Transmigrasi Menjadi Pria Kaya

Transmigrasi Menjadi Pria Kaya
Eps 9 Apartemen nya rivan


__ADS_3

Tibanya di apartemen nya Rivan


"wah." Antonio pun merasa takjub dengan nuansa apartemen nya Rivan


"Lo serius ngasih apartemen ini ke gua"


"Ya iyalah bego"


"Makasih banget ya Lo udah berikan apartemen ini ke gua,gua janji gua bakalan selalu ada buat Lo"


Dengan mata ber kaca-kaca Antonio pun langsung memeluk Rivan,dan Rivan pun langsung membalas pelukan sahabatnya itu seraya berkata,


"iya sama-sama"


melihat sahabatnya yang menangis di pelukannya,membuat Rivan pun tak kuasa Manahan air matanya.karna dulu Rivan pun merasa kan apa yang dirasakan sahabatnya ini.


"Yaudah jangan nangis lagi, mending Lo susun tuh bajumu yang ada di koper ke lemari"


"Dan ini buat Lo."seraya memberikan kunci motor nya dan juga kartu ATM


melihat apa yang diberikan sahabat nya kepada nya membuat Antonio pun tercengang


"Gak gua gak bisa menerima itu lagi" dan langsung menolak pemberian Rivan kepadanya


Melihat respon dari sahabat nya membuat Rivan pun tersenyum


"gak ada penolakan di dalam kamus gua"


"Nih,kalau Lo gak terima,gau gak akan anggap Lo sahabat gua lagi"


"Tapi kan Van"


"Gak ada tapi-tapian"


"Nih Rivan pun langsung memberikan kunci motor nya dan juga ATM nya kepada Anton


"Lo gak usah sungkan-sungkan lagi ke gua karna gua udah anggap Lo saudara gua sendiri, ngerti kan."


"baik lah"


"Yaudah gua pergi dulu ya dan satu lagi kalau Lo butuh apa-apa Lo langsung hubungi gua"


"Rivan"


"apalagi sih"

__ADS_1


"itu Lo pulang naik apa kan kunci motor Lo ada di gua"


"yaudah mending gua antar Lo pulang aja gimana"


"gak usah gua naik taxxi aja"


"Tapi kan ini juga motor Lo"


"Heh dodol gua bilang gua naik taxxi aja,mending Lo beres-beres deh dari pada ngantar gua pulang"


"yaudah deh terserah Lo aja"


Setelah Rivan pergi dari apartemen tersebut,Rivan pun langsung memesan taxxi


10 menit berlalu akhirnya taxxi nya pun datang


Di kediaman keluarga sanjaya tepatnya di kamar Rivan


Setelah sampai di rumahnya Rivan pun langsung mandi dan turun ke bawah untuk menemui ibu nya


Di ruangan tengah terlihat Rivan dan ibunya sedang berbincang-bincang


"Mah Rivan mau bicara sama mama"


"mama pasti tau kan tentang sahabat Rivan itu tanya langsung todopoind."


"iya mama tau kok dan juga mama tau bahwa saat kamu di bully di sekolah cuman dia yang mau menolong kamu dan juga mau berteman sama kamu,


dan bahkan mama juga tau bahwa kamu telah memberikan apartemen kamu dan juga motor kamu padanya,


mama gak masalah dengan apa yang kamu berikan padanya justru mama bangga padamu karna kamu telah membantu sahabat kamu yang lagi kesusahan."


Mendengar apa yang di ucapkan ibunya membuat Rivan pun langsung tersenyum dan langsung memeluk ibunya


"Mah Rivan boleh mintak sesuatu gak"


"boleh emangnya apa sih yang gak boleh untuk putra ibu yang ganteng ini seraya mencium pipi putranya."


"itu mah Rivan boleh mintak duit gak karna duit yang mama krm kemarin udah habis"


"mama kirain apa eh ternyata mintak duit"


Hehehehe


"Yaudah nanti mama transfer"

__ADS_1


"Kalau bisa mah 3 kali lipat dari mama transfer kemarin yah mah"


hemmm


"Yaudah mah, Rivan ke kamar dulu ya"


Di kamar ya Mila


Mila terlihat sedang memainkan handphone nya


Grup circle para wanita cantik


yg terdiri dari 4 org


Mila sedang membaca pesan-pesan yang dikirim sahabatnya


Lisa:"eh gua gak nyangka loh mil bahwa Rivan itu adalah Abang kandung Lo"


Tasya : "iya gua juga gitu masih gak nyangka,kalau jodoh itu gak akan ke mana-mana"


Mila: "ngawur Lo Tasya"


Lisa: "iya ih"


Tasya : "iri bilang bos"


Aruna : "eh Mila ABG lagi dimana"


Mila : "di kamarnya mungkin,emang nya kenapa tumben Lo nanya begituan Ama gua


apa jangan-jangan Lo suka ya Ama ABG gua"


Aruna:" eh eng enggak kok"


Tasya:"wah Lo mulai suka ya sama cowok gua kira Lo ada kelainan sangking dinginnya pada cowok bahkan dideketin cowok Lo pun langsung marah"


Lisa:" iya gua juga sepemikiran Ama Lo Tasya"


sedangkan di kamarnya Aruna


melihat pesan-pesan yang dikirim sahabatnya membuat pipinya pun memerah


Aruna: "gua bukan kek kalian yang di gombal cowok pun langsung baper"


Mila : "hahahaha benar tuh yang dibilang si Aruna"

__ADS_1


__ADS_2