
Flo menundukkan wajahnya. Ia sangat cemburu tentunya. Nyatanya Xander bukanlah seorang pria biasa dan Flo juga bukanlah wanita satu-satunya dalam hidup seorang Xander.
Xander tahu jika Istrinya itu sedang merajuk. Sebagai perayu ulung tidak sulit bagi Xander untuk meluluhkan hati sang istri. Jari jemari Xander mulai berjalan menyusuri perut dan pinggang Flo.
"Di sini saja, temani aku Sayang! Apa kamu tega membiarkan aku tidur sendirian dalam kondisi seperti ini?" bisik Xander di telinga istrinya. Flo mulai gerah dan Ia terlihat mulai tidak tenang karena tangan Xander sudah ada di kedua dadanya dan merremasnya lembut.
Spontan Flo berusaha untuk menolak hasratnya. Namun, tidak semudah itu Flo bisa pergi begitu saja dari kamar mereka. Tidak ada satupun wanita yang bisa lolos dari sergapan seorang Xander. Jika pria itu menginginkannya. Maka, saat itu juga ia harus mendapatkannya.
Nafas Flo sudah mulai tak karuan, apalagi Xander sudah membuka tali jubah yang menutupi tubuh Flo yang bersisik.
__ADS_1
"Stop, jangan lakukan itu!" sergah Flo sambil menahan Xander melepaskan jubahnya.
"Kenapa? Bukankah aku sudah melihat semuanya?" balas Xander sembari menciumi leher sampai ke pundak sang istri.
"Aku malu, tubuhku tak seindah milik wanita-wanita yang pernah bersamamu. Tentu saja mereka lebih menarik perhatianmu. Dan tentunya kamu sudah puas mendapatkan wanita-wanita yang lebih cantik daripada aku. Jadi, untuk apa kamu ingin mendekatiku?" ucap Flo.
Xander membalikkan badan sang istri sehingga Flo menghadap ke tubuh sang suami.
"Kau lihat mataku dalam-dalam, apa ada kebohongan di sana? Apa aku seperti membohongimu? Tentu saja tidak, Flo! Itu adalah masa laluku. Dan aku sudah menguburnya dalam-dalam. Sekarang, hanya ada satu wanita yang ada dalam hidupku. Dan itu adalah kamu!" ucap Xander sambil membuka jubah Flo sehingga jubah itu mulai terjatuh di lantai.
__ADS_1
"Tapi aku merasa sangat buruk di hadapanmu. Aku merasa tidak bisa menjadi wanita yang sempurna seperti yang lainnya, tubuh yang bagus dan kulit yang mulus. Jika dibandingkan dengan mereka-mereka yang sangat cantik. Mungkin aku tidak ada apa-apanya. Kamu lihat sendiri bagaimana kondisiku sekarang, kamu lihat betapa buruknya aku! Jangan karena kasihan kamu terpaksa menikahi aku. Hanya karena kamu ingin membayar kesalahanku, kamu bersedia menjadi suamiku. Aku tidak akan memaksa. Jika kamu ingin pergi, pergilah! Aku juga tidak ingin membuatmu terbebani dengan kesalahanmu dulu. Aku akan mencoba ikhlas dan membiarkan nasib ini ada pada diriku. Sekarang biarkan aku sendiri!"
Panjang lebar Flo mengatakan hal itu, nyatanya tidak membuat Xander gentar untuk mendekati istrinya. Xander justru semakin mendekat dengan menarik pinggang Flo hingga menempel pada tubuh Xander.
"Apa kamu pikir aku jijik dengan kondisimu seperti ini? Tidak, aku tidak pernah melihat dari buruknya kulitmu. Semua ini bisa disembuhkan, Sayang! Aku akan mengambil penawar itu secepatnya. Aku tidak perduli bagaimanapun aku akan mengambil obat itu agar kamu bisa seperti dulu. Tapi bagiku, kamu bersisik atau tidak, rasanya tetap sama, aku tetap menyukainya," ucap Xander dengan berbisik pada telinga Flo.
"Rasa? Rasa apa maksudmu?" sahut Flo sambil menautkan kedua alisnya. Xander tersenyum menyeringai dan segera menghempaskan tubuh sang istri di atas tempat tidur. Dan secepatnya pria itu merangkak ke atas ranjang dan mulai mendekati Flo.
Selang beberapa detik. Flo memejamkan mata dan menggelengkan kepalanya berkali-kali. Entah apa yang terjadi, yang jelas Flo tidak bisa lari lagi dari cengkeraman Xander.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...