Tuan Muda Syah

Tuan Muda Syah
Bab 11


__ADS_3

Setelah dilihat oleh Syah, apa yang dia pikirkan ternyata benar adanya.


Fitur memberi hadiah kepada author.


"Nanti malam aku akan membacanya, sekarang aku akan pergi terlebih dahulu karena urusan mendadak!" ucap Syah langsung pergi.


"Nak Syah! Ini GoodDaynya gimana?" tanya penjaga kedai kopi.


"Berikan kepada Lian saja!" teriak Syah berlari kembali untuk memberikan uang kepada penjaga kedai.


"Ini kembaliannya?" tanya penjaga kedai itu karena uang diberikan oleh Syah adalah pecahan seratus ribu rupiah.


"Ambil saja! Aku buru-buru!" teriak Syah yang sudah pergi meninggalkan kedai kopi.


Setelah mengendarai motornya pergi, Syah berhenti di sebuah warung nasi. Memang niatnya tadi mau ngopi, tapi dia ingin mencoba sesuatu.


"Hanya ada nominal top up dua juta yang paling besar, ternyata novelnya masuk urutan hadiah rangking ke tujuh rupanya! Aku akan membuatmu menjadi rangking pertama!" batin Syah dengan senyuman yang baru saja terbit di mulutnya.


"Tuan? Mau pesan apa?" tanya seorang pelayan warteg tersebut.


"Oh iya, aku mau makan disini dengan kentang goreng, usus dan gorengan saja! Minumnya teh hangat saja!" kata Syah langsung duduk di salah satu meja yang kosong.


Ini sangat lama untuk bisa mengirim hadiah koin kepada Lian, bagaimana caranya biar bisa cepat?


Syah mencari fitur bertanya dengan admin, setelah beberapa saat dia menemukan fitur tersebut.


"Selamat siang, saya mau melakukan top up hanya saja nominal terbesarnya adalah dua juta, itu akan membuang waktuku!" kata Syah di dalam ketikannya itu.


Admin yang melihat sebuah pesan tentang top up langsung memprioritaskan pesan itu, dia pun langsung membalasnya.


"Nominal top up terbesar memang sebesar itu kak, tapi masih ada nominal yang lebih kecil seperti seratus ribu, lima ratus ribu, lima puluh ribu hingga lima belas ribu!" jawab admin platform itu.


"Maksudnya aku ingin top up dengan nominal yang besar, apa tidak ada cara cepatnya?" tanya Syah kembali.


"Kakak mau top up berapa ya?" tanya admin dengan segera.


"Aku akan top up sebesar seratus juta saja!" jawab Syah juga.


"Baik Kak! Saya akan laporkan kepada atasan terlebih dahulu!" jawabnya.

__ADS_1


"Permisi Tuan, ini makannya!" kata pelayan tersebut dan langsung kembali ke kursinya setelah dia memberikan pesanan Syah.


"Silahkan Kak, sekarang sudah ada fitur khusus di akun Kakak!" kata admin tadi.


Setelah Syah melihatnya, dia langsung top up sebesar seratus juta di akunnya, dia mendapatkan lima ratus ribu koin.


Membuka kembali novel temannya, dia langsung melempar sebuah piala di karyanya.


Piala senilai dua ribu koin, jarang sekali ada orang yang melempar sebuah piala. Semua orang yang melihat notifikasi publik langsung membuka novel milik Lian.


"Wah ada yang memberikan sebuah piala di karya ini! Ayo minta pertemanan padanya!" kata banyak orang yang sering mengoperasikan platform menulis dan membaca itu.


Setelah memberikan satu buah piala, Syah terus memberikan piala untuk yang kedua kalinya di karya Lian.


"Woah gila! Dua piala itu!"


Syah tidak sadar, kini akunnya sudah diikuti oleh seribu orang karena dirinya memberikan hadiah dua piala kepada satu karya.


Terus memberikan piala, Syah merasa tidak nyaman dengan dirinya yang sudah menahan kencing.


"Permisi, apa ada toilet?" tanya Syah dan dijawab oleh pelayan itu dengan sopan dan menunjukkan tempat toilet berada.


Namun, setelah melihat ponsel yang masih menyala itu, dia terkejut karena koin yang dimiliki oleh Syah sangatlah banyak.


Dia menjatuhkan ponsel yang juga sedang digenggamnya karena terkejut.


Baru saja Syah keluar dari toilet, dia melihat gadis pelayan itu dengan ponselnya yang hancur di lantai.


"Ada apa?" tanya Syah penasaran.


"Ehm, tadi aku melihat Tuan meninggalkan ponsel. Jadi, aku ingin mengamankannya terlebih dahulu, tapi siapa sangka aku malah terkejut setelah melihat akunmu yang memiliki banyak sekali koin!" lirihnya malu.


"Begitu rupanya, Kau juga penulis di platform ini?" tanya Syah.


"Iya Tuan! Hanya saja, tulisanku masih amatir dan baru saja tanda tangan kontrak, aku masih perlu belajar! Tapi sepertinya aku akan kehilangan kontrak itu!" katanya.


"Kenapa bisa kehilangan kontraknya?" tanya Syah lagi.


"Karena ponselku sudah rusak, aku tidak bisa mengetik lagi!" jawabnya sedih.

__ADS_1


"Oh iya, apa nama novelmu?" tanya Syah kembali dan setelah mendapatkan jawabannya, dia langsung memberikan hadiah berupa sepuluh piala di satu-satunya novel milik gadis pelayan itu.


"Tu-Tuan! Ini terlalu banyak! Aku..." kata gadis pelayan itu terkejut.


"Bukankah Kamu sudah melihatnya? Koinku banyak, jadi tidak perlu cemas! Tapi, Kamu harus menjaga rahasia ini, ya?" pinta Syah untuk tidak membocorkan identitasnya.


Syah kembali memberikan hadiah di novel milik Lian, semua orang terkejut karena Syah terus menerus melakukan spam hadiah di novelnya.


Drrttt


Disisi lainnya, "Ada apa ini? Dari tadi ponselku bergetar tiada henti?" tanya Lian di dalam pikirnya.


Setelah memberhentikan motornya, "Disini Bu?" tanya Lian kepada seorang penumpangnya.


"Iya, berapa bang?" tanya penumpang Lian.


"Hanya lima belas ribu, Bu!"


Setelah penumpang itu memberikan lima belas ribu rupiah, Lian menunggu penumpangnya pergi baru dia membuka ponselnya tersebut.


"ASTAGA! Apa aku sedang bermimpi?" tanya Lian di dalam hatinya karena terkejut melihat notifikasi hadiah piala yang banyak jumlahnya, piala itu masih terus dikirimkan ke novelnya.


Pengirim hadiah piala itu menggunakan username Anonymous, seperti akun yang baru dibuat hanya saja nickname nya itu berbeda dari pada lainnya.


Biasanya akun dengan nama merah adalah member VIP dan biru untuk Super Writer, tapi akun yang bernama Anonymous itu memiliki warna emas, ini merupakan sebuah fitur yang baru saja diberikan oleh pihak platform kepada Syah karena dia sudah melakukan top up dalam jumlah yang sangat banyak.


Saat Lian mengikuti akun milik Syah, ternyata dia langsung diikuti balik olehnya. Jumlah pengikut yang dimiliki akun Anonymous itu berbeda jauh dari dirinya yang seorang penulis emas yang hanya memiliki seribu pengikut.


Pengikut Syah, akun dengan nama Anonymous itu pengikutnya saat ini adalah tujuh puluh ribu dan terus bertambah pesat setiap dia memberikan hadiah ke novel Lian.


Begitu juga pengikut Lian bertambah sedikit demi sedikit hingga saat spam piala itu berakhir, pengikut yang Lian miliki menjadi sebanyak dua belas ribu orang pengikut.


Sedangkan pengikut Syah kini sudah mencapai empat ratus lima puluh ribu pengikut.


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Satu mobil sedang berada di depan sebuah warung nasi, mereka melihat sebuah nota tagihan di dalam sebuah buku.


"Ini warung yang akan kita sita, Bos!"

__ADS_1


__ADS_2