
Bel istirahat berbunyi nyaring, membuat seluruh makhluk yang sedari tadi bergerak seperti cacing kepanasan bersorak gembira.
"Tar, ke kantin?"
Suara Sarah membuat Tari menoleh ke arahny sambil menggeleng pelan. "Gua lagi gak mood ke kantin, gak ada mega gak asik," jawabnya pelan.
"Rae!" panggi Sarah ke arah beberapa pemuda yang berjalan bersisian keluar kelas.
"Mau ke kantin?"
"Iya. Kenapa? Matu titip lu?"
Sarah mendekat dengan langkah cepat sambil tertawa ringan. "Tau aja lu gua mau nitip. Si tari gamau gue ajak ke kantin," ucapnya sambil mengeluarkan beberapa lembar uang. "Gue titip minum sama roti aja."
"Kenapa gak nitip sama akbar aja sih, Sar?"
Yang ditanya hanya menampilkan cengiran khas sambil menggaruk kepalanya gatal. "Loh, si rin mana? Tumben gak ikutan."
"Rin pergi ke ruang ketua yayasan, ada perlu katanya." seorang lelaki dengan suara yang khas menjawab pertanyaan sarah cuek. Ia lantas berjalan sendirian meninggalkan temannya di belakang.
"Ada yang ngambek," ucap Rae sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah sarah.
Mereka semua lantas tertwa. Tidak menyangka jika akbar akan cemburu kepada sarah yang berbincang dengan rae.
Kelas kembali sepi ketika kaum adam meninggalkan kelas. Tertinggal 4 wanita yang masih asik di dunianya sendiri.
"Si Mega kok belum balik, ya?" tanya nisya penasaran sambil mengalihkan pandang dari handponya.
Shalyan mengendikkan bahunya pelan. "Gue juga gatau ntu anak ke mana. Gue chat juga gak dibalas," jawabnya sambil menghampiri meja tari dan sarah. Nisya yang merasa sendiri juga menghampiri meja mereka, duduk di atas meja sambil memasukkan lolipop ke dalam mulutnya.
"Si ammar juga gak balik-balik. Kasian miwari." Tari yang sedari diam akhirnya kembali membuka suara, menompang dagu dengan kedua tangan di atas meja.
"Kalian gosipin gue, ya?" suara akbar dari depan pintu membuat mereka membuang muka muak. Ia menenteng satu kantong kresek makanan ringan, di susul gani yang memegang beberapa botol minum serta rae yang tidak membawa apa-apa.
"Gue tau lu semua pasti gak punya uang, makanya gak ke kantin," ujar akbar sambil meletakkan kantong plastiknya ke atas meja.
"Enak aja lu kalo ngomong." Shaylan memukul pelan kepala akbar lalu mengambil makanan ringan yang sudah diserbu para penghuni kelas.
"Sarah sayang makan yang ini aja!" akbar menyodorkan jajan dengan bungkus hati ke arah sarah.
__ADS_1
"Jijik gue liat lu, Bar." gani yang berada di sebelah nisya memandang kedua sejoli itu dengan tampak muak.
"Bilang aja lu iri, Ga-"
"GAAAEEESSSS!"
Suara dari arah pintu membuat ucapan akbar terhenti, di susul dengan kadatangan rin yang berlari tergopoh-gopoh.
"Gue bingung sama anak lokal ini, perasaan suka banget buat orang jantungan," ucap Shalyan arah sambil memegang dadanya kaget.
"Lu kenapa sih, Rin? Ngagetin tau gak." Nisya menatap rin jengah sambil memasukkan chiki ke dalam mulutnya.
"Si rio di didiskualifikasi dari lombat drawing," jawab Rin cepat.
Tercengang. Mereka semua tercengang dengan ucapan Rin barusan. Bahkan, jajan chikibyang berada di dalam mulut nisya tidak ia kunyah, mulutnya ia biarkan menganga dengan jajan chiki yang sudah separuh hancur. Gani yang sedang minum pun tak kalah kaget, ia menyemburkan minumannya ke arah tari yang berada tepat di depannya.
"LAH, KOK BISA?" Sarah kesal bukan main. Ia tahu bagaiamana perjuangan rio untuk mengikui lomba inia, apalagi wali kelas benar-benar menaruh kepercayaan terhadapnya dan sekarang ia malah didepak dengan tidak hormat.
"Gue juga gak tau gimana kronologisnya," ucap Rin sambil menarik kursi dan duduk di samping nisya, "Sewaktu gue mau masuk, gue dengar percakapan ketua yayasan sama wali kelas."
"Wali kelas?" Ghanni mengernyit bingung.
"Kalian ngapain?"
Suara dari arah pintu membuat mereka kaget, serempak menoleh ke arah pintu untuk melihat siapa yang barusan datang.
"MEGAA--" Tari terpekik girang melihat kedatang mega yang tampak sedikit kacau.
Mega tersenyum pelan, lalu melangkah ringan menghampiri mereka.
"Sini duduk!" ucap ghanni sambik menggeser badaanya sedikit, memberi ruang agar mega bisa duduk di sampingnya.
"Ekhem."
Suara deheman akbar membuat ghanni melotot marah, lalu mengalihkan pandang ke arah niysa yang tampak tak peduli dan asik dengan handponnya.
"Meg, rio kena dis dari lomba gambar."
Mega terdiam sepersekian detik dengan raut wajah yang sulit untuk ditebak. Dengan mata melotot yang terlihat sedikit sembab ia menatap ke arah sarah yang barusan mengatakan sesuatu yang nenyakitkan.
__ADS_1
"Didiskualifikasi?" lirih mega dengan bibir bergetar.
"Ini pasti kerjaaan ketua yayasan." Akbar tiba-tiba berdiri dengan tangan terkepal. Wajahnya memerah menahan emosi.
"Kita gak bisa menuduh pihak lain gitu aja tanpa bukti," ujar Rae tenang.
Rin yang semulanya diam juga ikut bersuara, menimpali ucapan rae barusan. " Bener banget. Kita gak bisa gitu aja nuduh orang sembarang. Kita harus punya bukti kuat, kalau rio itu gak bersalah."
"Gimana kalau kita diskusiin ini sepulang sekolah?" tanya shalyan.
Semua mengangguk serempak. Membenarkan ucapan shalyan yang tak lama kemudian disusul suara lengking bel masuk.
"Kita harus tetap rahasiain ini dari rio. Dia pasti gak mau kita semua tahu tentang dia yang didis, makanya dia diam aja." Rae mengumpulkan bungkus chiki yang berceceran di atas meja, lalu membungkusnya jadi satu.
"Kita bakalan bahas ini di rumanya ghanni sepulang sekolah. Gimana, setuju?" Tari melirik yang lain untuk mendapatkan persetujuan dengan argumennya barusan.
"Kok rumah gue?"
"Yaelah, sekali-kali rumah lu kek nyet, jangan rumah gue terus." Akbar mengomel pelan sambil kembali ke tempat duduknya.
"Gue pikir ini ada kaitannya sama nataela. Ntah kenapa feeling gue selalu ngarah ke dia," ujar mega sambil menatap ke luar jendela.
Mereka semua terdiam. Kenyataan yang memang pahit harus mereka terima mulai dari sekarang. Perlahan, mereka semua akan dibantai habis-habisan oleh teman mereka sendiri demi mendapatkan pujian dan kedudukan. Dia yang licik, dia yang akan bertahan dan semua itu sudah terbuktikan dari masalah yang perlahan mereka hadapi.
"Kita gak akan pernah kalah, gak akan pernah," batin Tari yang mulai resah.
.
.
.
.
Hai hai haaaai
Welkambek
Wkwkwk, maap ye ges, part kali ini dikit banget😴😢 authornya badmood tingkat dewa
__ADS_1
Jangan lupa votmennyaaa