Transmigrasi Menjadi Pria Kaya

Transmigrasi Menjadi Pria Kaya
Eps 5 pulang kerumah


__ADS_3

Keesokan harinya setelah mereka berdua melalui malam yg panjang


Lidya pun akhirnya bangun dan langsung mengucek matanya


dan betapa kaget nya saat Lidya melihat


Rivan yang sedang memeluknya nya


Aaaaaaaaa


Mendengar cekikikan Lidya, Rivan pun langsung bangun dan langsung menutup mulut Lidya


"Ekhem Hem"


"Sttttt Lo bisa diam gak sih,


Pagi pagi udah teriak-gak jelas"


Dan langsung melepaskan tangan nya dari mulutnya Lidya


Plak


Lidya pun langsung menampar Rivan


"Apa Lo bilang, tenang


Setelah apa yang Lo perbuat ke gua


Hah pekik nya dengan marah"


Melihat Lidya yang marah Rivan pun langsung


Diam dan bungkam


Ah sialan nih cewek, apa dia gak ingat yah kalau dia yang yosor duluan


Melihat Rivan yang diam saja membuat Lidya pun tambah marah ,dan langsung turun dari ranjang dan memungut pakaian nya yg berserakan di lantai,


Seraya menahan sakit di ************ nya membuah lidya meringis pelan


Au sttt


Lo gak papa ujarnya dengan nada khawatir


Dan langsung menuju ke arah Lidya


Dan memegang tangan nya


"Lepas gak" ujar Lidya,


Tampa mempedulikan Lidya yg memberontak Rivan pun langsung mengangkat tubuh Lidya menuju kamar mandi dan tak lupa Rivan pun memungut pakaian Lidya


Lepasin


Dan langsung memukul dada Rivan dengan keras


Sttt diam gak Lo


Atau gua akan jatuhin Lo ujar nya seraya menatap Lidya


Sampai nya di kamar mandi Rivan pun langsung menurunkan Lidya dan menyerahkan baju nya


Udah sana mandi


Ujar Rivan seraya meninggalkan


Aha berengsek,awas aja lo


Setelah keluar dari kamar mandi Rivan pun langsung menelpon papanya


Tut


Telpon pun terhubung


"Halo pah"


"Iya nak ada apa"


"Hmm gini pah papa pasti udah tau apa yang terjadi sama Rivan semalam kan"


"Terus"


"Jadi gini pah, apakah papa bisa menyelidiki siapa perempuan itu,


Karna jujur saja pa, saya sudah melakukan nya padanya.


Setelah mendengarkan apa yang di katakan putranya pak Budi pun hanya bisa menghela nafas panjang


Hmmm baik lah boy papa akan urus semua itu


Termasuk orang yang menculik perempuan itu


Baik pah


Yaudah papa tutup dulu telpon nya


Iya pah


Huff untung papa gak marah,tapi kalau mama sampai tau semua ini bisa panjang urusannya nanti


Selang beberapa rapa waktu, Lidya pu  keluar dari kamar mandi


Dan langsung menuju kearah Rivan

__ADS_1


"Gua mau bicara sama lo"


"Hm baiklah"


"Ayok ikut gua"


Setelah keluar dari bangunan tersebut


Rivan pun mengajak Lidya untuk naik ke atas motornya,


"Gua gak mau"


"Kita bicarakan disini aja"


"Oke kalau itu yang Lo mau"


Seraya turun dari motor nya dan langsung berdiri di hadapan Lidya


Setelah terdiam cukup lama


Akhirnya Rivan pun langsung berbicara


"Perkenalkan nama gua Rivan,


Kalo Lo"


Lidya


"Hmmm nama yang cantik seperti orang nya"


"Apa Lo bilang"


"Hah, gak ada"


Hmm


"Oh iya gua mau Lo lupakan semua yg terjadi pada kita semalam"


Hah, gua kira Lo mau minta gua tanggung jawab,


Eh malah di suruh lupain.


 


"Baiklah kalau itu yang Lo mau,oh iya, gua mintak nomor telpon Lo boleh kan, nanti kalau terjadi apa apa sama lo,Lo  bisa nanti telpon gua.


"Yaudah nih" seraya menyerahkan HP nya kepada Rivan


Dan Rivan pun langsung menyimpan nomor Lidya di hp nya


Dan tak lupa Rivan pun menyimpan nomor hp nya di hp nya Lidya


*Yaudah nih"


Hem


Dan Lidya pun hanya menurut saja


Di dijalan raya Rivan pun langsung bertanya kepada Lidya dimana rumah nya


"Lidya, rumah Lo di mana biar gua antarin sekalian


"Gak usah di depan halte saja gua turun"


"Gak bisa gitu dong kalau Lo diculik lagi gimana,


Kan gua yg susah"


"Yaudah lurus aja nanti, baru belok ke kanan


Nanti disana ada komplek."


"Oke."


Rivan pun tancap gas menuju tempat yang Lidya sampaikan.


Setelah sampai dirumah Lidya


Rivan pun langsung pamit dan pergi


Menuju rumah nya.


Di kediaman keluarga sanjaya tepatnya di ruang tengah


Melisa pun langsung memeriksa tubuh anak nya dari ujung kaki sampai kepala,


"Mah aku gak papa kok,cuman memar doang"


"Apa kumu bilang,cuman memar doang


Tunggu disini mama akan ambilkan obat untukmu"


"Iya mah"


Akhirnya Rivan pun hanya pasrah saja


Dan menunggu mama nya datang mengobatinya


Keg ginikah rasayanya diperhatikan oleh ibu,


Dan keluarga yg lengkap.


Satu tetes air mata pun berhasil jatuh ke baju nya

__ADS_1


Darap, darap


Mendengar langkah kaki ibunya yg kian mendekat,Rivan pun langsung menghapus air matanya,dan langsung tersenyum ke arah ibu nya. Dan langsung di balas senyuman oleh Melisa


"Sini syg biar ibuk obatin"


Rivan pun Langsung mendekat ke mama nya dan langsung memeluk sang ibu,


Dan berkata , "makasih ya mah"


"Iya sayang"


Dan membalas pelukan sang putra dengan hangat.


Setelah Melisa mengobati Rivan, Melisa pun langsung menaruh kotak p3k nya di atas meja,


Dan berbincang-bincang dengan anak nya


"Mah besok Rivan jadi kan sekolah nya"


"Iya nak,dan kamu harus janji ke mama kalau ada yang mengganggu mu bilang aja ke mama ya nak,nanti mama akan langsung memberikan pelajaran  padanya."


Mendengar apa yang dikatakan oleh mama nya membuat Rivan pun tertawa


"Hahahaha mama bisa aja hahaha"


"Lah kok ketawa sih mama lagi serius Lo ini"


"Iya mah iya seraya cekikikan kecil"


"Is kamu mah mamanya ngomong serius malah diketawain."


"Lagian mama sih"


"Hem terserah kamu aja deh"


Seraya meranjak dari kursinya


"Mah tunggu mah"


"Ada apa lagi"


"Itu mah Rivan lapar


Heheheh


"Astaga,mama Sampek lupa bahwa anak mama yang paling ganteng ini belum makan"


"Yaudah tunggu sini ya biar mama masak dulu ya"


"Kamu mau makan apa"


"Terserah mama aja deh yang penting mama yang buat pasti enak"


"Hem kamu bisa aja"


Setelah selesai sai makan Rivan pun langsung menuju kamar nya dan seraya merebahkan tubuh nya.


Sedangkan di sebuah gedung tinggi


Nampak seorang laki-laki yang sedang duduk di kursi kebesarannya


"Hem jadi perempuan yang di selamatkan oleh Rivan itu adalah anak dari pak Kartono sekaligus saingan bisnis saya"


Hem menarik


"Tok tok tok"


"Yah silahkan masuk"


Heri pun langsung masuk ke dalam ruangan bos nya


"Selamat siang bos"


Hem


"Ada perlu apa kamu kesini ucapannya dengan sinis"


Mendengar ucapan bos nya membuat bulu kuduk Heri berdiri


"Anu pak bapak nanti pukul dua, ada jadwal  meating bersama client dari perusahaan C.M.F pak."


"Hem, yaudah kalau tidak ada yang anda sampaikan lagi silahkan keluar dari ruangan saya"


"Baik pak."


Setelah Heri keluar dari ruangan nya


Pak Budi pun langsung menelpon. Orang kepercayaan nya


Tut


Telpon pun tersambung


"Hallo pak ada yg bisa saya bantu"


"Iya,saya mau minta tolong padamu tolong


Awasi sekretaris saya yang bernama Heri itu


Kalau perlu kamu harus menyuruh bawahanmu untuk memata-matai nya"


"Siap pak saya akan laksanakan"

__ADS_1


"Yaudah nanti saya tunggu kabar darimu"


Dan langsung mematikan telponnya


__ADS_2