Tuan Muda Syah

Tuan Muda Syah
Bab 18


__ADS_3

Mohon maaf sebelumnya, karena saya pribadi mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu, lebih tepatnya sudah satu Minggu saya tidak update πŸ™


Semoga semua bisa memaafkan saya πŸ™


Okey, Mari Lanjutkan ~ Selamat Berhayal ~


"Aku! Memangnya kenapa?" tanya Rey yang sedang mengelap tangan kanannya yang baru saja memberikan satu pukulan kepada Alam.


Alam terkejut karena ternyata Rey lah orang yang telah memukulnya, dia tentu tidak berani melawan. Alam terpaku, diam lemas terduduk dilantai.


Menyadari sesuatu yang salah, Rey. Seorang yang sangat ditakutinya di tempat ini telah memukul Alam dengan sangat kesal.


Alam hanya pasrah dan berfikir, apa kesalahan yang telah membuat Tuan Rey tersinggung, itulah yang saat ini terlintas dalam pikirannya.


"Tuan Rey! Maafkan aku telah membuat keributan di tempatmu! Aku akan menyelesaikan urusanku di luar saja!" ujar Alam dengan dirinya yang masih merendah, dia berpikir bahwa kesalahannya adalah telah membuat keributan di tempat Rey.


"Hah? Kau ingin melarikan diri?" timpal Syah, sebelum Rey berbicara Syah sudah terlebih dahulu mengatakannya.


"Hei! Memangnya Kamu berani denganku? Kamu hanya seorang menantu yang masuk ke keluarga Irmansyah!" ketus Alam yang kesal terhadap Syah.


"Oh? Mari selesaikan urusan terlebih dahulu disini, karena yang Kamu katakan itu Aku tidak peduli!" ketus Syah, dia kesal.

__ADS_1


"Hei! Keluarga Bedoku lebih besar kekuatannya dibandingkan keluarga Irmansyah, jika kamu benar-benar berani, Aku akan dengan senang hati menghancurkan keluarga Irmansyah dan sekaligus kehidupanmu!" ancam Alam.


"Haha! Benar-benar Bod*h sekali!" ujar Syah, dia pergi berjalan.


Sedangkan Rey, dia bingung dengan Tuan Mudanya yang terlihat berjalan mengarah ke ruangannya.


"Hahaha! Ternyata dia ketakutan dan melarikan diri!" bangga Alam.


"Ikut denganku!" timpal Rey kesal kepada Alam.


Alam terkejut, Tuan Rey meminta dirinya mengikutinya. Yang membuatnya terkejut adalah nada bicara Tuan Rey yang tidak sedap di dengar.


Sambil mengekor di belakang Tuan Rey, Alam semakin lama semakin tidak bisa menahan rasa khawatirnya. Dia cemas karena sikap Tuan Rey itu tidak bisa diprediksi.


Setelah sampai di salah satu ruangan, Syah sedang duduk di kursi, dilihatlah sosok Syah yang tidak sopan karena menduduki kursi utama di ruangan milik Rey.


"Hei! Kau sangat tidak sopan! Jangan bawa-bawa aku jika Kamu tidak sopan terhadap Tuan Rey!" ketus Alam menjadi semakin cemas.


Rey tidak marah, dia berjalan dengan Alam yang melihat langkah kaki Rey yang halus membuat Alam kebingungan.


Rey langsung memberi sebuah penghormatan kepada Syah, Tuan Mudanya.

__ADS_1


"Tuan Muda! Apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya urusan ini?" tanya Rey kepada Syah.


"Tuan Muda? Hei! Tuan Rey! Hati-hati Kamu jangan sampai tertipu olehnya, dia hanya seorang menantu sampah!" teriak Alam kepada Tuan Rey.


Belum berbicara, tangan kanan Rey sudah menampar pipi dari Alam dengan tanpa disadari banyak orang.


Lagi-lagi Alam mendapatkan tamparan dari Rey, akhirnya dia pun diam.


"Oh iya, Alam! ku akan berterus terang kepadamu!" kata Syah.


"Di Negeri ini! Tidak ada siapapun yang bisa mengancam ku!" lanjut Syah.


Rey memanggil beberapa anak buahnya yang lain untuk segera memasuki ruangannya.


Terlihat seorang pria berkulit hitam dengan tubuhnya yang sangat kekar, memiliki sebuah mata dengan tatapan tajam.


"Jika Kamu tidak melunasi 5 Miliar, taruhan kita! Maka Kamu sendiri akan merasakan akibatnya!" ancam Syah.


Bersambung...


Maaf masih pendek. Di Bab selanjutnya akan diperbanyak dan tidak seru seperti barusan.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komentar dan Subscribe Tuan Muda Syah πŸ‘‹ Jika berkenan memberikan vote ataupun gift, dengan senang hati ku terima😁


__ADS_2