
Tuan Bedo merasakan sengatan di dalam tubuhnya, entah apalagi yang akan dikatakan oleh orang yang ternyata ada orang yang tidak bisa dia singgung itu.
"Oh iya, untuk Anda yang ingin melakukan rencana untuk menjodohkan putramu dan—" kata Syah, namun perkataan terhenti karena Tuan Bedo dengan segera langsung berlari dan memeluk kaki Syah.
"A-apa yang Anda lakukan?" ujar Syah terkejut, dia langsung perlahan untuk keluar dari pelukan Tuan Bedo.
Syah merasa sangat tidak nyaman, itu dikarenakan dia seperti sudah bersikap tidak sopan kepada orang yang lebih tua darinya.
"Maafkan aku Tuan Muda! Aku akan menghentikan aksiku!" serunya memohon maaf, Tuan Bedo sangat ketakutan.
"Ergh, bukan itu maksudku!"
"Jadi, begini..." Syah melanjutkan perkataannya kepada Tuan Bedo, dia memberikan sebuah perintah pribadi kepadanya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Keesokan harinya, Tuan Bedo dan Alam sudah berada di kediaman Irmansyah. Seperti biasanya, setelah Syah mendapatkan pekerjaan sebagai ojek online.
Syah selalu berangkat pagi-pagi sekali, apalagi tadi pagi Syah mendapatkan seorang penumpang.
"Bagaimana? Apakah rencana ini akan dilanjutkan?" tanya Nyonya Besar Xiao.
"Tentu saja! Aku sudah tidak sabar lagi!" seru Tuan Bedo dengan gembira.
Sedangkan Alam, dia hanya diam membisu. Seperti telah kehilangan akan jati dirinya.
"Alam! Ayo, berbicaralah!" seru Tuan Bedo kepada putranya itu.
Alam tetap tidak berbicara sepatah kata pun. Yang membuat Tuan Bedo menjadi bingung dengan kondisi anaknya itu, dari sepulang dari pusat kebugaran milik Rey, Alam sudah berubah, menjadi seperti seorang idi*t.
Tidak melakukan apapun sama sekali, hanya diam entah mengapa. Semua orang tidak ada yang tahu penyebab Alam berubah total.
"Apakah Alam mengalami masalah gangguan jiwa karena semalam?" pikir Tuan Bedo, dia sedih. Hanya saja, jika dia ingin membalas dendam, itu sangat tidak mungkin.
Bagaimana juga, Syah adalah seorang yang tidak dapat dia singgung dengan begitu mudahnya.
__ADS_1
"Alam kelelahan kemarin habis-habisan dia berlatih tenis meja!" kata Tuan Bedo, menyembunyikan rahasia.
"Aku bisa mengerti! Yang terpenting, nanti setelah Zakia dan Alam menikah itu artinya..." ujar Nyonya Besar Xiao.
Belum selesai Nyonya besar Xiao berbicara, Tuan Bedo terlebih dahulu membuka pembicaraannya, "Sepertinya akan lebih bagus jika saat ini kita memulai kerjasama itu!" timpal Tuan Bedo memberikan satu saran.
"Wow! Itu sangat bagus sekali! Baiklah!" jawabnya.
Satu hari berlalu, keesokan harinya. Nyonya besar Xiao mendapatkan sebuah panggilan telepon dari perusahaan Incode.
Itu adalah panggilan suara dari Manager Lanlan, "Nyonya! Sepertinya Anda melanggar perjanjian sebelumnya!" tegas Manager Lanlan kepada Nyonya besar Xiao.
"Maksudmu? Aku melanggar perjanjian apa, Manager Lan?" tanya Nyonya Besar Xiao sangat kebingungan.
"Kamu bekerjasama dengan perusahaan yang bangkrut! Aku akan memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaanmu!" seru Manager Lan dan panggilan telepon pun berakhir.
"Apa? Perusahaan yang akan segera bangkrut?" tanya Nyonya Besar Xiao kebingungan, dia mencari nomor ponsel milik Tuan Bedo.
Setelah mendapatkannya, dia pun langsung menekan tulisan 'panggil', "Tuan Bedo! Apa maksudnya ini? Perusahaanmu akan segera bangkrut?" tanya kesal Nyonya besar Xiao.
"Itu memang benar, itulah alasan mengapa aku ingin bekerja sama denganmu!" seru Tuan Bedo.
Nyonya besar Xiao pun ditemani dengan ditemani cucu laki-lakinya pergi ke perusahaan Bedo.
Setelah sampai disana, dengan tergesa-gesa mereka langsung memaksa masuk meskipun sudah mencoba untuk dihalangi oleh para karyawannya.
Masuklah mereka ke ruangan Tuan Bedo, Nyonya besar Xiao dengan dirinya yang sudah tua tapi dia saat ini sangatlah berenergik.
Menggebrak meja Tuan Bedo dan berkata, "S*alan Kau penipu! Cepat, batalkan kontrak kerjasama itu SEGERA!" seru Nyonya Besar Xiao, dia sangat marah.
"Ba-baiklah! I-iya tanda tangan disini!" ujar Tuan Bedo, dia sedikit ketakutan.
Karena sangking emosinya, Nyonya besar Xiao tidak melihat apa yang sudah dia tanda tangani itu.
"Kontrak sudah dibatalkan, itu artinya Anda harus membayar ganti ruginya kepada perusahaanku!" titah Tuan Bedo dengan tegas juga.
__ADS_1
"Hah?" bingung Nyonya besar Xiao, dia melihat kembali berkas yang tadi diberikan oleh Tuan Bedo dikarenakan Tuan Bedo melihat berkas itu dan mengisyaratkannya dengan menggunakan jarinya agar Nyonya besar Xiao melihat kembali berkas tersebut.
"Hei! Kau menipuku!" teriak Nyonya besar Xiao, dia menangis.
"Lagipula, dari kemarin perjanjian itu memang sudah terlihat jelas!" kata Tuan Bedo.
Di dalam perjanjian tersebut, disebutkan bahwa pihak yang membatalkan perjanjian kontrak kerjasama akan mendapatkan denda sebesar satu miliar.
Dengan satu miliar, itu senilai dengan setengah dari nilai perusahaan milik keluarga Irmansyah.
Nyonya besar Xiao sudah melaporkan hal tersebut, hanya saja karena tidak adanya bukti. Dia tidak bisa mendapatkan bantuan apapun dari pihak kepolisian.
Nyonya besar Xiao menghubungi Manager Lanlan kembali, "Manager Lan? Aku sudah memutuskan kontrak kerjasama dengan Bedo Group, apakah?" ujar Nyonya besar Xiao yang langsung terhenti karena Manager Lanlan sudah menyanggahnya terlebih dahulu.
"Maaf! Kami perusahaan Incode tidak menerima kerja sama dengan perusahaan yang tidak kompeten dan lagi menurut informasi terbaru, perusahaan Irmansyah sedang mengalami kerugian besar, Aku tidak mau berkerja sama dengan perusahaan yang akan segera bangkrut!" jawabnya dan panggilan itu terhenti.
"Tuan Muda? Apakah sudah benar?" tanya Manager Lanlan dengan sosok pemuda yang berada di depannya.
"Sudah benar! Aku membuat keluarga Irmansyah bangkrut dikarenakan mereka terlalu menganggap dirinya tinggi!" seru Syah.
"Dan Anda, mulai saat ini perusahaan Tuan Bedo akan berjalan seperti biasanya, meskipun sekarang perusahaan itu menjadi milikku! Aku akan memberikan pembagian lima puluh persen untukku dan untukmu! Dan Bedo Group juga akan bekerjasama dengan perusahaanku yang ini!" kata Syah kepada Tuan Bedo yang memang mereka bertiga sedang berada di satu ruangan.
"Te-terima kasih Tuan Muda!" hormatnya.
"Tapi ingat! Rahasiakan identitasku dari siapapun!" seru Syah, dia tidak mau identitasnya terungkap.
Tuan Bedo semakin bersemangat dan sangat bahagia, bukannya dirinya akan bangkrut melainkan dirinya telah mendapatkan sebuah kesempatan dari seseorang yang sangat menakutkan, bukan hanya seorang CEO dari perusahaan Incode, dia bahkan merupakan seorang tuan muda dari Zeno.
Perusahaan terbesar nomor satu di kota ini dan seorang tuan muda dari pemilik hotel Aquila, hotel bintang lima yang sangat terkenal.
"Tuan Muda! Aku, aku tidak akan mengecewakanmu! Mulai hari ini, Aku berjanji kepada langit dan bumi! Akan setia kepadamu!" seru Tuan Bedo.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Karena kerugian yang sangat besar, Nyonya besar Xiao sedang menggigit jarinya di tengah ruangan keluarga, kediaman Irmansyah.
__ADS_1
Melihat ada salah seorang yang menelpon, dia sangat bahagia.
Mengangkat telepon itu dan, "Baiklah! Terimakasih Alex!"