The Trouble Maker'

The Trouble Maker'
jadian?


__ADS_3

Ketika sang fajar menyingsing. Memberikan aroma bahagia, sedikit bumbu cinta dan segelas perdebatan menemani langkah seorang pemuda.


Pemuda dengan langkah seringan baja beserta senyuman 5 jari yang ia gunakan untuk memikat siapa pun yang berpas-pas an denganya.


Wajah tampan dengan bibir tipis serta mata sipit seakan menghipnotis seluruh kaum hawa yang berada di sekolah, tak terkecuali teman sekelasnya. Namun, walaupun ia sering tebar pesona, hatinya tetap bertambat kepada satu orang wanita.


"Miwari!" teriak sang pemuda ketika melihat seorang gadis tak jauh dari hadapannya.


Gadis yang selama ini ia nantikan. Yang ia perhatikan semenjak pertama kali masuk. Miwari yang merasa terpanggil lantas menoleh.


"Gu-gu-gue minta maaf atas yang kemarin," ucap Ammar gugup ketika  sudah berada di dekat Miwari.


"Maksudnya?" tanya Miwari bingung.


Kriiinggggg!!!!!


"Nanti kita bicarain lagi. Tunggu gua di rooftop pas istirahat." Ammar berlalu pergi meninggalkan Miwari mematung sendirian.


Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran Ammar. Bagaimana mungkin ia bisa berbicara begitu di grup kemarin.


"Astagaa, apa yang bakalan mereka pikirkan kalau jumpa gue nantinya," lirih Miwari sambil memijat keningnya.


Ia lantas melangkah memasuki kelas. Suara bising adalah hal pertama yang ia dapati.


"Wooo uwooo Jamilaah, wouwoooo jamilah."


suara lantang Sarah seakan membuat pusing di kepalanya semakin menjadi.


Dilihatnya sekeliling. Mega yang sedang berbincang dengan Rio. Shalyan yang sibuk dengan buku, sementara Mentari, Sarah, Nhyssa dan Akbar sibuk bernyanyi.


"Akhh, syukurlah mereka tidak ada yang berpikir aneh tentang gue sama Ammar," batin Miwari.


"Hai!"


"Astagfirullah, kaget," ucap Miwari kaget sambil memegang dadanya.


"Ammar, ngagetin ajah ih."


"heheh, maap maap," ucap Ammar.


"Miwari udah sarapan?"


Miwari mengangguk. Ia segera pergi ke tempat duduknya. Menjatuhkan bokongnya di kursi yang luar biasa empuk.


"Gua lagi pengen sendiri, Mar!" ucap Miwari saat ia melihat Ammar mengekorinya.


Ammar mendesah frustasi. Ia tidak menyangka bahwa akan sesulit ini mendekati Miwari.


Ammar pun menghampiri Ghanni, Rae dan Rino yang sedang bermain game.


"Lancar, Mar?' tanya Rino.


"Lancar gundulmu itu," jawab Ammar sewot.


"Yeuuuu, ngegad."


Mereka semua lantas tertawa. Lucu akan tingkah Ammar yang mengejar Miwari dan tingkah Miwari yang menolaknya.


Seketika kelas yang ramai menjadi sepi saat seorang guru lelaki dengan kepala botak dan kinclong nya memasuki kelas.


"Selamat pagi anak-anak."


"Pagi pak" jawab mereka serentak.


"Jadi, pagi ini kita akan mempelajari tentang puisi. Ada yang tau puisi itu apa?"


"Saya tau pak!" Ucap Akbar sambil mengacungkan tangan.


"Puisi itu adalah sebuah kata-kata yang di rangkai untuk menyatakan cinta sama cewek, Pak," jawab Akbar pede.

__ADS_1


Pak Edi mengerutkan kening. Bingung dengan jawaban siswanya barusan.


"Bisa kamu kasih contohnya, Akbar?"


"Woooo, ya, jelas pak."


Akbar berdiri, maju ke depan untuk mencotohkan apa itu puisi menurut dia.


"Matamu yang indah bak pelangi


Bibirmu yang indah bak mawar


Badanmu yang langsing bak Badak


Sarah, mau kah kau jadi pacaraku?"


Seketika semua murid tertawa. Lucu dengan tingkah Akbar yang mulai lari dari pembahasan dan keanehannya dalam menjawab


"Hahaha kamu ini bisa aja. Tapi, bukan itu yang di maksud," ucap Pak Edi.


"Hehehe,maaf pak." Akbar sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Coba, yang lain. Ada yang tau, apa itu puisi? Jika tau acungkan tangan dan berdiri."


"Saya pak!" Ujar Ammar.


"Jadi puisi itu adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna" jawab Ammar serius.


"Yaps, benar sekali. Coba kamu contoh kan puisi apa saja yang kamu bisa."


"Menyukai orang sedingin kamu buat aku sadar, jika kamu menaruh perhatian tidak pada sembarang orang"


Ungkapan puisi ammar dengan nada dan syair yang sangat merdu dan menggema lalu Ammar melirik ke arah miwari, tapi miwari mengalihkan pandangannya dari ammar.


Semua murid langsung bertepuk tangan. Akan tetapi hanya miwari saja yang tidak bertepuk tangan. Karena dia sedang diambang kebingungan dengan kalimat puisi yang telah Ammar ciptakan.


"Kamu bagus sekali, Nak. silahkan duduk!"


"Wedeehhh gaya puisi lu boleh juga mar, ajarin gue dong. Ntar gua bayar ceban" ucap Rino temen sebangku nya Ammar.


" Udah pinter ngomong lu sekarang, ya, No. Dulu aja lu kayak robot."


"Yaelah, Mar. Kan waktu itu lo yang bilang sendiri kalau gua harus berbaur. Kita kan keluarga," balas Rino.


"Haduuhh, gue aja ini dadakan langsung dari otak gue. Alhamdulillah otak gue langsung encer ketika gua teringat miwari, haduuhh Que jadi maloe." Ammar terkekeh geli atas jawabannya sendiri.


"Hilihhh sa ae lu Kang cimol."


"Hahaha bodoamat."


****


"Pssttttt!"


Suara desisan dari arah belakang mau tak mau membuat Akbar menoleh. Si pelakunya tak lain adalah Ghanni yang berada di belakangnya. Duduk bersebelahan dengan Rae. Sedangkan Akbar duduk dengan Rio.


"Apaan?" tanya Akbar.


"Liat onoh," tunjuk Ghanni menggunakan mulut.


Akbar mengalihkan pandangannya ke arah mulut Ghanni.


"Wanjer. Beneran ngegas si Ammar ye." Akbar terkikik geli.


"Gua juga, ah!" ucap Akbar di sela-sela tawanya.


"Gua bingung. Kok si Ammar ngebet banget deketin si Miwari, sih?" tanya Rio penasaran.


"Gua juga gatau. Cewe dingin kayak si Miwari memang buat penasaran. Maybe si Ammar penasaran doang," jawab Ghanni.

__ADS_1


KRIIINGGG


"Huwaaahhh, akhirnya cacing gua bakalan jumpa sama makanan," teriak Sarah tak kala mendengar bel istirahat berbunyi.


"Hayuk gaes! Kita ke kantin," ajak Mentari tak kalah hebohnya.


Mereka pun lantas beranjak. Menyisakan Rino yang masih berkutat dengan game. Ammar termenung. Miwari yang mendengarkan musik dan Ghanni yang menyalin pr.


"Yoosshh! Pr gua selesai juga." Ghanni tersenyum bahagia. Akhirnya ia tidak akan disuruh keliling lapangan.


"No, Kuy ke kantin!" ajak Ghanni.


Rino mendongak. Mengalihkan pandangan dari gadget yang ia pegang. Ia lantas mengangguk, mengiyakan.


Ia mulai bisa membaur dengan teman sekelas. Tidak lagi merasa canggung terhadap mereka. Lingkungan merubahnya 100 persen.


Ia dan Ghanni lantas keluar kelas. Meninggalkan Miwari dan Ammar yang masih sibuk dengan kegiatan masing-masing.


"Ehh, bentar, No," Ucap Ghanni memghentikan langkahnya.


"Uang gua ketinggalan dalam tas." Ghanni meneput jidatnya gemas.


"Lu duluan ajah. Gua nanti nyusul."


Rino mengangguk. Ghanni lantas berlari meninggalkan Rino yang mulai berjalan menunu kantin.


Pandangan para pelajar baik senior maupun satu angkatan tak lepas dari Rino. Sosok lelaki dengan tinggi dengan hidung mancung itu berjalan layaknya model. Tidak peduli pandangan memuja dari para seniornya.


"Rino, Sini!" panggil Shalyan tak kala melihat Rino di depan pintu kantin.


Ia berjalan mendekati mereka. Posisi duduk mereka yang dibilang unik. Di mana posisi laki-laki dan perempuan di bedakan.


"Lah, si Ghanni mana? Tanya Nhysza yang melihat Rino datang sendirian.


"Ghanni lagi ngambil uang. Ketinggalan di kelas," jawab Rino seraya duduk di samping Rae.


"Wooyyyy!!!" teriak Ghanni yang mengagetkan seisi kantin.


"Hosh, hosh. Capek gua anjiir," ucapnya sambil meminum es teh manis milik Mega.


"Iish, Goni anjiir. Itu minum gua." Mega merenggut marah melihat es teh manisnya tandas di minum Ghanni.


"Mega. Nama gua Ghanni. G-H-A-N-N-I," eja Ghanni. "Lagian ntar gua beliin lagi elah."


"Bodo amat!" balas Mega sengit.


"Lu kenapa sih, Ghanni? Kayak orang kebakaran jenggot," tanya Nhyssa.


"Si Ammar sama Miwari," jawab


" Iya, kenapa sama mereka?" tanya Shalyan penasaran.


"Ammar sama Miwari." Ghanni lantas meminum kembali es teh milik Shalyan yang masih penuh.


"Isssh! Ngomong dulu ogeb. Jangan buat orang penasaran." Akbar memukul kepala Ghanni gemas karena ia tak kunjung menjawab pertanyaan.


"Sakit geblek," ujar Ghanni sambil mengelus kepalanya.


"Si Ammar sama Miwari-"


"AKHHHHHH!!!"


#Tbc~


Jangan lupa vote dan komen ya readers 😘 maaf kalo ada typo wkwkkwwkk


#Author


Mega Ammar

__ADS_1


2019/02/15


__ADS_2