
Bug
Tak berhenti dari situ Gino pun langsung menendang Rivan, namun sialnya tendangan dari Gino pun meleset
"Akh anjir"
Mendapatkan bogem mentah dari orang yang tidak dikenal nya membuat Rivan pun heran
dan sekaligus marah karna berani memukul wajah nya yang ganteng ini hehehehe
"tunggu bung,Lo kenap mukul gua dan..."
Belum sempat Rivan berbicara Gino pun langsung memukul kembali wajah Rivan
"Lo gak usah banyak bacot"
Bug
"Akh sialan Lo"
melihat lawan nya yang gak bisa diajak bicara baik-baik membuat Rivan pun langsung membalas serangan dari Gino
bug
"rasakan anjir,kalau Lo mau cari masalah sama gua lebih baik Lo urungkan saja niatmu karna gua gak akan kasih ampun terhadap lawan gua"
seraya menatap Gino dengan tajam
Melihat tatapan Rivan kepadanya membuat Gino pun sedikit takut dibuat nya
"Oh Lo mau ngancam gua gitu"
"Gua gak ngancam Lo tapi gua memperingatkan lo aja"
"Udah stop,
Lo apa-apaan sih Gino main mukul-mukul aja lagian Lo bukan siapa-siapa gua kan,dan gua udah peringatkan lo ber kali-kali kalau gua tidak ada hubungan apapun sama Lo."
Ujarnya dan langsung berlari ke arah Rivan
__ADS_1
"Rivan Lo gak papa kan mana yang sakit biar gua obati"
Melihat perlakuan Clarissa kepada Rivan membuat Gino pun langsung marah besar dan mengepal tangannya menahan emosi
"Ayok kita cabut"
"Dan buat Lo" seraya menunjuk rivan
"Gua akan tunggu Lo di luar,dan Lo Clarissa gua gak akan lepasin lo semudah itu"
dan langsung meninggalkan tempat tersebut beserta dkk
"Udah Lo gak usah dengerin apa yang dia ucapkan mending Lo duduk dulu biar gua obatin luka mu"
"Udah gak usah, luka kek gini gak ada apa-apanya sama gua Lo tenang aja"
"Tapi kan, yaudah kalau gitu gua antar Lo pulang ya supaya nanti si berengsek gino itu gak ganggu Lo lagi"
"Terserah Lo aja"
"Yaudah kalau begitu ,Clarissa gua pamit duluan ya ayah gua udah telpon gua dari tadi bisa berabe nih kalau dia tau gua ada di bar"
"Udah gak papa gua pamit duluan ya bay"
......................
Sedangkan di sisi lain Antonio sedang bergulat manja dengan salah satu wanita di ruangan lain
dan tak lupa juga Antonio mengabari bahwa dia akan pulang sendiri dan juga meminta supaya Rivan tidak usah menunggu nya
Melihat pesan yang dikirim kan oleh sahabat nya tersebut membuat Rivan pun hanya ber oh iya saja
"Yaudah yok gua antar ke rumah Lo"
"oke"
Di luar terlihat gino dan dkk sedang menunggu kedatangan Rivan
"Gino ngapain Lo masih disini atau jangan-jangan Lo masih mau ngincar Rivan iya"
__ADS_1
"Kalau iya emang kenapa asal Lo tau ya Clarissa Lo adalah milik gua dan gua gak akan biarin si apapun mendekati Lo,termasuk dia" seraya menunjuk kerah Rivan
"Apa Lo bilang gua milik Lo, asal Lo tau ya Gino gua gak punya perasaan terhadap Lo jadi Lo gak usah bilang gua adalah milik Lo
jijik gua denger nya"
"Lo...
"Apa Lo mau marah"
"Hey bung"
Rivan pun langsung menuju ke arah Gino dan menepuk bahunya dan membisikkan sesuatu yang tidak bisa di dengar oleh Clarissa
"kalau Lo mau balas dendam sama gue gua tunggu Lo besok malam di sini dan satu lagi Clarissa adalah milik gue bukan Lo." dan langsung menuju ke arah Clarissa dan membawa Clarissa ke mobil nya
di dalam mobil Clarissa pun bertanya tentang apa yang dikatakan oleh Rivan kepada gino sehingga membuat gino langsung marah
"Rivan,apa yang tadi Lo bilang padanya"
"Emang Lo mau tau,atau mau tau banget"
"Iya iya gua mau tau"
"Yaudah sini dekat Ama gua biar gua bisikkan"
Clarissa pun langsung mendekat ke arah Rivan dan tak di duga-duga Rivan pun langsung mengecup pipi nya Clarissa
Cup..
blus
Hening...
setelah tersadar dari lamunannya Clarissa pun Langsung memalingkan mukanya ke luar dan tak berani menatap Rivan yang sedang menatapnya
Eh Lo gak papa kan kok pipi Lo merah seraya memegang tangan nya Clarissa
Eh Hem i i iya gua gak papa kok mending Lo jalan aja deh
__ADS_1
yaudah kalau begitu