
Malam harinya di kediaman sanjaya
......................
"Pah mah aku sama bg Rivan mau pergi ke acara ulang tahun ya teman aku boleh kan "
"iya boleh"
"yaudah kalau begitu aku panggilin bg Rivan dulu ya mah"
Hem
Sedangkan di kamarnya Rivan terlihat Rivan sudah rapi dengan jas hitamnya
"Aduh gua lupa kalau malam ini gua kan mau nemuin si Gino itu
Van Van kenapa Lo lupa segala sih akh sial-sial" runtuk nya dalam hati
tok.. tok..
"bg Rivan Lo udah siap belum"
"iya iya tunggu bentar,dan tampa berlama-lama lagi Rivan pun langsung membuka pintu kamar nya
Ceklek
yaudah ayok"
"Mah pah kami pergi dulu yah"
"Hati-hati ya sayang"
"Iya pah mah sahut mereka berdua secara bersamaan"
Sedangkan di dalam hotel yang cukup mewah terlihat Reza dan dkk sedang berbincang-bincang
"Eh bro selamat ulang tahun ya ucap Idan salah satu temannya si Reza"
"makasih ya bro"
"Eh btw si aruna Ama kawan-kawan datang gak"
"gua gak tau,tapi kalau kata si Lisa meraka akan datang"
Dan selang beberapa waktu Lisa, Tasya dan Aruna pun datang
"Itu mereka"
"Hay Aruna ucap Idan"
Hem
"Lis dimana mila kok dia gak ada sama kalian"
"Oh itu Mila dia datang sama ABG ya"
"Hem kalau boleh tau Abang nya yg mana yah"
__ADS_1
"yang mana lagi kalau bukan si Rivan itu"
Deg
waduh bisa gawat nih kalau di tau gua suka sama adek ya
Sedangkan di dalam mobil Rivan sedang memikirkan kan tentang pertemuan dia dan Gino
Apa gua batalin aja yah pergi ke acara ulang tahun itu,atau gua antar aja Mila Sampek kesana terus gua pergi nemuin si Gino itu ,aduh sial bikin pusing aja nih ucap rivan dalam hatinya
15 menit kemudian Rivan dan Mila pun sudah sampai ke hotel tempat acara ulang tahunnya si Reza
"Ayo bg teman-teman aku udah nungguin aku dari tadi"
"Hem oh iya Mila, itu abg ada urusan sebentar gimana kalau Lo aja yg masuk nanti ABG susul deh"
"Loh kok gitu sih kan Abang udah janji mau temenin Mila ke sini gimana sih"
Mila pun langsung kesal dan pergi meninggalkan Rivan disana
melihat adik nya yang marah padanya membuat Rivan pun tak jadi pergi dan Langsung menyusul Mila yang pergi meninggalkan nya
"Eh Mila tunggu"
"Apa lagi sih bg"
"Yaudah ABG gak akan pergi kamu jangan marah lagi yah oke"
Hem
"Senyum dong masa cemberut gitu sih"
Rivan dan Mila pun langsung menuju ke aula dan menemui Lisa dan yang lainnya
"Eh itu tuh si Mila dan Rivan"
"Mana" ucap Tasya dan Aruna
Sedangkan si Reza tengah fokus terhadap Mila yang sedang menuju ke arah nya Tampa memedulikan tatapan Rivan kepadanya
sialan tuh cowok bisa-bisanya di menatap adik gua kek gitu awas aja loh ya ucapnya dalam hati
"Hay Reza selamat ulang tahun ya nih kado dari gua" seraya mengulurkan kan tangan nya
Reza pun langsung menerima kado dari Mila dan membalas uluran tangan nya "Eh i i iya ma kasih ya"
"Iya sama-sama"
Ekhem Rivan pun langsung berdehem dan menatap tajam pada Reza
"Eh Hay bg"
Hem
deret drett handphone Rivan pun berbunyi
Melihat handphone nya yg berbunyi membuat Rivan pun sedikit menjauh dari mereka dan langsung mengangkat telpon tersebut
__ADS_1
"Halo ada apa"
"Lo lagi dimana,gua udah Sampek nih"
"yaudah Lo masuk aja gua udah nunggu Lo dari tadi"
"Oke siap"
Rivan pun menutup telponnya nya dan langsung duduk kembali di dekat Mila
Sedangkan Aruna dari tadi menatap Rivan dan hal itu tak luput dari pandangan Idan yg membuat Idan pun marah
setelah beberapa saat Antonio pun datang dan langsung duduk di dekat Tasya dan acara pun langsung di mulai
setelah beberapa saat Rivan pun mulai bosan dan melihat jam yang melingkar di tangan nya menunjukkan waktu sudah pukul 10 malam
"eh Anton gua ke kamar mandi dulu ya"
"Oke"
Di tengah perjalanan Rivan melihat Aruna dan Idan sedang berduaan dan Tampa sengaja Rivan mendengar apa yang di ucapkan Idan kepada aruna membuat langkah Rivan pun berhenti dan mendengar kan pembicaraan mereka
"Lo su kak kan sama si Rivan-rivan itu"
"Hah Lo bilang apa sih gak jelas banget"
"Halah Lo gak usah pura-pura gak tau deh gua udah lihat dari mata kepala gua sendiri bahwa dari tadi Lo melihat Rivan Tampa berkedip"
Tampa memedulikan Idan yang berbicara padanya Aruna pun langsung pergi
"Heh Lo mau kemana hah" bentaknya
dan langsung memegang tangan nya Aruna dan mencengkram nya dengan erat
"Auh lepasin gak sakit tau gak"
"gua gak akan lepasin lo sebelum Lo jawab pertanyaan gua tadi"
"Kalau pun gua suka padanya itu gak ada urusannya sama Lo"
"Jadi Lo benar-benar suka sama dia gitu"
"Lo harus ingat kita udah di jodoh kan oleh ke dua orang tua kita jadi Lo gak usah dekat lagi Sama cowok manapun terutama si Rivan paham kan apa yang gua omongin"
Mendengar apa yang di ucapkan oleh Idan membuat Aruna pun marah dan berkata
"Asal Lo tau ya, gua gak pernah setuju atas perjodohan tersebut dan Lo gak berhak larang larang gua buat dekat sama cowok manapun ingat itu"
"Lo..."
"Apa Lo mau marah" bentak nya dengan kasar
dan melepaskan cengkraman Idan dari tangan nya dan langsung berlari dari sana menuju tempat dimana para sahabat nya berada
sedangkan di sisi lain Gino dan dkk sedang menunggu kedatangan Rivan ke bar
"Bos kok dia gak datang-datang ya"
__ADS_1
"Tunggu aja dulu lagian ini baru jam 10, kalau Sampek dia gak datang awas aja gua akan cari dia di manapun dia berada dan mematahkan tulang-tulang nya."