Tusukan Cinta Tukang Sate

Tusukan Cinta Tukang Sate
Janji Mamat


__ADS_3

Sesampainya di rumah. Flo langsung pergi ke kamarnya. Dengan isak tangis yang membuat sang Kakek bertanya-tanya. Ada apakah gerangan yang terjadi kepada cucu kesayangannya itu.


"Flo, kamu kenapa, Nak? Flo ...!"


Tuan Abraham bertanya kepada sang cucu. Flo pun berhenti dan segera memeluk kakeknya.


"Kakek! Dia sudah membohongiku, Kek! Dia menipuku. Dia ternyata orang jahat yang sudah membuat cucu kakek menderita seperti ini. Aku benci dia, aku benci!!"


Sang kakek mendengar keluhan dari cucunya. Tentu saja Tuan Abraham sangat terkejut saat Flo berkata demikian.


"Apa maksudmu, Flo? Siapa yang kamu maksud?" tanya sang Kakek penasaran.


Kemudian Flo menceritakan semuanya kepada sang Kakek. Tentang apa yang ia dengar dan lihat. Melihat itu, Tuan Abraham pun ikut kecewa. Ternyata Mamat tidak sepolos yang ia kira. Mamat adalah bagian dari orang-orang yang ingin menghancurkan dirinya.

__ADS_1


"Jadi, Mamat sudah menipu kita? Kurang ajar! Berani sekali ia mempermainkan aku. Dia belum tahu siapa aku."


Sejatinya, Tuan Abraham adalah seorang yang kejam. Ia bisa membuat kehidupan seseorang berubah seratus delapan puluh derajat dengan kekuasaannya. Apalagi saat ini ia mendengar dari cucunya sendiri jika Mamat adalah salah satu dari komplotan mafia yang ingin menghancurkan Tuan Abraham.


Hari itu juga, Tuan Abraham menangkap Xander dan tidak mengizinkan dirinya untuk bertemu dengan Flo.


"Mulai hari ini, kamu tidak perlu bertemu dengan suamimu. Aku akan memberi hukuman yang setimpal dengannya. Jika tubuh cucuku mengalami hal seperti ini. Maka dia juga harus mendapatkan hal yang setimpal." ungkap Tuan Abraham yang penuh dengan amarah.


Di saat Mamat tiba di rumah istrinya. Ia langsung dihadang oleh pengawal Tuan Abraham dan ia dilarang untuk bertemu dengan sang istri.


"Maaf, Tuan! Anda harus ikut dengan kami sekarang!" titah seorang pengawal. Sementara pengawal yang lain tampak memegang kedua tangan Mamat.


"Hei apa-apaan ini? Aku suaminya majikan kalian! Aku ingin bertemu dengan istriku, lepaskan!" Mamat berusaha untuk memberontak. Tiba-tiba saja Tuan Abraham datang dan pria yang sudah membuat cucunya menangis.

__ADS_1


"Mulai hari ini Flo tidak akan pernah kamu temui. Aku melarangnya untuk bertemu denganmu." Tuan Abraham berkata kepada Mamat dengan tegas.


"Loh kok gitu? Ada apa ini sebenarnya, Tuan? Bagaimana bisa Anda berkata seperti itu? Flo istri saya, saya berhak untuk bertemu dengannya ...!" balas Mamat.


"Apa? Kamu berhak bertemu dengannya? Setelah apa yang kamu lakukan kepada cucuku? Kau tahu bagaimana penderitaan Flo saat dunia mencibirnya, saat ia dibuang oleh tunangannya. Kamu tidak pernah berada dalam posisinya dan semua itu terjadi gara-gara kamu. Kamu yang sudah menghancurkan hidup cucuku ... katakan padaku! Jika kamu ingin membunuhku, kenapa kamu harus lakukan itu pada dia? Apa salahnya? Flo tidak tahu apa-apa, dia cucuku yang malang."


Mamat melihat kesedihan pada wajah senja Tuan Abraham. Mamat pun berupaya untuk menjelaskan sebenarnya yang terjadi.


"Saya mengaku salah, Tuan! Tapi percayalah! Saya tidak pernah berniat untuk menyakiti cucu Anda. Saya melakukan ini untuk menebus kesalahan saya. Saya ingin membahagiakannya, saya akan mengganti hari-harinya yang hilang karena dikucilkan oleh orang-orang. Saya sudah berjanji pada diri saya untuk menyembuhkan penyakit Flo. Dan saya akan buktikan jika saya sungguh-sungguh. Saya akan mengambil penawarnya dengan tangan saya sendiri. Itu janji saya dan Tuan pegang kata-kata saya!"


...BERSAMBUNG...


__ADS_1


__ADS_2