TIKAM SAMURAI :EPISODE 1 (MEMBASUH WAJAH DENGAN DARAH)

TIKAM SAMURAI :EPISODE 1 (MEMBASUH WAJAH DENGAN DARAH)
TIKAM SAMURAI (Episode 19) Cinta tanah air Se iya sekata


__ADS_3

Kempetai yang bertanya itu mengerutkan kening. Tadi dia memang melihat sesosok tubuh menyelinap kebelakang. Tapi tak jelas siapa orangnya. Mereka lalu menanyai perempuan – perempuan itu dengan gencar. Para perempuan itu, meskipun mereka hidup melacurkan diri namun memiliki rasa cinta Tanah Air yang luar biasa, yang barangkali tak seberapa dimiliki oleh perempuan – perempuan yang bukan pelacur. Mereka seperti sepakat, seiya sekata untuk membenarkan dan menuruti cerita bohong yang mula pertama diucapkan oleh Mariam. Dan para Kempetai serta pimpinan Jepang di Payakumbuh, tak bisa berbuat selain mempercayai hal itu. Sekurang – kurangnya buat sementara.


Sebab siapa diantara penduduk pribumi yang bisa memainkan Samurai hingga sanggup mengalahkan Kamura dan seorang perwira lainnya serta empat teman mereka? Tak mungkin ada pribumi yang bisa. Dan kalaupun bisa, takkan mungkin mempunyai keberanian untuk menyerang serdadu Jepang. Tak mungkin!. Sebab pada saat ini, gerakan – gerakan tentara Indonesia belum begitu gencar mengadakan perlawanan pada Jepang. Baru berupa tindakan – tindakan sporadis.

__ADS_1


Jepang sendiri seperti tak punya kesempatan untuk mengusut peristiwa ini secara jelimet. Sebab dimana – mana, tidak hanya di Minangkabau, juga di seluruh Indonesia, mereka sedang sibuk membangun benteng pertahanan. Benteng – benteng pertahanan itu mereka bangun berupa lobang-lobang dari coran beton. Tersebar di seluruh kota, di tempat – tempat yang strategis, termasuk di sepanjang pantai. Musuh yang paling mereka khawatirkan untuk datang menyerang adalah Tentara Sekutu di bawah pimpinan Jenderal Mac Athur yang berkedudukan di Manila, Filipina.


Selain membuat benteng – benteng dalam bentuk lobang-lobang yang diperkukuh dengan beton cor yang tak mampu diruntuhkan dengan bom sekalipun, maka pusat suply senjata, dan benteng pertahanan secara besar – besaran mereka buat di Bukit Tinggi. Di kota ini, selain lobang-lobang pertahanan dari beton cor, mereka juga membuat terowongan yang silang siur di bawah kota. Terowongan yang sangat besar. Bisa dilalui Jeep masuk sampai jauh ke dalam. Untuk membuatnya mereka tinggal mengerahkan tentara Belanda yang tertawan yang disebut internir, dan para lelaki bangsa Indonesia. Ribuan orang dikerahkan membuat terowongan yang kelak dikenal sebagai terowongan maut.

__ADS_1


Dia dinamai terowongan maut oleh karena seluruh pekerja yang ikut menggali terowongan itu tak satupun yang keluar hidup – hidup. Tak satupun!. Semua mati di dalam terowongan itu. Kematian mereka memang disengaja oleh Jepang demi menjaga kerahasiaan terowongan itu. Terowongan itu kabarnya melintas di atas bangunan – bangunan fital. Di samping itu juga mempunyai pintu tembus ke tempat – tempat strategis di dalam maupun jauh di luar kota.


Menurut cerita dari sana langsung masuk terowongan dan dipusatkan disuatu tempat di perut bumi di bawah kota Bukittinggi. Dalam rencana strategisnya, jika Sekutu datang menyerang mereka akan bersembunyi di terowongan itu. Pada waktu tertentu mengadakan serangan mendadak ke kota. Di terowongan itu mereka mempunyai perbekalan baik makanan maupun persenjataan yang bisa menghidupi satu batalyon pasukan dengan kekuatan 1.000 orang selama setahun!

__ADS_1


Suatu penimbunan dan pemusatan suplay yang tak tanggung – tanggung dalam sejarah Kemiliteran. Kedua, dalam keadaan sangat genting mereka bisa mempergunakan lapangan terbang gadut untuk melarikan diri dengan pesawat udara. Saat terowongan itu dibangun, pimpinan tertinggi balatentara Jepang di pulau Sumatera dipegang oleh Tei Sha (Kolonel) Fujiyama. Dia memilih menempatkan pusat komandonya di bekas kantor tentara Belanda beberapa puluh meter dari mulut terowongan yang sedang di bangun di Panorama. Pusat komando Fujiyama ini kelak dijadikan Museum ABRI di depan Tugu 17 Agustus di Panorama. Pintu terowongan juga dibangun di belakang kantornya. Dari sana, lewat terowongan yang berbelit dia bisa mencapai beberapa tempat di kota Bukittinggi. Seperti ke Jam Gadang, Benteng atau Kebun Binatang.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2