
Happy reading gais~ maaf jika ada typo.
Jangan lupa Vomentnya!
.
.
.
.
Pagi hari yang sangat cerah. Keramaian terlihat di depan papan mading. Semua murid bergerombol seperti tumpukan kotoran kambing yang berdesakan keluar dari kandang. Suara umpatan kaki terinjak, bau ketek, bau badan, atau bau kemenyan jadi satu.
Terlihat salah satu seorang murid. Ia masih betah berdiri dari kejauhan memandangi para murid yang sedang berkumpul. Ia lantas berbalik, berjalan menuju kantin untuk segera mengisi perutnya yang mulai kelaparan. Namun, langkahnya terhenti ketika teriakan dari arah belakang membuatnya mau tidak mau berbalik badan.
"Woi shashimi. Kita satu kelas wooyyy," teriak Mikel sambil berlari mendekati Mega.
"Wkwk, hooh. Gua satu kelas sama udon gosong." Mega lantas melanjutkan perjalanannya menuju kantin.
"Heh, elu mau kemana? Kelas kita gak di sana wooy," teriak Mikel dari arah belakang.
"Bodo amat. Gua laper mau makan dulu."
"Ckckck, dasar. GUA IKUTAAAN!!" Mikel lantas berlari mengejar Mega yang sudah jauh di depannya. Mereka berjalan tanpa sedikit pun kehilangan topik pembicaraan, ada saja yang mereka bicarakan atau perdebatkan di sepanjang jalan ke kantin.
Suasana begitu ramai ketika mereka berdua tiba di kantin. Para murid yang seharusnya masuk ke kelas atau mencari kelas malahan banyak yang duduk di kantin. Untuk makan atau sekedar jadi bucin, iyaaa buciin:v
"Kel, lu yang pesen gih! Gua males ngantri."
"Kok gua?" tanya Mikel sambil melotot.
"Kan lu cowo," balas Mega enteng. "Udaah cepetan sana gua udah laper. Bakso sama minumnya es teh yaaah udon," ucap Mega sambil mendorong pelan badan mikel.
"Dasar cewe, maunya menang sendiri," bisik Mikel
Ketika mereka berdua menikmati makanan, seorang murid cowo yang sok cool dan pecicilan menghampiri mereka.
"Halooo eperibodeh Ammar tamvan datang hehehe."
Seluruh murid yang berada di kantin lantas menoleh mancari arah sumber suara.
"Hehe maap, maap!" ucapnya sambil membunggukkan badan ke suluruh pengunjung kantin.
Ia lantas menghampiri meja Mega dan Mikel. Ia yang mendengar ucapan antara Mega dan Mikel sewaktu di depan mading pun turut senang, karena ia sekelas dengan mereka berdua.
"Weeee, ngapain lu pada?"
"Yaa makanlah, yakali di sini boker," jawab Mega dan Mikel pun tertawa
"Gua boleh gabung makan disini ga cantiq?" Sambil colek dagu Mega. "Gua laper nih, dari rumah belum sarapan."
"Ngapain lu colak colek dagu gua, hah? Ucap Mega sambil mengepalkan tangannya
"Yaelah gitu aja marah lu. Jadi gimana, boleh gabung ga?" Ucap Ammar kembali.
"Gabung ya gabung aja bangke. Kan lu dari tadi disini," balas Mikel.
"Oke deh, luv deh buat lu," ucap ammar.
"Najis homo lu," balas mikel.
"Hahahaha." suara Ammar dan Mega beradu dengan suara dentingan sendok.
Mereka pun melanjutkan makan tanpa ada obrolan. Hanya denting sendok dan garpu lah yang terdengar. Hingga akhirnya suara bel pertanda pelajaran pertama akan segera dimulai .
******
Kelas 1-3 A
Suasana kelas terdengar begitu ricuh. Semua murid mulai berbaur. Ada yang main game, memilih tempat duduk atau kaum wanita yang mulai bergosip tentang penghuni kelas yang rata-rata lelaki berwajah tampan dan hanya beberapa orang saja yang masuk.
Seketika kelas menjadi hening karena Kedatangan mereka bertiga. Yaaa ... siapa lagi kalo bukan Mikel, Ammar dan Mega dan hanya suara jangkrik yang terdengar krik krik krik (kenapa jangkrik bisa di kelas?)
"Lho, kenapa pada diem ketika kita masuk?" bisik Mega ditelinga Ammar.
"Mana gua tau," jawab Ammar sambil mengendikkan bahu.
Mikel yang penasaran pun berinisiatif menanyakan kepada murid di kelas dengan cara berteriak.
"Wooy, kenapa pada diem lu semua pas kita masuk?" tanya Mikel. "Jawab lu pada, jangan diem bae!"
Semua murid terdiam. Mereka takut akan tatapan Mikel, takut akan matanya yang bisa saja sewaktu-waktu keluar. Sehingga keheningan terpecah akibat suara lantang seorang wanita dengan tubuh sedikit subur dan rambut sebahu.
"Gimana pada diem coba. Ngaca noh! Di pipi lu ada nasinya," ucap Nisa sambil menunjuk pipi Mikel.
Semua murid yang mendengarnya lantas tertawa, tidak terkecuali Mega dan Ammar yang berada di sampingnya.
"Sialan lu berdua. Kenapa gak bilang,dari tadi coba?" oceh Mikel dengan raut wajah yang kesal.
Mega dan Ammar pun yang tidak perduli hanya mengendikkan bahu. Lalu mereka mencari tempat duduk yang kosong.
kebetulan mereka melihat 3 bangku yang kosong. Bangku pertama di sebelah nya diisi oleh satu orang gadis dan 2 bangku di belakang nya kosong.
"Meg, lu duduk di depan gue biar gua sama si mitektek duduk dibelakang elu," ucap ammar.
"Yaudah deh" jawab Mega sambil mendekati gadis yang ada di bangku tersebut sambil berkenalan.
__ADS_1
"Haii, kenalin nama gue Agustina Mega Saputri. Lo bisa panggil gua Mega," ucapnya sambil mengulur tangan.
" Gue boleh sebangku sama lo ga? Soalnya gue ga ada temen cewek," Tanya Mega
Gadis tersebut pun melirik lalu tersenyum dan menerima uluran tangan nya
"haii, kenalin nama gue Shalyan. Lo bisa panggil gua Lyan." mereka pun melepaskan jabatan tangan nya.
" Iyaa, Lo boleh kok sebangku sama gua," jawab lyan.
Ternyata Mikel masih terdiam di depan kelas. Ia masih berdiri mematung di depan kelas dengan muka tablo.
"Wooii Mikel, ngapain lu diem disitu mulu, sini duduk wooii! Emang nya kagak pegel apa tuh kaki berdiri terooss?" teriak Ammar.
Mikel pun terkejap dengan tetiakan lantang Ammar. "Sabar ngapa woii, gue lagi berhalusinasi dulu," balas Mikel sambil berjalan menuju bangku yang di tempati oleh Ammar.
Ketika si Mikel duduk sama si Ammar. Tiba-tiba si Mega berbalik badan kebelakang
"Oii kutu kupret. Kenalin ni temen baru gua." nunjuk ke arah lyan. " Nama dia Shalyan dia di panggil Lyan," ucap mega.
"Halloo, Lyan nama gua Ammar tamvan mwehehe. Panggil gua Ammar boleh, tamvan juga boleh. Salam kenal ya," ucapnya sambil menjabat tangan Shalyan.
"Btw, hati-hati lu deket sama dia bisa-bisa lu gila dan stres" bisik Ammar. Lyan tertawa kecil dan Mega mendengus kesal.
"Halloo, nama gua Michael, tapi gue biasa di panggil sama dua Congcongrang itu Mitektek, udon gosong dan Mikel. Terserah lu mau panggil gua apa. salam kenal juga ya." sambil berjabat tangan dan tersenyum. Seketika Mega dan ammar pun tertawa atas pengakuan Mikel.
Kelas ini mempunyai 14 murid. Dan mereka berempat pun menuju segerombolan murid yang sedang asik berbincang-bincang sambil berkenalan.
"Halloo gais kenalin gue Mega," ucap Mega. "Naah, kalo yang tamvan ga ketulungan ini Ammar, yang sebelahnya Ammar, si Mikel kang mitektek trus samping gue itu Lyan. Yoroshiku minna-san," ucap Mega lantang di hadapan mereka semua.
"Halloo, nama gue Mentari, dan ini temen deket gue Sarah," ucap Tari.
"Hallo, nama gue Sarah."
"Hallooo,nama gue Rino."
"Halooo ,nama gue Akbar."
"Halloo,nama gua Ghanni."
"Halloo, nama gua Nhyssa."
"Halooo, nama gua Rio."
"Halloo,nama aku Nataela."
"hallooo,nama gue Renaldy."
mereka saling bergantian untuk berkenalan. Karena mereka berempat mempunyai sifat humble dan friendly. Mereka pun langsung saling mengobrol.
Ketika disela-sela obrolan tiba-tiba Ammar menunjuk salah satu murid dengan rambut bercat pirang di depan
"oohh itu, dia emang awal masuk kelas ini emang kaya gitu,"jawab Mentari cuek.
"Emangnya dia orangnya nya kaya gimana si?" tanya Mega tak kalah penasaran dengan Ammar.
"Kata orang si dia orgnya tertutup banget alias introvert," jawab sarah. Mereka semua mengangguk paham.
"Oik shashimi! Ntar lu pilih gua jadi ketua kelas. Tapi, ntar lu harus jadi wakilnya," bisik Mikel ditelinga Mega.
"Ogah gue. Ketuanya ae ogeb gimana ntar member nya," jawab Mega tak kalah pelan.
"Aaaelah, iyain aja napa dah!"
"Iye-iye curut." Mega memutar bola mata malas.
Kelas yang ramai seketika sepi akibat ketua yayasan yang datang bersama satu orang guru. Mereka semua pun kembali ke bangkunya masing masing.
"Halooo selamat pagi anak-anak," ucap ketua yayasan
"Pagi pak," jawab murid serentak.
"Jadi, ini adalah hari pertama kalian masuk dan ini adalah guru kalian sekaligus wali kelas kalian," ucap ketua yayasan.
"silahkan perkenalan diri dulu dulu pak," ucap ketua yayasan kembali.
"Baiklah. Jadi izinkan saya untuk memperkenalan diri saya terlebih dahulu" ucap guru tersebut.
"Nama saya adalah Yayan. Saya disini mengajar bunpo sekaligus wali kelas kalian semua. Kalian bisa panggil saya Yayan Sensei," Yayan Sensei kembali mandang seluruh muridnya.
"Halah Bac*d," ucap seorang murid.
Seketika semua murid langsung terdiam karena ucapan salah satu murid tersebut.
"Barusan siapa yang berkata kasar? jawab!" tanya ketua yayasan.
"Anjerr lu. Berani banget blg kaya gitu pas awalan masuk" bisik ammar.
"bodoamat dah. Abisnya gua kesel" balas mikel.
"Ayok jawab! Siapa yang barusan berkata tidak sopan?" tanya ketua yayasan dengan nada yang tinggi dan lantang.
"Saya pak!" Dia pun berdiri Dengan jawaban yang tegas.
"Oohh, jadi kamu lagi? "Balas ketua yayasan tersebut.
"Iyalah siapa lagi, kalo buka saya?" jawab mikel tak kalah sengit.
__ADS_1
"Kamu berani menentang saya?" Wajah ketua yayasan berubah menjadi merah.
Pasalnya, kejadian hari pertama sekolah membuatnya berang bukan main terhadap salah satu muridnya tersebut. Apalagi, ditambah kejadian seprti ini
ketika pertama kali perkenalan lingkungan sekolah. Seorang murid laki-laki berlari kencang ke arah gerbang sekolah dengan seragam yang acak-acakan. Karena dia bangun terlambat gara-gara bermain game mobel lejen 8 bit hingga larut malam.
"Pak bukain gerbang nya dong pak," pinta murid laki-laki tersebut dengan suara yang ter engah-engah.
"Gak. Gabisa, karena kamu telat," balas satpam sekolah.
"Ayolah pak, ini pertama kali saya perkenalan lingkungan sekolah. Masa saya absen si pak." sang lelaki merengek mintak dibuka kan pintu.
"Maaf, ya, ini sudah peraturan," balas satpam tersebut
Murid laki-laki tersebut mendengus kesal.
"Hahhh, sial."
Dari kejauhan ketua yayasan tersebut melihat perbincangan antara murid dengan satpam. Lalu ketua yayasan tersebut menghampiri mereka
"Ada apa ni pak?" tanya ketua yayasan.
"Oh, ini pak, dia terlambat masuk ke sekolah" jawab satpam tersebut.
"Buka gerbang nya dan suruh dia masuk," ucap ketua yayasan dengan raut wajah yang kurang suka.
"Baik pak." satpam tersebut lantas membuka gerbang.
"Terima kasih banyak pak," teriak laki-laki itu girang. Ketika murid laki-laki itu akan meninggalkan mereka, tiba-tiba saja-
"Suruh siapa kamu pergi?" ucap ketua yayasan.
"Aduuhh pak saya udah telat banget ni," balas murid laki-laki itu dengan nada kesal
"Karena kamu di hari pertama perkenalan lingkungan sekolah. Kamu telat, kurang disiplin terus baju kamu acak-acakan kaya preman pasar. Jadi, kamu akan saya hukum sebagai gantinya."
"Gabisa gitu dong pak, saya telat itu karena tadi di jalan macet, makanya saya lari-lari kesini," jawab murid laki-laki dengan sedikit berbohong.
"Tidak alasan apapun. Peraturan tetap peraturan. Kamu tidak boleh melanggarnya! Dan bersikap seenaknya disekolahan ini."
"Yayaya, terserah bapak deh ya," balas murid laki-laki dengan males
"Oiya, nama kamu siapa dan dari kelas apa?"
"Nama saya Michael dari kelas 1-3 A."
"Baiklah, hukumannya kamu bersihkan semua toilet yang ada di sekolah ini. Dan saya kasih kamu peringatan! Jangan sampe kamu bikin masalah disekolah ini." Ketua yayasan lantas pergi meninggalkan Mikel yang masih berdiri cengo.
"Hilihhh... Ini semua gara gara moba 8 bit itu, gua jadi kena hukum kan," gumam Michael dengan nada yang sangat kesal.
"Wooiii anjerr mitektek, lu berani banget dah anjer. Sono minta maaf daripada lu kena masalah lagi anjerr!" ucap Mega.
Sesuai intruksi Mega, mikel lantas berdiri seraya berucap dengan nada ang dibuat-buat, "Untuk ketua yayasan dan wali kelas yang saya hormati. Saya meminta maaf atas segala kesalahan yang sudah saya lakukan."
"Selesai pelajaran. Kamu masuk ke ruangan saya," ucap ketua yayasan dengan ekspresi yang marah dan kesel
"Mammposs lu anjer, suruh sapa nyari masalah untuk kedua kalinya" ucap ammar sambil ngegetok pala nya si mikel.
"Sakitt bego!"
"Bodoamat!" Jawab ammar sambil tertawa.
"Baiklah, murid-murid sekarang kita langsung aja ke pelajaran pertama," ucap Yayan Sensei
Mereka pun memulai pelajaran dengan serius. kadang ada juga yang sambil bercanda. Hingga waktu bel istirahat pun berbunyi.
"Yuk gais kita cabut ke kantin laper banget ni gue," ajak Mega.
"Kuyy lah. Sama gue juga laper. Lu juga ikut kan, Yan?" ucap ammar
"Iyaa, gue ngikut kalian aja deh" balas Lyan.
"Aduhh, sorry dorry stobery ni ye gue gabisa, kalian duluan aja ntar gua nyusul. Gua harus ke ruangan ketua yayasan dulu, biasa job hehehe," ucap mikel dengan sedikit tertawa
"Halaahh paling lu ntar di hukum lagi. Ye gak temen-temen." Ammar dan mereka mengangguk dan itu artinya benar.
"Makanya lu jangan sok-sok an deh anjir baru aja pertama kali sekolah disini udah bikin masalah." Mega yang berada di belakang Ammar ikut menimpali ucapan Ammar.
"Yaudah lah kita cabut ke kantin dulu ya. Lu hati-hati aja ya, disono. Gua takut lu balik-balik tinggal nama doang hehehe," ucap ammar dengan sedikit bercanda
"Wooii kalo ngomong jangan asal jeplak dong. Mau gue sumpelin mulut lu pake kaos kaki yang sebulan kagak di cuci?" Jawab mikel sambil ngegetok pala si Ammar
"Yeee sakit kampret! gue kan cuma bercanda doang heheh." Ammar terkekeh pelan.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan mikel sendirian. Lalu Mikel berjalan menuju ke ruangan ketua yayasan
Tok tok tok!
"Permisi pak,"ucap mikel.
"Masuk!" Balas ketua yayasan.
"Bapak ada perlu apa ya manggil saya kesini" tanya Mikel dengan nada yang sopan
"Kamu lama kelamaan gak tau diri yaah! Udah di kasih peringatan tapi gak nyadar juga!."
GLEGG!
__ADS_1
Mikel menelan ludah susah payah. Tidak percaya bahwa perbuatannya malah menimbulkan masalah besar.
"Mati dah gua ... mati," batin Mikel sambil menutup matanya.