.
“Tepat saat aku hendak naik. Nenek itu menarik tasku dan sopir bus mengatakan kalau tidak ada tempat lagi maka aku urung. Lalu kecelakan itu terjadi begitu saja di depan mataku. Aku juga tidak tahu kenapa dia tidak ada di dalam video.”
“Itu aneh. Menurutmu apa yang terjadi?” komentar Rose sebelum kembali melempar tanya.
__ADS_1
“Entahlah. Ini belum pernah terjadi sebelumnya padaku. Tapi semenjak kecelakaan itu, aku mulai mengalami hal-hal aneh,” jelasku dengan ragu. Bulu kudukku merinding ketika ingatan akan mimpi dan penampakan aneh yang kualami.
Sebelum rose bertanya apa-apa lagi, aku melanjutkan. Aku menatap satu persatu orang yang ada di ruangan broadcast dengan ragu. “Penumpang bus … beberapa kali mendatangiku.”
Hening. Aku bisa merasakan nafas mereka tercekat.
“Aku dan penumpang bus sempat berteduh dibawah halte selama beberapa menit karena bus terlambat dan selama itu sedikitnya aku bisa mengingat karakteristik mereka meski sekilas,” sambungku kembali menjelaskan.
“Tapi semua penumpang tidak ada yang selamat Izzy,” sanggah Rose. Aku mengangguk setuju.
“Ya, karena itulah kurasa … kurasa aku bisa melihat makhluk halus.”
Ethan dan Delilah menahan tawa dengan menutup mulut mereka. Primrose di sampingku masih memainkan perannya dengan pura-pura terkejut. Sedangkan Noah dan Isaac, aku tidak tahu apa pendapat mereka karena keduanya diam saja.
Meskipun aku tahu mereka menganggapku tengah memainkan peran dan menganggap aktingku buruk, aku tetap melanjutkan karena yang kusampaikan adalah kenyataannya.
“Ada seorang bibi yang gemuk, seorang wanita dengan rambut merah, seorang pria dengan jam tangan rolex palsu, aku hanya ingat beberapa. Dan beberapa hari setelah kecelakaan mereka selalu mendatangiku ….
“Aku kembali bertemu si nenek beberapa hari kemudian lalu bermimpi aneh setelahnya. Hari berikutnya, aku melihat kepala milik si wanita berambut merah di dalam vending machine sekolah dan tiba-tiba dia menghilang begitu saja.”
Vector: bullshit!
Ocraws: Itu seram sih, but realllllyyyyyy?
Hollywater: Lol, kau kira kami akan percaya?!
Beberapa komentar yang sama semakin bermunculan. Tentu saja mereka tidak akan percaya. Ceritaku ini nyaris terdengar seperti kisah horor klasik. Mungkin jika aku berada di posisi mereka, aku juga akan berpikiran hal yang sama.
Primrose bahkan mengeratkan rahangnya terlihat kesal. Namun tiba-tiba, sound effect dengan volume keras terdengar memenuhi keheningan. Di layar tertulis …
...Radolphy memberi tiga topi cowboy....
Radolphy: Dia berkata jujur. Aku percaya.
__ADS_1
Croissant: HAH??! radolphy disini!
Weirdstuff: ****! Radolphy memberi hadiah!
“Tiga topi cowboy?!” Primrose terhenyak sambil mengucapkan terimakasih berkali-kali. Begitu pula dengan Ethan dan Delilah.
Aku memang tidak mengerti apapun soal ini, tapi yang pasti hadiah yang diberikan user Radolphy bernilai besar karena Primrose terlihat lebih antusias.
Bearbar: Dang! Eksekutif turun tangan!
Chocolateberry: Gila! Tiga topi cowboy untuk streamer pendatang!
Exoticgirl: Kalau Radolphy sudah bilang percaya, berati itu betulan!
Xhinlue: Wah wah! Kalau yang dikatakannya betulan, aku penasaran apa yang terjadi? Glitch in the matrix¹ kah? Atau hantu?
Brandon: Kalau kecelakaannya bisa jadi glitch in the matrix tapi kalau soal dia melihat penumpang yang jelas-jelas tewas, itu sih paranormal experience.
Mungkin kesempatan ini adalah kartu emas bagi Primrose untuk membawa penonton semakin tertarik, gadis itu pun memanggil para penonton dengan antusias.
“Guys, besok malam, kami akan pergi ke Woodstock Highschool. Dengan kemampuan Izzy, kita bisa mengetahui sebenarnya apa yang ada disana hingga tempat itu menjadi misteri sampai sekarang.”
Penonton bertambah dengan pesat ketika Rose mengatakan itu dan kini angkanya mencapai enam ribu orang. Komentar bermunculan dengan sangat cepat dan mayoritas dari mereka sangat antusias dengan apa yang akan Rose rencanakan.
“Kami akan melakukan live disana dan membaca Vesta He–”
Ring light seketika padam dan layar monitor menjadi gelap gulita.
***
Istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena yang tidak masuk akal seolah manusia sedang menjadi pemain dalam simulasi dunia.
__ADS_1