Transmigrasi Menjadi Pria Kaya

Transmigrasi Menjadi Pria Kaya
Santoso


__ADS_3

...Setelah puas Rivan pun langsung memanggil bodyguard bayangan nya untuk membereskan ke kacauan ini dan tak lupa Rivan juga menyuruh mereka untuk melenyapkan bukti-bukti yang ada...


...----------------...


Keesokan paginya tepatnya di ruang makan


Setelah sarapan Rivan dan Mila pun pamit kepada kedua orang tua nya


"Mah pah kami berangkat dulu ya" dan


 tak lupa menyalin kedua tangan orang tua nya


"Iya hati hati ya"


Oke


Setelah menempuh 20 menit perjalanan akhirnya Rivan dan Mila pun sampai ke sekolah dan langsung memarkirkan mobilnya


"Yok"


"Hem iya bg"


Mila dan Rivan pun langsung menuju ke kelas nya masing-masing.


......................


Sedangkan di sisi lain tepatnya di rumah sakit motasa


Santoso terlihat marah melihat keadaan putranya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit


diruangannya Gino terlihat meringis pelan setelah sadar


"Aduh sakit banget"


"Akh"


"Sialan Lo Rivan,liat aja nanti gua pastiin rasa sakit yang gua alami saat ini tak sebanding dengan rasa sakit yang Lo terima nantinya"


ceklek


Pintu ruangan pun terbuka dan terlihat sosok patuh baya yang melangkah menuju ranjang rumah sakit tersebut.


"Pah"


"Iya boy"


"Papa harus balas dendam terhadap orang yang membuat Gino seperti ini pah"

__ADS_1


"Memang nya siapa yang membuat kamu seperti ini"


"Rivan pah dia hanyalah seorang anak SMA pah,kalau keluarga nya Gino gak tau pah"


"Oke papa juga gak akan biarin anak papa dibuat seperti ini oleh orang lain,nanti papa akan suruh orang buat nyelakain dia"


"Makasih pah"


"Gak usah terima kasih ini sudah tanggung jawab seorang ayah terhadap anaknya,kalau gitu papa pergi dulu ada urusan sebentar"


"Baik pah"


Di luar ruangan Santoso terlihat ber bincang-bincang dengan salah satu anak buah nya


"Gimana apa kamu sudah menyelidiki anak itu"


"sudah bos" seraya memberikan kan selembar kertas tentang data diri Rivan


"Bacakan saja"


"Siap bos"


"Nama dari anak itu adalah Rivan Saputra dan dia sekolah di SMA angkasa


dan nama ayahnya adalah Budi putra Sanjaya"


"Stop"


Mendengar nama pak Budi membuat Santoso pun gemetar ketakutan


Dan langsung kembali menuju ke ruangan anaknya


Brak


"Pah"


"Anak sialan"


plak


"Pah kok aku di tampar sih"


"diam bentak nya dengan marah"


Melihat Ayah nya yang marah dan memukul pipinya membuat Gino pun heran


"Jagan pernah sekali lagi kamu menyinggung anak yg bernama Rivan itu"

__ADS_1


"Tapi kan pah"


"Diam, apak kamu mau perusahaan papa bangkrut gara gara kamu telah menyinggung anak nya pak Budi"


Budi?


"Yah Rivan itu adalah anak dari pak Budi putra Sanjaya,dan papa gak mau tau setelah kamu sembuh kamu harus temuin dia dan langsung minta maaf padanya"


"dan lebih baik kamu menjauh darinya dan gak usah cari gara-gara padanya apalagi kamu masih memikirkan balas dendam padanya,


karna semua itu gak ada gunanya malahan keluarga kita nanti yang kena imbas nya."


"Apa kamu ngerti Gino"


"Paham pah"


Setelah memarahi dan menceramahi anak nya Santoso pun langsung pergi dari rumah sakit menuju ke perusahaan nya.


Setelah papa ya pergi Gino pun hanya bisa pasrah karna percuma dia balas dendam yg ujung-ujungnya membuat dia dan keluarga hancur berantakan


"Hais sial kanapa harus dia sih."


Di sekolah


Setelah bel istirahat berbunyi Rivan dan Anton pun langsung menuju ke kantin


setelah sampai ke kantin seperti biasa Rivan dan Anton pun duduk di sudut dan tak lupa Rivan menyuruh Anton untuk memesan makanan mereka.


"Woi Van tadi gua dengar-dengar si Reza minta maaf sama adek Lo tentang kejadian semalam"


"terus"


"Yah adek lu pun langsung maafin


kalau gua jadi adek Lo gua gak akan maafin"


"Hay Rivan"


Rivan pun langsung melihat Tasya,Lisa Aruna menuju ke tempat nya


Dan Aruna pun langsung duduk di samping nya Rivan dan di sebelah kirinya nya lagi Lisa


sedangkan Tasya duduk di samping nya anton


"Loh adik gua mana kok gak ikut kalian"


"Itu si Mila lagi gak mau ke kantin katanya"

__ADS_1


"Hem."


__ADS_2