Transmigrasi Menjadi Pria Kaya

Transmigrasi Menjadi Pria Kaya
eps 2 pulang dari rumah sakit


__ADS_3

Pah tenang pah kendalikan emosimu, kita kan udah membalas apa yang seharusnya mereka dapatkan,dan sebaiknya kita cari dan selidiki siapa sebenarnya pelaku yang menyebabkan anak kita seperti ini, mama yakin orang yg membuat anak kita seperti ini adalah rekan bisnis papa.


"Baik mah papa akan mencari dalang dari semua ini,dan papa akan pastikan bahwa mereka. Akan mendapat kan lebih dari semua ini."


Setelah itu sepasang suami istri itu pun masuk kembali ke ruangan tersebut.


Sedangkan di dalam ruangan tersebut Rivan dan adik pun heran kenapa papa dan mama nya keluar dari ruangan tersebut.


"Dek kenapa mama sama papa kok keliatan  marah banget ya"


"Aku juga gak tau kak."


Atau mungkin papa marah ya saat kuungkit tentang sekolah,  bisa jadi karna si pemilik tubuh asli ini sering di bully di sekolah nya,tapi papa tenang aja karna Rivan Saputra sanjanya bukan bukan Rivan yang dulu lagi yg mudah ditindas.


Seraya menyeringai kecil


Hening...


Setelah beberapa saat akhirnya Budi sama Melisa pun datang.


Ceklek...


Mah pah


"Iya nak ada apa"


"Gak jadi deh bosok aja aku pengen ngomong berdua sama papa"


Hemm baiklah boy, sekarang mending kamu tidur ini udah larut, kamu juga kak mending tidur,besok kan kamu mau sekolah".


"Baik pa"


Ucapa mereka secara bersamaan.


Ke Sokan hari nya,


"Kamu udah bangun nak"


"Iya mah"


"Yaudah nanti kalau mau sesuatu bilang aja Ama mama ya nak"


"Iya ma"


"Oh iya ma papa ama Mila  kemana ma"


"Oh Papa kamu udah pergi ke kantor pukul 7


Dan adik kamu udah pergi pukul 6 tadi"


He'm iya mah


Rivan pun beranjak dari tempat tidur ya dan menuju kamar mandi


"Nak kamu mau kemana


Perlu mama bantu"


"Gak papa kok mah Rivan bisa sendiri"


"Tapi kan nak tangan kamu lagi di infus"


"Gak papa mah aku bisa sndiri lagian aku cuman kencing dan cuci muka doang kok"


"Baiklah"


Setelah selesai cuci muka Rivan pun langsung duduk di tepi ranjang nya


"Mah"


"Iya nak kamu perlu sesuatu"


"Hari ini jadi kan pulang nya dari rumah sakit


Aku bosan mah disini"


"Tunggu mama bilang ke dokter dulu ya"

__ADS_1


He'em


Selang beberapa waktu mamah Melisa pun datang


Ceklek..


"Bagai mana mah"


"Boleh tapi kamu harus jaga pola makan dan minum obat tepat waktu"


"Siapa laksanakan Bu ratu


Hehehe"


Setelah megurus administrasi nya mereka pun di perbolehkan pulang


Fany Didalam mobil ibu nya pun langsung menelpon suaminya mengatakan bahwa Rivan sudah boleh pulang dan tak lupa dia juga mengabari Mila


Sesampai nya di Mension keluarga sanjaya


Rivan Lang sung menuju kamar nya yang berada di lantai dua, dan merebahkan tubuhnya di kasur yg empuk itu


Dan melihat interior kamarnya yg berwarna putih itu


"Wah enak banget jadi orang kaya yah"


Setelah berbaring cukup lama akhir Rivan  pun menuju kamar mandi,karna dirumah sakit dia hanya sempat Cici muka dan gosok gigi.


Setelah mandi Rivan pun langsung memakai bajunya dan menuju ke bawah untuk makan


"Bik"


"Mama manah"


"Oh itu tuan muda nona lagi di kamar nya "


"He'em"


"Bibi masak apa aku mau makan"


Author : yaelah mentang-mentang udah jadi                 orang kaya makanannya pun harus                 di layani


"Ini tuan muda bibik haya masak SOP ayam,


Karna tadi bibik gak tau kalau tuan muda dan yonya udah mau pulang dari rumah sakit."


Rivan pun Lang sung makan,dan melahap makanannya Hinga habis


Setelah makan Rivan pun langsung menuju kamar ibuk nya


Tok..tok.. tok


Buk


Masuk saja nak pintu nya gak di kunci


Rivan pun masuk dan segera menghampiri ibunya


"Ada apa nak"


"Itu buk apakah boleh aku masuk sekolah besok'


Deg


Ibunya pun kaget dengan perkataan anak nya,serasa mengerti apa yg dipikirkan ibu nya Rivan pun langsung meyakinkan ibuk nya


Buk,ibu tenang aja Rivan yg dulu yg mudah ditindas sudah mati,dan Rivan yang baru sudah lahir, karna kalau ada yang yang mengusik ketenangan Rivan maka org itu akan mendapatkan balasan yg setimpal


Setelah apa yg di ucapkan anak laki-laki nga


Satu tetes air mata pun mengalir dari mata nya,dan langsung memeluk putra nya


Seraya berkata


"Dan kamu harus janji sama mama kalau ada masalah harus ceritain sama mama


Gak boleh sembunyian sedikit pun ya syg"

__ADS_1


"Iya mah"


"Mamah tenang aja aku Rivan Saputra sanjanya akan membalaskan apa yang telah mereka perbuat padaku dan aku juga akan mencari dalang dari kecelakaan pemilik asli tubuh ini."


"Baik lah nak tapi besok kamu tetap gak boleh pergi ke sekolah tunggu beberapa hari lagi baru kamu sekolah ya nak."


Hmm baiklah dari pada gak sekolah sama sekali


"Baiklah mah"


"Oh iya mah, papa Kapan pulang mah"


"Mungkin nanti sore syg


Tunggu, kamu udah makan nak"


"Udah kok mah


Yaudah mah aku mau ke mar dulu."


Rivan pun langsung menuju kamar nya yg ada di lantai atas dan langsung duduk di sofa.


Hem mulai bosok gau harus olahraga, nih tubuh lemas bangat kek gak ada energinya.


Hem tunggu di Soni kan aja gym mending gua kesana aja deh peregangan dikit.


Sampai di ruangan gym Rivan pun Lang sung melakukan pemanasan sebelum mengangkat Beban yg berat berat


Selang lima menit berlalu, tubuh Rivan sudah di banjiri keringat.


Gila nih baru aja lima menit udah kek gini aduh


Mending gua istirahat aja deh baru lanjut nanti


Dua jam pun ber lalu


Sehingga Rivan udah mulai capek


Dan langsung menuju kamar nya


Ceklek...


Rivan pu masuk dan langsung menuju kamar mandi


Di sebuah gedung pencakar langit


Ada seorang pria tua yg sedang duduk di kursi kebesarannya


Apakah kau sudah menemukan dalang nya Heri,Heri pun yang mendengar perkataan bos nya langsung kikkuk karna Sampek sekarang dia belum menemukan bukti apa pun


I itu bos


Barak,apakah kamu tidak mengerjakan apa yg saya bilang hah teriak nya dengan emosi yg menggebu gebu


Ta tapi bos org itu sama sekali tidak meninggal kan jejak apapun bos


Bahkan org suruhan saya sulit untuk menemukannya bos


Terus cari pelaku nya siapa, oh iya satu lagi


Tolong kirim mata-mata ke perusahaan pah jeremy.


"Baik pak"


Ngapain lagi kamu diruangan saya hah


I i itu pak apakah anak bapak udah keluar dari rumah sakit


Pak Budi pun menatap tajam pada asistennya dari mana kamu tau hah bentak nya


"Aduh kok gua keceplosan nya mati gua 


Huff."


I itu pas sa___


Udah sana keluar, oh iya saya peringatkan kamu jangan main-main dengan saya, karna saya tidak akan sungkan-sungkan untuk menghabisi keluarga anda termasuk anak dan istri anda.

__ADS_1


Deg


__ADS_2