TIKAM SAMURAI :EPISODE 1 (MEMBASUH WAJAH DENGAN DARAH)

TIKAM SAMURAI :EPISODE 1 (MEMBASUH WAJAH DENGAN DARAH)
TIKAM SAMURAI (EPISODE 31)di selamat kan oleh anak pengkianat


__ADS_3

“Masuk kemari ..”


Tiba tiba saja gadis itu menarik tangan si Bungsu kedalam kamarnya. Si Bungsu seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Dia menurut, sebab tak ada jalan lain- Dengan berada dalam kamar gadis ini, dia berharap bisa selamat. Atau dia bisa menjadikan gadis ini sebagai sandera. Kamar gadis itu bersih dan berbau harum.

__ADS_1


“Masuk kemari ..” gadis itu berkata lagi sambil membuka sebuah katup di lantai.


Tanpa banyak cincong, si Bungsu mendekat. Di bawah lantai yang menganga itu, dia melihat sebuah ruangan kecil. “Masuklah cepat ..” gadis itu berkata lagi. Si Bungsu tak lagi sempat berfikir. Dia menurut dan mulai menuruni tangga ke bawah. Dia sampai ke dalam sebuah ruangan kecil dan gelap. Gadis itu lalu menutupkan lantai yang dia angkat tadi. Kemudian membetulkan tikar di atasnya. Lalu mengambil kain dan mulai melap bekas darah yang berceceran di lantai dari bekas luka di tubuh si Bungsu. Kerjanya baru saja selesai ketika pintu berhasil di dobrak oleh truk reo tentara Jepang. Kamarnya ikut digeledah. Lemari pakaian, bawah kolong tempat tidur, loteng. Si Bungsu mendengar derap sepatu. Kempetai itu lalu lalang di atas kepalanya. Dia menanti dengan diam dalam kegelapan di ruang yang tak dikenalnya ini. Barangkali tentara Jepang masih berada di rumah itu. Sebab telah berlalu waktu beberapa jam, namun gadis itu belum kunjung muncul. Si Bungsu tak berani naik keatas. Dia tetap menanti. Dengan meraba raba dia berbaring di lantai yang rasanya di alas dengan tikar yang bersih.Dia terbangun dengan terkejut tatkala dirasakannya sebuah benda jatuh menimpa perutnya. Kemudian pintu di lantai ditutup lagi. Dia meraba dalam gelap itu. Yang dijatuhkan ternyata sebuah bungkusan. Dalam gelap dia membuka bungkusan itu. Meraba isinya. Pisang, ah, perutnya memang amat lapar. Segera saja empat buah pisang lenyap ke dalam perutnya.

__ADS_1


Dia ambil ramuan yang terdiri dari kulit dan daun kayu, lumut batu, lumut pohon dan daun tanaman melata yang sudah dikeringkan yang selalu dia simpan dalam kantongnya, dalam sumpik rokok daun enau, yang dulu memang berisi rokok daun enau. Ramuan itu dia tabur pada luka disekujur tubuhnya. Dengan menimbulkan rasa dingin lukanya dengan cepat mengering, merapat dengan cepat mengering. Dengan senter kecil yang dijatuhkan gadis itu, si Bungsu mulai memeriksa ruangan di mana dia berada. Ruangan ini ternyata ruangan di bawah tanah. Memang dibuat untuk menghadapi keadaan darurat, seperti umumnya rumah-rumah turunan cina. Bedanya kalau ruangan bawah tanah di rumah-rumah cina yang lain digunakan untuk menyimpan bahan makanan atau tempat air, maka ruangan bawah tanah ini dipergunakan sebagai ruangan tempat tinggal.


Tak jauh dari tempat dia tidur di lantai ada sebuah pembaringan. Kalau saja dia bergerak dalam gelap itu agak empat langkah ke kanan, maka dia akan menemui tempat tidur empuk itu. Tapi mana pula dia akan menyangka hal itu. Di dekat tempat tidur itu, di bahagian kepalanya ada sebuah lemari kaca. Di dalamnya si Bungsu mendapatkan tiga buah pistol dan dua buah bedil panjang. Lengkap dengan mesiunya. Ruangan bawah tanah ini nampak dijadikan semacam benteng oleh Babah gemuk itu Dia tak menyentuh senjata tersebut. Di samping tak mengerti cara memakainya, juga menganggap tak ada gunanya untuk dibawa.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2