Tuan Muda Syah

Tuan Muda Syah
Bab 8


__ADS_3

Saat Yaya berada di belakang kakak iparnya itu, dia berlari dengan cepat kembali memasuki mobil Memey.


"Ayo kita pergi!" teriak Yaya senang, Memey yang melihat Yaya memasuki mobilnya dan meminta untuk segera berangkat dengan itu Memeynpun mengikuti keinginan Yaya.


"Bukankah tadi Kakak Ipar sampahmu itu?" tanya Memey kepada Yaya.


"Benar! Sudahlah, memang pantas dia menjadi tumbal disana! Agar dia sedikit berguna!" jawab Yaya yang mengingat wajah menyebalkan dari Syah.


Disisi lain, setelah kepergian mobil hitam milik Memey, ketiga pria lainnya kesal oleh perbuatan Syah yang mengakibatkan mereka kehilangan empat orang gadis cantik.


Syah hanya menghela nafas, rupanya Yaya hanya memanggilnya Kakak Ipar hanya untuk memberikan masalah kepada dirinya.


"Kamu Kakak Iparnya? Karena kamu sudah mengganggu Kami, kamu harus menanggung konsekuensinya!" ancam oleh seorang pria dari ketiga orang pria yang baru saja keluar dari mobil merah.


Syah tetap tenang, tepat setelah ketiga orang itu akan mengeroyok Syah, dia langsung membela dirinya.


Memukul kepala satu pria, menendang satu leher pria lainnya dan dengan cepat menangkap satu pria dan langsung dilemparkan ke pria yang sedari tadi sudah menerima pukulannya.


Sekelompok orang dari Geng Winter Dust itu seketika babak belur dibuat oleh Syah.


Karena adanya keributan, seorang petinggi dari mall tersebut menghampirinya.


"Ada keributan apa ini?" tanya seorang pria tua dengan setelan jasnya menambahkan kesan bahwa dia memiliki sebuah jabatan.


"Manager Ardi! Dia memukul orang!" teriak senior Syah yang merupakan senior dalam petugas keamanan.


"Mereka yang terlebih dahulu membuat keributan disini! Aku hanya bertindak adil dan membela diri!" kata Syah yang tidak mau dirinya disalahkan karena kebenaran.


Si senior itu berdiri dan mendekati manager Ardi, "Manager, sebaiknya pecat dia! Atau akan menjadi masalah besar karena orang yang dihajar olehnya merupakan orang dari Geng Winter Dust!" bisiknya kepada Manager Ardi.


"Kamu, mulai hari ini Kamu dipecat!" teriaknya kepada Syah dan langsung berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Hah! Dasar miskin! Kau sudah dipecat! Lihat saja, ini belum berakhir dasar sampah!" ancam dari salah satu orang dari Geng Winter Dust itu dan langsung meninggalkan tempat itu menggunakan mobilnya.


"Inilah akibatnya Kau memukul seniormu! Lihat saja, nanti akan kubalas!" kata senior Syah dengan senyuman jahatnya.

__ADS_1


"Mereka yang berbuat salah, aku yang mendapatkan hal buruknya? Tidak, kalianlah yang akan kupecat!" senyum kemenangan terukir di wajah tampan Syah.


Syah langsung mengeluarkan ponselnya, saat melihat ada sebuah notifikasi pendaftaran menjadi ojek online, Syah mengabaikannya sesaat karena dia akan menghubungi Manager Lanlan.


"Iya, Tuan Muda?" tanya Manager Lanlan setelah dia mengangkat panggilan telpon dari tuan mudanya.


"Apakah Mall Imperial ini milik perusahaan?" tanya Syah.


"Benar Tuan Muda! Itu adalah milik Tuan Muda, apa ada masalah?" tanya Manager Lanlan kepada Syah.


"Aku ingin memecat dua orang!" seru Syah dingin.


"Bisa Tuan Muda, siapa saja?" tanya Manager Lanlan dengan segera.


"Yang pertama adalah Manager Ardi, dia seorang manager yang tidak mengenal mana kebaikan dan mana keburukan!" kata Syah.


"Baik, Manager Ardi."


"Yang kedua adalah seorang petugas keamanan yang bernama Daniel, dia tidak pantas menjadi petugas keamanan, jadi aku ingin dia dipecat dan diblacklist dari perusahaan manapun jika dia mendaftar kerja menjadi seorang petugas keamanan!" seru Syah dan langsung menutup panggilan itu setelah diakhiri dengan kata, "Sudah hanya itu, setelah itu kembali sibuklah dengan urusanmu lagi!"


"Aku akan mengirimkan satu data yang harus segera diselesaikan, pecat kedua dari mereka!" tegas Manager Lanlan di dalam panggilan dan langsung menutup panggilannya.


Manager Lanlan kembali sibuk dengan urusannya dan menunggu kabar baik dari manager umum di Mall Imperial.


Manager umum itu terkejut setelah melihat data orang yang akan dipecat ternyata adalah seorang pria yang sedang mendekati dirinya itu.


"Akhirnya dia dipecat!" teriaknya di dalam hati dan bergembira karena orang yang setiap hari mengganggunya itu akan segera berhenti dari pekerjaannya.


"Panggil Manager Ardi dan Daniel si satpam kemari!" seru Manager Umum yang ternyata adalah seorang wanita menyuruh seseorang untuk memanggil kedua orang yang akan dipecat hari ini.


"Siap Bu Laty!" jawab wanita lainnya yang mengatakan bahwa Manager Umum bernama Laty.


Latyvoila lebih tepatnya, dia adalah seorang Manager Umum di Mall Imperial, merupakan seorang yang terkenal karena menjadi seorang manager di Mall Imperial merupakan pekerjaan yang luar biasa.


Mall Imperial, sebuah mall besar yang sangat terkenal di kota B, menjadikan Mall Imperial sebagai mall nomor satu di kota B.

__ADS_1


"Ardi! Kamu dipanggil oleh Bu Laty untuk segera ke kantornya!" kata wanita itu yang membuat manager Ardi kesal karena namanya lah yang langsung dipanggil olehnya.


"Hei! Sangat tidak sopan Kamu memanggil atasanmu dengan namanya langsung!" ketus Ardi namun dihiraukan oleh wanita yang langsung pergi berlalu meninggalkan Manager Ardi.


Wanita itu langsung menghampiri ruangan tempat dimana Daniel sedang mengompres lebam diwajahnya karena terkena pukulan dari Syah dengan lirih kesakitan.


"Haha! Ada apa dengan dirimu itu Daniel?" tanya wanita itu yang langsung menertawakan Daniel setelah melihat dia yang telah babak belur.


Menyapu pandangannya, tidak mendapati sosok yang dia ingin lihat itu. Karena tidak ada kehadiran dari sosok yang ingin dilihatnya, dia berpikir mungkin orang itu sedang berkeliling di mall.


Wanita itu pun langsung menyampaikan tujuannya datang kesana, "Oh iya, Kamu dipanggil oleh Bu Laty! Segera ke ruangannya sekarang juga!"


"Eh, ada apa aku dipanggil kesana?" tanya Daniel penasaran.


"Aku tidak tahu, yang jelas kamu segera pergi kesana!" jawab wanita itu yang langsung pergi kembali ke ruang kantor milik Latyvoila.


Waktu berlalu, Manager Ardi dan Daniel sudah berada di ruang kantor Latyvoila.


Membalikkan kursinya, Latyvoila melemparkan dua berkas kepada Manager Ardi dan Daniel.


"Bacalah!"


Atas perlakuan dari sosok wanita yang dia kejar selama ini, Ardi sudah terbiasa berbeda dengan Daniel yang diperlakukan seperti itu, dia menjadi cemas.


"Sebenarnya apa yang aku perbuat sehingga Bu Laty menjadi sangat menakutkan seperti ini? Dan apa ini?" tanya Daniel di dalam batinnya.


Setelah beberapa lama membaca isi dari berkas yang mereka pegang, mereka langsung terkejut secara bersamaan, "Saya dipecat? Apa kesalahan saya, Bu?" tanya berduanya kompak dan langsung saling memandang.


"Aku tidak tahu! Tapi, ini adalah keputusan dari atasan!" jawab dingin dari Latyvoila.


Setelah itu, Ardi dan Daniel segera disuruh pergi meninggalkan ruang kantornya.


"Apakah Kamu berpikir seperti apa yang aku pikirkan?" tanya keduanya secara bersamaan dari Ardi ke Daniel maupun dari Daniel ke Ardi.


"Ini semua salahnya Syah! Pasti pemimpin Geng Winter Dust yang meminta kita dipecat!"

__ADS_1


__ADS_2