
"Diam adalah emas"
Emas batangan aowkwkkw :v
.
.
Mereka semua terdiam dan tertunduk melihat raut wajah miss Yani yang sangat serius.
"Kalian tidak usah tertunduk begitu, saya cuma ingin bertanya dan berbicara sedikit," ucap Miss Yani memecahkan keheningan.
"Hmmm, kenapa kalian masuk melewati belakang sekolah? Bukannya lewat gerbang sekolah jauh lebih baik dan disiplin?"
"Anoo... Sebelumnya kami meminta maaf karena melanggar peraturan tidak masuk ke jalan yang sebenarnya. Tapi, sebelumnya kami masuk lewat gerbang sekolah, satpam nya tidak mau membukakan gerbang nya," ucap Sarah panjang kali lebar dan jadinya persegi panjang (?)
"Hmm, baiklah. Tetapi kenapa kalian melawan Andrey dan Windy Sensei? Bukan kah itu sangat tidak sopan?" Tanya Ms Yani dengan sedikit serius.
"Yaa, benar kami tau itu sangat tidak sopan. Tapi, kami melakukan itu ada alasan nya, mereka tiba-tiba ngegas kaya motor. Seharusnya sebagai guru itu bisa berbicara baik-baik kepada muridnya," jelas Ammar.
"Dan sikap kami tergantung cara mereka memperlakukan kami," tambahnya dengan sedikit menyombongkan diri layaknya Mario Tegang.
"Baiklah saya menerima pembelaaan kalian. Tetapi, peraturan tetap peraturan dan sikap melawan ke orang yang lebih tua itu tetap lah salah . Dan saya juga tidak akan menyalahkan kalian sepenuhnya. Jadi, kalian akan saya skorsing selama 1 Minggu. Dan saya masih bisa berbaik hati kepada kalian ketimbang kalian diberi langsung hukuman oleh ketua yayasan. Mungkin bisa saja kalian diberi SP1 atau mungkin SP2," ujar panjang lebar Ms. Yani sambil sesekali menyesap tehnya.
"Hhaaahhh? Satu mingguu? Ga salah misss?" tanya Akbar dengan mulut setengah terbuka. Ia terlalu terkejut dengan ucapan Ms. Yani sampai-sampai lupa menutup mulutnya. Untung saja tidak ada cicak yang mengira mulutnya toilet.
"Taappii misss apakah hukumannya bisa di kurangin?" Sara meminta dengan wajah memelas.
"Hmm, gimana yaaaa, mau aja atau mau bangeettt? Ms. Yani menaikan turunlam alisnya tanda menggoda mereka bertiga.
"Mauu bangettt dong mmiiissss," ucap mereka serentak dengan memohon mohon sambil sujud wkwk. V:
"Hahaha... Kalian gausah segitunya banget lah. Saya bercanda, saya orang nya ga serius serius banget, kok," ucap santai Ms. Yani sambil terkikik geli karena sudah ngerjain mereka.
"Yaaaellaaahhh kami pikir beneran."
"Kalo mau beneran juga gapapa, kok hahahah."
"Miiisss serius lah misss jangan bercanda!" Akbar mulai gelisah melihat tinggah Ms. Yani.
"Hahahah... Hukuman kalian yang sebenarnya hanya skorsing satu hari ditambah membersihkan taman," ucap Ms. Yani santai.
"Oaalaahh baiklah misss kita laksanakan," jawab Sarah girang.
"Yasudah kalian boleh keluar dari ruangan saya."
Ketika mereka sudah keluar ruangan miss Yani. Ternyata disitu ada seseorang yang sedang bersembunyi siapa lagi kalo bukan ketua yayasan. Ia diam-diam tertawa karena telah mengerjai murid yang termasuk bandel di sekolah itu.
Di sisi lain ketika Mereka bertiga lantas meninggalkan ruangan bk, pergi menuju ke kelas mereka melewatkan jam makan siang tidak membuat mereka sedih. Tapi, tetap saja, cacing mereka butuh asupan. Namun, tidak mungkin saat jam makan siang telah usai mereka malah makan, yang ada nanti malah ketua yayasan mendatangi mereka.
"Hehehe, anjiir. Ms. Yani kok cantik banget, yak? Dari tadi gua gagal fokus mulu liat muka," ucap Ammar sambil cengegesan gak jelas.
"Yeuuuu, curut," ujar Sarah sambil memberikan sedikit polesan di kepala Ammar. Lantas mereka semua tertawa. Tawa bahagia yang tidak pernah hilang dari wajah 1-3 A. Seharusnya menjadi kelas unggulan, tapi malah menjadi kelas penuh dengan anak pembuat onar.
__ADS_1
"Permisiiiiii! Spada yuhuuu. Akbar in here." Akbar melangkah masuk ke dalam kelas tanpa menghiraukan guru yang sedang mengajar.
Namun, tak lama ia dikejutkan oleh suara deheman seseorang yang berada di depan.
"Eehhhh, sensei. Maap sensei maap. Heheh," ucapnya sambil jarinya membentuk tanda peace.
"Tari bebebkuuuhhhh. Aku kembaleee."
"Yuhuuuuu, Ammar tamvan ju-" ucapan Ammar terhenti seiring ia melihat ke arah depan. "ga."
"Heh, baru masuk saja kalian sudah membuat keributan, ya? Cepat kalian duduk! Sebelum saya mengeluarkan kalian lagi."
Sensei Andrey lantas kembali mencatat di papan tulis.
Ammar, Akbar, dan Sarah pun duduk di tempatnya. Namun, mereka terkejut bukan main melihat bangku yang dulunya di tempati oleh Mikel sekarang di tempati oleh orang lain.
"Woy, Nis! Anak baru?" tanya Ammar saat lewat di samping Nisa.
Nisa hanya mengendikkan bahu. Ia lalu melanjutkan mencatat materi di papan tulis.
"Lo anak baru?" tanya Ammar sesaat setelah pantatnya menyentuh bangku.
Yang di tanya hanya menggeleng, lalu melanjutkan kembali catatannya.
"Lo bisu?" tanya Ammar. " Jawab kek! Jangan golang geleng golang geleng ae. Kayak ikan mas koi aje lu?"
"Nama gua Rino." ucapnya. "Dan gua gak bisu, gua cuma gak nyaman aja ngomong sama orang yang baru gua kenal. Satu lagi, gua juga bukan anak baru. Gua telat masuk karena gua sakit tifus kemarin, dan sekarang baru bisa masuk."
Ammar yang kaget dengan jawaban Rino hanya bisa melotot dengan mulut setengah terbuka. Ia tidak menyangka, barusan Rino bilang tidak nyaman berbicara dengan orang baru, tapi sikapnya barusan malah mencerminkan sebaliknya.
Ammar lantas kembali fokus pada guru yang menulis di depan. Mencatat apa yang di terangkan.
"Baiklah, silahkan kalian pahami materi di depan! Kalau ada yang tidak paham, silahkan bertanya!" ucap Sensei Andrey sambil duduk di kursinya.
"Sensei, NJK itu apa?" tanya Mega.
"Saya tinggal dulu sebentar, nanti saya kembali lagi," ucap Sensei Andrey sambil berlalu pergi.
Mereka semua meribut setelah di tinggal oleh Sensei.
"Mar, Mar! Lu tadi diapain ajah di bk?" tanya Shalyan penasaran.
"Di kasih suuunn," ucap Ammar sambil memajukan bibirnya.
"Dasar ogeb."
Ammar lantas tertawa keras. Geli dengan ucapannya barusan.
"Woy, ngomong kek! Jangan diem bae."
Rino hanya menatap Ammar sekilas, lalu mengalihakn kembali perhatiannya ke gedget yang ia genggam.
"Sebenrnya, gua takut berinteraksi sama orang," ucap Rino setelah menyimpan hpnya dalam saku baju.
__ADS_1
"Gua gak bisa bersosialisasi. Gua takut buat bersoaialisasi, gua ngerasa minder kalo dekat sama orang lain, gua takut salah kalo ngomong sama orang lain. See! Cupu emang gua," ujarnya sambil mengendikkan bahu.
Ammar mengangguk paham, lalu berkata,
"Bro, saat lu masuk ke sini, gak ada lagi label orang lain yang ada lu keluarga. Kita semua mau bantu kok, lu udah jadi bagian dari 1-3 A, bro. Iya gak teman-teman?" teriak Ammar.
Semuanya lantas mengangguk.
"Bener banget, kita keluarga!" ujar Rio.
Mereka lanras tertawa, tawa bahagia yang tak lama kemuadian menjadi keheningan akibat suara gebrakan yang berasal dari arah depan.
"Kalian ribut? Dari tadi saya datang kalian gak ada yang diam, saya perhatikan kalian asik dengan dunia kalian sendiri sampai-sampai kalian lupa bahwa saya sudah duduk di depan."
Marah. Begitulah keadaan Sensei Andrey sekarang. Ia merasa tidak di hargai sebagai seorang guru.
"Maaf sensei, kami tidak tahu. Tapi, Sensei tadi aja sensei keluar. Pertanyaan saya gak sensei jawab, saya udah nunggu tapi Sensei gak datang-datang. Trus harus ngapain? Jadi ayam gubluk gitu? Diem bae?" jawab Mega.
" Kan udah saya bilang, saya permisi sebentar. S E B E N T A R," eja Sensei Andrey dengan penuh penekanan.
"Iiss, diem ae goblok. Lu ngapain ngomong coba?" bisik Ammar dari arah belakang.
"Yaudah, gua gak mau ngomong."
"Kalian gak ada menghargai saya sedikit pun. Saya duduk di depan ini kalian anggap apa, hah?" bentak Sensei Andrey.
Ia lantas mengemasi barang-barangnya. " Sudah, pelajaran kita sampai di sini saja. Selamat siang dan terima kasih."
Sensei Andrey pun meninggalkan kelas 1-3 A dengan keheningan.
"Yeeuuuu, malah baper," ujar Ghanni
Semua lantas tertawa, merasa lucu dengan sikap guru mereka barusan.
"Beb, makan kuy! Gua laper," Ajak Sarah.
"Kuy lah." Tari dan Sarah pun pergi menuju kantin.
"Riooo!"
Sang empunya yang merasa terpanggil pun menoleh kebelakang. Melihat siapa yang barusan memanggilnya.
"Mau ke kelas rawing?" tanya Mega.
Rio mengangguk. Mega yang mengerti pun lantas menyusul Rio.
"Yeuuuu dasar pundungan," ucap Ammar tak lama setelah Mega pergi
Tbc~
********************
Maaf ya gais jarang update. Author nya sibuk nich mengahadapi suatu yang sangat mengerikan yaitu UNBK & UJIKOM :') author bentar lagi kan lulus hehehe doain ya semoga hasilnya memuaskan dan masuk universitas negeri yang author impikan :') . Salam dari author lainnya juga y gais. Luv u! 😘😘neh akun author satu lagi, jangan lupa baca juga ya 😉 kenzoazzahra19
__ADS_1
#author tamvan
2019/01/23 14:51