The Trouble Maker'

The Trouble Maker'
problem part 2


__ADS_3

Jangan lupa kasih bintang alias vote dan komen ya!


Happy reading gais


.


.


Keadaan sekolah sangat sepi. Hal ini disebab kan oleh para murid yang berburu pasokan makanan di empang, eh kantin maksudnya. Tidak terkecuali para murid 1-3A. Mereka berkumpul tanpa ada perbedaan. Hal yang unik memang, mengingat mereka semua baru kenal namun sudah mampu akrab satu sama lain.


"Si Mikel kira-kira dikasih apa yah sama ketua yayasan? Gua penasaran," tanya Ammar sambil memasukkan bakso kedalam mulutnya.


"Paling dikasih jatah," jawab Akbar spontan yang berada di samping Ghanni.


Mereka semua lantas menoleh kearah Akbar. Meminta pertanggung jawaban atas ucapannya barusan.


"Apaa? Ngapain lu semua ngeliatin gua kayak gitu?" tanya Akbar polos.


"Bar, jatah apaan?" tanya Sarah dengan ekspresi mengintrogasi


"Hooh Bar, jatah apa? Lu kalo ngomong jangan setengah-setangah dong." Mentari ikut menimpali seraya meminum jus jeruk miliknya.


Mega yang berada di depan Akbar pun menyahut, "Yeuuuuu, lu percaya ae omongan si Akbar. Yakali ketua yayasan ngasih jatah. Palingan kasih ceramah itu ketua." Mega lantas berdiri, meninggalkan mereka menuju stand penjual ketoprak.


"Gaa, gua nitip. beliin atu yaah!" teriak Shalyan dari kejauhan.


Mega yang mendengar pun mengangguk paham. Ia lantas mengambil 2 ketoprak dan kembali ke meja mereka.


"Ehh, tapi yaah, itu ketua yayasan kenapa mukanya lempeng bat dah? Kayak gabisa diajak bercanda," ucap Tari sambil memakan ketoprak milik Mega.


"Tari ihh, ketoprak guaa!"


"Dari yang gua denger sih yaah, ketua yayasan kita itu mau bercandanya sama yang dia kenal doang. Ibaratanya udah deket gitu deh," ucap Ammar sambil memakan ketoprak milik Mega.


"Ammaar....! Ketoprak guaaa," teriak Mega tak terima.


"Iiss, mintak dikit juga."


"Mintak-mintak, beli lu sono!"


Mereka lantas mengobrol kembali hal-hal yang tidak penting. Dari rebutan minuman sampai jatah bakso yang lama kelamaan hilang dari mangkok. Sehingga keributan mereka mendadak terdiam akibat teriakan Sarah.


"Wooy, itu si Mikel!" teriak Sarah sambil menunjuk Mikel yang berjalan masuk ke dalam kantin dengan muka lesu.


"Mikel, siniii!" ucap Tari sambil melambaikan tangannya kearah Mikel.


Mikel yang merasa terpanggil pun menoleh kearah mereka. Ia lantas berjalan menghampiri meja mereka.


"Haaaahhh,, gua haus bet woy," ucapnya sambil meminum es teh milik Ammar.


Ammar yang tidak terima minumannya di minum oleh Mikel pun lantas memukul tangannya. "Minuman gua wooy. Beli sono lu sendiri!"


"Aaahhhh, enaknya." desah Mikel penuh kenikmatan setelah menghabiskan minuman milik Ammar. "Waahhh, ada ketoprak nganggur. Buat gua yaah!" ia lantas mengambil ketoprak milik Shalyan yang masih ia makan sesuap.


"Ehhhh, ketoprak gua," ucap Shalyan.


Plak!


"Wadoohhh," teriak mikel. " Apa sih shasimi? Sakit tau lu pukul."


"Itu ketoprak punya Shalyan. Main ambil-ambil aja lu. Balikin!"


"Aaelah, lagian juga gak dimakan sama si Lyan kok. Ya kan, Yan?"


"Yaudah, makan aja deh sama lu. Kasian gua liatnya!" ucap Shalyan sambil meminum jus jeruknya.


"Ehhh, betewe. Lu ngapain ajah di ruangan ketua yayasan?" tanya Ghanni penasaran.


"Twunggu doelo aelaha Gwon. Gwuaa laghhi mhkanawan," ucap Mikel di sela-sela kunyahannya.


"Di telen dulu goblok!" ucap Ammar sambil memukul kepala Mikel.


Bug!


"Iihhhh, jorok ihh. Liat muncrat semua!" ucap Tari jijik.


"Mewhehehe, hujan makanan," jawab Sarah sambil terkekeh geli.


"Ahhhhh, Errggghhhhh."


kelegahan dan suara sendawa keluar begitu keras dari mulut Mikel. Seluruh pengunjung kantin pun sampai menoleh semua kearah mereka duduk, memberikan tatapan jijik atas perlakuannnya barusan.


Ammar yang merasa malu pun meminta maaf kepada seluruh pengunjung dengan berdiri dan membunggkukkan kepala sambil berkata maaf.


"ihhhh jorok bangeet." Tari menutup hidungnya rapat-rapat, Shalyan menutup mukanya, sedangkan Nisa, Mega, Akbar, Ghanni dan Sarah tertawa terbahak-bahak atas kekonyolan Mikel.

__ADS_1


"Dasar kambing. Malu ogeb," oceh Ammar setelah adegan meminta maaf sekalian curi-curi pandang terhadap para cewe selesai.


"Udah kenyang, kan? Minum udah, makan udah, naahh sekarang cerita!" pinta Nisa sambil meletakkan tangan diatas meja, menyanggah wajahnya sehingga ia dengan leluasa mendengar cerita Mikel.


Mikel lantas mengangguk paham. Ia langsung mengatur duduknya lebih tegap, tangannya ia simpan di dada seakan-akan ia sedang bertapa, tatapannya tajam.


"Jadi gini gais" ucap mikel dengan kepala yang sedikit di tundukkan bersama mereka.


"Jadi gini gais" ucap mikel kembali sambil ia bengong. Karena ia ingin menjahili temen nya.


"Woooyyy cepetan kampret lama bet dah."


"Sabar woyy! gua lagi mikir dulu neh,  butuh bathin yg kuad."


"Jadi gini gais.... " Ucap mikel yang ingin bercerita malah di potong sama si kutu kupret


"Dari tadi bilang kaya gitu Mulu anjerr," ucap Akbar sambil memukul meja.


"Sabar dah buset, baru aja w mau ngomong."


Seketika mereka semua kembali hening, menunggu Mikel melanjutkan ceritanya. Mereka yang penasaran mau tak mau menunggu sambil mengunci mulut rapat-rapat untuk tidak mengumpat terhadap mikel yang tak kunjung buka suara.


"Jadi... hmmmmm hmmm hmmm hmmm," ucap mikel dengan menirukan suara Nisa sabyan


"Yee semvak gua udah nunggu-nunggu dari tadi, malah yang keluar nisa sabyan,"  Ammar yang sudah kehilangan kesabaran mulai mengomel.


"Hehehe, lagian lu pada serius banget si. Pengen bet ya denger cerita gua?hmm," Mikel menaikkan alis keataskan. Memainkannya seakan kalau ia kelihatan tampan.


"Bodoamat anjerrr bodoamat. Cepetan kagak lu cerita? Kalo ga gua guyur lu pake air teh nya si ammar!" Ucap Mega dengan sedikit mengancam.


"Lohh, kok punya gua sih, punya si Tari aja sono kalo mau nyiram dia."


"Eh, enak aja lo ngasih ngasih punya gue. Gak- gak mau," tolak tari sambil memegang esnya kuat-kuat.


"Udahh wooii ngapa kalian yang berantem si bangsad?" ucap Sarah dengan suara yang keras.


"Kok kamu berkata kasar si sayang? gabole dong ini tempat umum," Mentari menceramahi Sarah.


"Maafin aku ya sayang, aku khilaf hehehe."


"Lahh, ngapain lu berdua malah yurian di sini anjerr dah. gatau sikon."


"Udah udah, kalo kaya gini terus gabakal beres dong ah . Ayok buru cerita sebelum bel berbunyi," lerai Shalyan (Lyan emang yang terbaik, mueheheh:v)


Mikel mulai bercerita, bagaimana kejadian saat di ruangan.


"Masuk!"


"Ada apa pak, bapak memanggil saya kesini hehehe" ucap mikel dengan sedikit berseri dan menunduk karena dia takut akan tatapan tajam sang ketua yayasan


"Kamu tidak usah menunduk. Saya tidak seseram itu. Saya akan berbicara baik baik dengan kamu."


"Baik pak."


"Hmm,jadi gini. Sebelumnya kamu sudah saya peringatkan untuk tidak membuat masalah disekolah ini, apalagi kamu ini masih anak baru. Jadi...," ucap panjang lebar ketua yayasan. Mikel pun menunggu kalimat selanjutnya yang akan diucapkan oleh ketua yayasan


"Jadi.. kamu, saya kasih SP2 untuk peringatan kedua. Jika kamu membuat masalah lagi. Saya tidak akan segan-segan untuk meng DO kamu dari sekolah ini," ucap ketua yayasan Dengan serius dan tatapan mata yang tajam


"Baik pak. Terima kasih," ucap mikel dengan menundukkan badan dengan ekspresi wajah yang senang karena sebelumnya ia berpikir ia akan di keluarkan dari sekolah itu. Ternyata sekolah itu masih menyayanginya.


Flashback Off


"Jadi gitu ya temen temen sekalian."


"kenapa lu ga langsung di DO aja? Padahal lu kan tengil wkwkwkw" ucap Sarah, seketika semua langsung tertawa.


"Wahh lu ngajak ghelud ma gue?" Ucap mikel berdiri sambil memegangi pinggang.


"Hilihhh baper lu buzang."


"Bodoamat."


Ketika mereka asik bercengkrama, tiba-tiba timbul keributan dari arah pintu masuk kantin, tepatnya di meja mojok dekat pintu masuk kantin.


"Anjirrr ada apaan tuh rame rame begitu?" tanya Ammar.


"Lah mana gue tau," jawab Ghanni enteng.


"Mending kita langsung samperin!"


Mereka langsung menuju di tempat keributan tersebut


"Misii misi misi misi." Teriak Nisa.


"Ada aspaan neh, hah?" teriak Mega

__ADS_1


"Apaan wooii bukan aspaan," balas Sarah enteng.


"Iyeiye pokoknya itu lah."


Ternyata ada seorang gadis yang tertunduk dengan baju yang basah akibat diguyuri air oleh senior nya


"Lho, Miwari?kok baju kamu basah?" Tanya ammar dengan wajah yang cengo dan kaget. Gadis itu masih tetap menunduk. Dan disitu si Ammar langsung angkat bicara


"SIAPA YANG UDAH BERANI NYIRAM DIA? JAWAB!!" Bentak ammar dengan nada yang tegas dan lantang.


"GUE? KENAPA?HAH? LU BERANI SAMA GUE?" Jawab gadis itu dengan muka songong


Ammar pun langsung membalikkan perbuatan gadis tersebut dengan menyiram rambut dia dengan sebuah jus


"KURANG AJAR! LU BERANI SAMA GUA? HAH?" tanya gadis itu dengan menunjuk muka Ammar


"BERANI. MESKIPUN LU CEWEK, GUA GABAKAL BISA DIAM KALO LU BERBUAT SALAH. APALAGI DENGAN CEWEK GUA!":V (njiir, kesempatan dalam kesempitan ini mah si Amora) ucap Ammar tegas dengan tatapan yang sangat tajam.


Tiba-tiba seorang lelaki memukul telak wajah Ammar tepat di pipi bagian kiri. Ammar yang terkejut pun tersungkur kebelakang. Miwari yang kaget lantas membantu Ammar berdiri. Mikel yang geram pun membalas lelaki tersebut hingga berdarah, karena dia tidak suka ada org yang nyakitin sahabatnya.


"SINI LU MAJU BRENGSEK!!cuuiihh,"u mikel menatap emosi dan tajam.


Perkelahian pun tak terelakkan. Mikel yang terlanjur emosi melihat Ammar terkena bogem mintak dari lekaki kelas lain pun menghjara habis-habisan si lelaki hingga babab belur. Hingga perkelahian terhenti akibat teriakan siswi dengan bando pink serta rambut blonde sepinggang.


"STOOOPPP!! KALIAN GA MALU APA BERANTEM DI SEKOLAH? KALIAN SUDAH DEWASA, SEHARUSNYA  KALIAN MEMIKIRKAN KEDEPANNYA. DAN JIKA KALO PUNYA MASALAH SELESAIKAN DENGAN KEPALA DINGIN BUKAN SEPERTI INI!!" teriak Nataela siswi teladan yang berada di kelas 1-3A.


Mereka berdua lantas terdiam. Menatap Nataela yang yang masih mengambil nafas akibat teriakannya tadi. Sampai mereka di kejutkan oleh teriakan dari arah belakang.


"ADA APA INI?!" teriakan ketua yayasan yang datang dari arah belakang


Ketua yayasan alangkah kagetnya ia melihat wajah dua siswanya dalam keadaan babak belur. Lalu beliau pun Membubarkan para murid yang sedang berkumpul.


"DAN KALIAN SEMUA YANG ADA DISINI. BUBAR!!"


"JADI KALIAN BERDUA LAGI YANG MEMBUAT MASALAH DISINI? KALIAN BERDUA LANGSUNG KE RUANG SAYA SEKARANG JUGA!!" Bentak ketua yayasan.


"Pak saya juga ikutan dengan masalah mereka, hehehe" ucap ammar dengan mengacungkan tangannya


"Baiklah, kamu juga ikut keruangan saya,"ucap ketua yayasan segera meninggalkan mereka


"Kok lu malah ikut ikutan si mar? Lu kan ga salah?" tanya Mikel


"Gua termasuk salah, semua berawal dari gua kan? Yaudah lu gausah banyak bacod ya. Gua selalu ada saat lu susah," ujar Ammar kepada Mikel dan semuanya. Dan semua nya mengangguk ngerti.


Ketika di ruangan ketua yayasan. Suara teriakan terulang kembali


Brakk!


"SAYA KAN SUDAH PERINGATKAN UNTUK KALIAN BERDUA! KALO KALIAN MEMBUAT MASALAH LAGI SAYA TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN UNTUK MENGELUARKAN KALIAN BERDUA DARI SEKOLAH INI!!" Bentak ketua yayasan sambil memukul meja.


"Saya sudah pusing dengan tingkah laku kalian yang susah diatur. Kalo kalian ingin seenaknya di sekolah dan gamau diatur. Kalian bikin sekolah sendiri saja! Maka dari itu dengan berat hati saya akan meng DO kalian berdua dari sini. Dan untuk kamu!" ucapnya sambil menunjuk Ammar. "Nama kamu siapa?"


"Ammar pak dari 1-3 A." jawab Ammar dengan sedikit takut


"Untuk kamu. Kamu saya kasih SP1 untuk peringatan pertama. jika kamu seperti temen kamu yang gatau diri ini, maka saya akan meng DO kamu seperti dia. Mengerti?"


"Mengerti pak."


"Baiklah, untuk kamu. Silahkan kamu boleh keluar dari ruangan saya sekarang juga."


"Baik pak, permisi"


"Untuk kalian berdua. Besok saya tidak ingin melihat kalian berada di sekolah ini. Jadi terserah kalian mau ngapain juga, karena kalian sudah bukan siswa sekolah ini lagi. Silahkan kalian boleh keluar dari ruangan ini sekarang juga"


"Baik pak, terima kasih." jawab mereka bersamaan.


Mikel lantas keluar runganan dengan kepala tertunduk lemas. Raganya seakan tak ingin ia gerakkan, namun kakinya tetap memaksa terus berjalan.


Pssttttt...


"ssttr, wooy udon!"


Mikel yang kenal benar panggilan itu pun lantas menoleh kebelakang. Dan alangkah terkejutnya ia melihat semua temannya berbaris di samping pintu ruangan ketua yayasan layaknya anak ayam yang kehilangan induknya, tak terkecuali Ammar yang barusan keluar.


Mikel lantas mendekat kearah mereka. Secara reflek ia langsung memeluk mereka semua. Menumpahkan kesedihannnya di pundak para temannya yang baru ia kenal sebentar namun, sudah harus berpisah.


Ammar yang mengerti perasannnya Mikel pun mengelus badan Mikel, memberi ketenangan kepada sahabatnya tersebut.


"Udon! Lu bauk ketek, sumpah!" ucap Mega tanpa rasa bersalah.


Semuanya lantas tertawa. Satu persatu lantas memukul kepala Mega melampiaskan kekesalan akibat ucapan Mega.


"Heh, gatau orang lagi galau-galauan juga," ucap Tari sambil menghapus air matanya.


"Hooh. Udah nangis bombayah juga," timpal Sarah.

__ADS_1


"Yaa joget aye ayee dung njiir," Ammar yang tak tahan lun memperagakan bagaimana dance yang disebut oleh Sarah.


Mereka semua lantas tertawa, tidak peduli setiap pasang mata yang lewat memandang mereka aneh. Atau wali kelas mereka yang mulai jijik terhadap mereka. Bagi mereka, persahabatan mereka adalah segalanya. Perbedaan bukan penghalang bagi mereka. Sekalipun wali kelas mereka menganggap mereka sampah namun, ia tidak pernah tahu bahwa mereka adalah sampah yang akan mahal harganya di kemudian hari.


__ADS_2