TIKAM SAMURAI :EPISODE 1 (MEMBASUH WAJAH DENGAN DARAH)

TIKAM SAMURAI :EPISODE 1 (MEMBASUH WAJAH DENGAN DARAH)
TIKAM SAMURAI (EISODE 61) PEMBAKARAN TRUK PASUKAN JEPANG


__ADS_3

Untuk berlari mengejar tak mungkin lagi. Maka satu-satunya jalan tercepat adalah dengan melemparkan samurai di tangannya. Dengan mengumpulkan segenap tenaga anak muda ini tiba-tiba melemparkan samurainya. Samurai itu terbang seperti kilat. Ujungnya menghantam kaca belakang truk. Menembusnya, dan sedetik sebelum pistol di tangan chu-I itu meledak, samurai tersebut menghujam di tengkuknya.


Pistolnya meledak juga. Pelurunya memecah kaca depan, tapi arahnya sudah tak menentu. Datuk Penghulu terkejut, dia menoleh, dan melihat chu-I itu terkulai mati. sopir truk itu menjadi kecut. Dia menghidupkan mesin truk dan menginjak gas. Namun Datuk Penghulu lebih cepat lagi. Dia membuka pintu truk tersebut dan menyeret sopirnya turun. Truk itu terhenti tiba-tiba. Saat itu si Bungsu sampai ke depan.


“Jangan bunuh dia.” si Bungsu berseru ketika Datuk itu sudah siap mengirimkan pukulan kejantung Jepang tersebut.


“Dimana Sho-i Atto yang memimpin penyergapan malam tadi “? Suara si Bungsu mendesis tajam.


Sopir truk tak segera menjawab. Si Bungsu merenggutkan samurai dari tengkuk cho-I yang telah mati di sebelah sopir tadi. Di sepanjang mata samurai itu masih meleleh darah. Sopir itu tiba-tiba menjadi ngeri bukan main. Dia telah mendengar dari bisik-bisik temannya, bahwa ada seorang anak muda yang sangat mahir dan sangat cepat dalam mempergunakan samurai. Kini anak muda itu ada di depannya. Tanpa dapat ditahan, tubuhnya jadi menggigil.

__ADS_1


“Sebutkan dimana Atto sekarang . . .,” suara si Bungsu mendesis lagi.


“A. . . .apakah saya akan tuan bebaskan, kalau saya sebutkan di mana dia?” Jepang itu coba mencari jalan selamat dari lobang jarum ini.


Namun tiba-tiba Datuk Penghulu menamparnya. Tamparan Datuk yang tengah berang ini bukan main dahsyatnya. Gigi sopir itu copot dua buah.


“Sebutkan dimana Atto atau kami bunuh waang sekarang …..” suara Datuk itu mengancam.


Suaranya terputus. Karena kaki Datuk Penghulu terangkat. Lututnya menghantam selangkang Jepang itu. Mata Jepang itu terbeliak. Dan Datuk Penghulu melepaskan pegangannya. Tubuh Jepang itu jatuh ke tanah.

__ADS_1


Dia memang sudah mendapatkan yang dia inginkan. Suatu kebebasan. Datuk itu berkata perlahan melihat tubuh Jepang yang tak berkutik itu.


“Atto yang engkau tanyakan itu pasti berada di markasnya buyung. Dan kita akan mendapatkan dia. Dia harus membayar hutangnya. Hutang darah dibayar darah. Hutang nyawa harus dia bayar dengan nyawanya. Nah, cepat kita menghindarkan dari sini ….”


Sambil berkata begitu, Datuk Penghulu mengangkat tubuh sopir tersebut. Kemudian melemparkannya ke atas truk bahagian belakang. Si Bungsu mengangkat tubuh sersan yang mati kena hantam di depan truk. Juga meletakkannya di bak belakang bersama sebelas mayat lainnya. Datuk Penghulu mengambil jerigen berisi minyak yang terikat di luar truk itu. Kemudian menyerakkannya pada mayat-mayat di belakang. Si Bungsu membuka kap truk itu. Memecah karburatornya. Bensin meleleh keluar.


Datuk Penghulu menyulut korek api. Kemudian melemparkannya ke mayat yang telah disiram bensin tersebut. Api segera saja menyala dengan marak. Melalap bangkai-bangkai Jepang itu. Kemudian mereka menghilang ke dalam palunan hutan bambu. Meninggalkan truk dan bangkai-bangkai Jepang itu dimakan api. Tak berapa lama kemudian, subuh buta itu dipecahkan oleh dentuman dahsyat data truk itu meledak berkeping-keping. Menghancurkan dan menghamburkan bangkai hangus menjadi serpihan-serpihan tak berbentuk. Hari itu pecah kabar di kota Bukittinggi tentang pembantaian tentara Jepang tersebut. Kempetai dan pasukan-pasukan Jepang memeriksa dan memasuki seluruh hutan bambu di Tarok dan Padang Gamuak.


Mereka mencari tempat persembunyian Datuk Penghulu dan si Bungsu. Sampai sore seluruh rimba bambu itu mereka periksa dengan lebih dari lima puluh tentara dan tiga ekor anjing pelacak. Namun kedua orang yang mereka cari tak kelihatan batang hidungnya. Bahkan dekat rumah Datuk Penghulu yang terbakar itu pun tak kelihatan ada bekas kuburan. Syo-iAtto yang pada malamnya memimpin penyergapan dan memperkosa perempuan-perempuan itu menjadi penunjuk jalan.

__ADS_1


Dari dia komandan Garnizun Jepang di Bukittinggi mendapatkan kabar bahwa setidak-tidaknya ada dua orang yang mati malam sebeluimnya. Yaitu istri dan anak Datuk Penghulu.Setelah tak berhasil mencari jejak Datuk penghulu, kini Kempetai mulai memeriksa seluruh tanah perkuburan kaum di kota itu. Mereka mencari kuburan yang baru digali. Kalau ada yang baru maka diselidiki, kuburan siapa itu.


BERSAMBUNG...


__ADS_2