
Setelah mengantar Lidya ke rumahnya Rivan pun langsung menuju ke perusahaan papa nya
Di depan gedung sanjaya grup, Rivan pun langsung ke luar dari mobil tersebut dan menuju ke meja resepsionis
"halo tuan muda
ada yang saya bantu"
"Itu, apakah papa ada di ruangannya"
"Ada tuan muda
Ayok biar saya antar tuan muda"
"gak usah gua bisa pergi sendiri"
Tampa memedulikan respon dari resepsionis tersebut, Rivan pun langsung menuju keruangan papa nya yang berada di lantai paling atas
Setelah tiba di lantai atas Rivan pun langsung menuju ke ruangan papa nya dan tak lupa mengetuk pintu ruangan tersebut.
Tok tok
"Masuk"
Ceklek
"Hay Pa"
"Loh kamu udah datang boy,
silahkan duduk papa mau berbicara sesuatu padamu."
Melihat ekspresi wajah Papa nya yang serius membuat Rivan pun langsung patuh
"Jadi pah apa yang mau papa bicarakan pada Rivan"
"jadi gini boy dalang dari kecelakaan yg membuat kamu harus berakhir koma selama satu tahun lamanya sudah papa tau siapa dalang dari kecelakaan itu"
"Terus pah"
"dalang dari semua itu adalah jeremy dan Kartono sekaligus saingan bisnis papa"
"Kamu Taukan bahwa pak Kartono ini adalah ayah dari Lidya, yang kamu ceritakan semalam sama papa"
"Deg"
Mendengar apa yang di ucapkan oleh papanya membuat Rivan pun tercengang
"Jadi papa harap kamu bisa melupakan apa yang terjadi sama kamu dan Lidya,
Supaya nanti nya papa bisa membalas dendam apa yang telah mereka perbuat pada kamu."
"Tapi pah aku sudah melakukan itu terhadap nya,
Apa tidak ada cara lain pah misalnya papa jebloskan aja mereka ke penjara."
Mendengar apa yang di ucapkan oleh anak nya membuat pak Budi pun menghela nafas kasar
"Ini tidak semudah yang kamu bayangkan boy"
"Intinya papa akan membalas dendam apa yang mereka perbuat padamu terutama pada pak Jeremy karna dia adalah dalang utama dari semua ini."
"terserah papa deh,kalau itu yang membuat papa senang maka Rivan akan mendukung papa"
Setelah itu Rivan pun keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke parkiran
__ADS_1
di dalam mobil Rivan pun terlihat frustasi
"Akh sial apa yang harus gua lakuin" dan memukul setir mobil nya
Sedangkan di kediaman pak jeremy tepatnya di kamar Clarissa
Clarissa terlihat keluar dari kamar mandi dan langsung memakai baju nya
Dan tak lupa Lidya pun langsung menelpon sahabatnya Cika
Tut,telpon pun tersambung
"halo"
"apa"
"jadi kan malam ini kita pergi ke club"
"jadi dong"
"Yaudah kalau begitu gua siap siap dulu ya
bay."
Dan langsung mematikan telponnya
Sedangkan di kamarnya Rivan
Rivan terlihat baru selesai mandi dan langsung menelpon sahabatnya Anton
Tut
telpon pun tersambung
"woi Lo dimana"
"temani gua ke luar yok"
"gua bosan nih di kamar"
"oke gua akan datang ke rumah lo"
"hmm oke"
dan Rivan pun mematikan telpon nya
Tepat pukul 8 malam Rivan pun keluar dari kamar nya dan tak lupa pamit kepada kedua orang tua nya
Didepan pan terlihat Anton sedang menunggu Rivan keluar dari rumahnya
"Gua ambil mobil gua dulu"
"oke gua tunggu Lo di depan gerbang"
"sip."
Rivan pun langsung menuju garasi dan melajukan mobilnya
Tin
"Ayok"
"Oke"
Rivan dan Anton pun langsung pergi menuju sebuah club yang terkenal di kalangan para pemuda
__ADS_1
setelah sampai ke tempat tersebut Rivan dan Anton pun langsung memarkirkan mobil dan motor mereka
dan langsung masuk ke dalam club tersebut
Di dalam club terdengar musik yang sangat kencang dan banyak orang yang berjoget dengan pasangan nya masing-masing
"Wah gua gak nyangka Lo bakalan ajak gua ke tempat seperti ini"
ujarnya Anton sambil melihat para cewek-cewek yang sedang berjoget
sedangkan Rivan sedang memperhatikan Clarissa yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri
Anjir kok itu cewek mirip bangat ya sama artist idola gua mana postur tubuh nya sama lagi ucap Rivan dalam hati
melihat Rivan yang sedari tadi bengong membuat Anton pun langsung menyenggol bahu temannya
"Heh Van, Lo gak papa kan dari tadi gua perhatian Lo bengong terus emang ada apa sih yang lagi kamu pikirin"
"Eh gak ada, udah sana Lo cari mangsa Lo sendiri"
"Gua mau deketin tuh cewek seraya" menunjukkan Clarissa dan Cika yang sedang duduk di meja bar
"Wah gak bahaya tak",ucap Anton kepada Rivan
"bahaya kentut mu"
hahahahahahah
"yaudah kalau begitu gua pergi dulu"
Hmmm
Setelah Anton pergi Rivan pun langsung menghampiri tempat nya Clarissa berada
"Hay boleh gua duduk disini"
Mendengar ada yang berbicara padanya membuat Clarissa pun menoleh ke samping dan mendapati Rivan yang sedang tersenyum pada
"Boleh ucapnya"
Hmmm lumayan ganteng juga nih cowok ucapannya dalam hati.
mendengar jawaban dari Clarissa membuat Rivan pun tersenyum senang
Perkenalkan nama gua Rivan seraya menjulur kan tangannya
Clarissa pun menjabat uluran tangannya Rivan dan berkata "Clarissa"
Sedangkan tidak jauh dari sana terlihat seorang pemuda yang menatap tajam ke arah Rivan
"Ardo"
"iya bos"
"cari tau siapa pemuda yang berani deketin cewek gua"
"siap boss"
Setelah mengatakan hal tersebut kepada bawahannya Gino pun langsung menghampiri
Rivan dan Clarissa
Setelah sampai ke tempat mereka
Gino pun langsung menarik kerah bajunya Rivan dan langsung memukul wajah nya Rivan
__ADS_1
Bug