
"Aruna"
"Eh iya ada apa"
"Kita mau kemana ini dari tadi kita udah keliling-keliling loh"
"Hem terserah kamu deh"
Asem dah,kenapa sih kalau cewek di tanya malah Jawab terserah, tinggal dijawab apa susah nya sih,kan kami para cowok jadi pusing.
"yaudah gimana kalau kita mampir ke cafe di depan"
"Eh gak usah kesana deh malas kalo ke sana"
Jawab nya dengan Tampa bersalah
aduh ni cewek bikin kesal aja deh,sumpah pengen gua jitak palak nya untung cantik .
"terus maunya kemana Aruna cantik"
Blus,pipi Aruna pun langsung merah mendengar kata cantik dari cowok yang dia sukai
Hening......
"Aruna"
"Eh iya"
"Jadi nya kita mau kemana nih"
"Eh itu, hmm bagaimana kalau kita ke taman aja deh"
"Yaudah kebetulan di depan sana nanti ada taman kita kesana ajah"
"Iya"
Sampainya di taman Rivan pun langsung membawa Aruna untuk duduk di kursi yang berada di tengah-tengah taman tersebut.
"Aruna Lo mau batagor gak kebelakang di depan sana ada yang jualan"
"Yaudah boleh deh"
"Oke tunggu bentar gua beliin dulu"
"oke"
__ADS_1
lima menit berlalu akhirnya Rivan pun datang dengan membawa batagor serta cemilan ringan lainnya dan tak lupa juga Rivan membeli dua buah air minum untuk mereka berdua
"lamaya nunggunya"
"Enggak kok"
"yaudah nih batagor sama minum nya"
"Makasih ya"
"Sama-sama"
"eh Aruna ngomong-ngomong tadi Lo mau apa sama gua "
Deg
Aduh kok malah di ungkit ke situ sih,kan itu cuman alasan gua buat keluar sama Lo Rivan,gak mungkin kan gua nanyak Lo udah punya pacar apa belum,eh tapi boleh juga tuh,akh tapi kan gua malu nanyaknya,aduh gimana nih
melihat reaksi Aruna membuat Rivan pun akhirnya paham dan langsung menyuruh Aruna untuk menghabisi batagornya
"Yaudah nanti aja ceritanya
Mending Lo habisin aja tuh makanan Lo,kan sayang nanti kalau gak habis jadi mubazir"
"Eh iya"
"Hem nih anak ya", seraya membersihkan saos kacang yang menempel di sudut bibirnya Aruna
"kamu tuh kalo makan santai aja gak usah buru-buru gak akan yang ngambil makanan kamu tuh"
Deg
melihat sikap kepedulian Rivan ke padanya membuat Aruna pun tersenyum kecil terima kasih kepada Rivan
"Thanks Van"
"Iya"
Setelah kejadian tersebut akhirnya Aruna pun memberanikan diri untuk bertanya
"Van"
"Iya ada apa"
"Gua mau tanya boleh gak" ucap nya dengan malu-malu
__ADS_1
"Boleh emang nya mau Naya apa"
"Hmm itu kamu udah punya pacar belum?
"Oh pacar, untuk saat ini belum ada sih tapi gak tau sih kalau untuk kedepannya"
"Eh tunggu-tunggu kok Lo tanya begitu apa jangan-jangan Lo mau jadi pacar gua ya" ucapnya dengan seringai kecil
"Eh eng-enggak kok" ucap nya dengan terbata-bata
"Terus kenapa Lo tanya begituan Ama gua atau jangan-jangan Lo suka sama gua ya hayo Lo"
"mana ada yah gua mana mungkin su-suka sama Lo"
"Hem yakin" seraya menyenggol bahunya Aruna
"Yakin lah" ucap nya dengan ragu-ragu
"Eh kok tapi pipi Lo merah ya" ucap nya seraya memegang kedua pipi nya Aruna
"Eh mana ada mungkin Lo salah liat kali" seraya memalingkan mukanya ke samping dan melepaskan keduanya tangan Rivan dari pipi nya
hahahahahaha
"oke, yaudah adek Aruna yang cantik abg Rivan gak akan goda lagi deh" ucapnya dengan narsis
( author:idih lebay Banget sih 🤢🤮)
Mendengar ucapan absurt dari Rivan membuat Aruna pun menoleh ke arah Rivan
"coba ulangi lagi"
"Aruna sayang" ucap nya dengan tersenyum lebar
Blus
"Bukan itu yang tadi"
"Yang mana lagi jelas-jelas itu yang saya bilang tadi"
"Aduh terserah Lo deh"
"Yaudah yok pulang ini udah jam 11 malam nanti bokap nyokap Lo nyariin Lo lagi"
"Yok" seraya menarik tangan Aruna agar bangkit dari tempat duduk nya dan tak lupa Rivan pun menggandeng tangan Aruna dan menuju motor nya.
__ADS_1