
Malam yang panjang. Tentunya Flo dan Xander menghabiskan malam itu dengan penuh kemesraan. Tubuh Xander memang terluka oleh bekas pecutan Tuan Abraham. Tapi, ia tidak lagi merasakan sakit yang berarti saat Flo berada dalam pelukannya.
Xander menatap wajah istrinya dengan sendu. Sebelum dirinya melanjutkan untuk membawa Flo ke dalam kenikmatan, Xander mengecup sekilas kening wanita yang menjadi tujuan terakhirnya itu.
"Kau tahu, Flo! Tidak ada wanita lain dalam hatiku selain kamu, dan kamu lebih istimewa dari mereka-mereka yang pernah hadir dalam hidupku. Tubuhmu memang tidak sempurna, tapi pesonamu mengalahkan semua wanita-wanita itu. Mereka memang menikmati tubuhku tapi tidak dengan hatiku. Dan hanya dengan kamu aku bermain dengan hati. Percayalah!" ucap Xander sembari perlahan menyematkan sesuatu yang pada akhirnya membuat Flo memejamkan matanya.
Xander bergerak perlahan dan begitu lembut, sesekali ia membisikkan sesuatu di telinga sang istri. "Kau bisa merasakan bagaimana permainan ini aku lakukan. Hanya bersamamu aku selalu berada di atas. Tidak dengan mereka, aku tidak pernah seperti ini saat dengan wanita-wanita itu. Aku tidak pernah bergerak, mereka sendiri yang bergerak. Mereka hanya memuaskan diriku tapi bukan hatiku. Tapi dengan kamu, ahhh ... semuanya sangat berbeda Flo ...."
Flo tidak mampu berucap. Pesona tusukan Mamat alias Xander nyatanya benar-benar membuat Flo lupa diri. Wanita itu menggeliat tak karuan. Bibirnya tak mampu menolaknya, semakin ia mendesaah semakin Xander dibuat terbakar. Padahal Xander sedang terluka karena cambukan Tuan Abraham.
Keringat keduanya sudah membasahi tubuh keduanya, dalam kamar itu Flo tidak bisa menolak apapun yang Xander lakukan. Kedua tangannya mencengkram erat punggung Xander.
Tak ada rasa sakit pada tubuh pria itu. Yang ada hanya sebuah kenikmatan dalam kemesraan yang mereka ciptakan.
"Emmm ... Xander tusuk aku terus! Jangan berhenti, Sayang!!"
Mendengar ucapan dari istrinya, Xander tersenyum dan berhenti bergerak. Spontan Flo membuka matanya dan memelas ingin Xander menggerakkan lagi pinggulnya.
"Kenapa berhenti?" Flo menatap kedua bola mata Xander yang terlihat begitu bernafsu.
"Katakan dulu padaku bahwa kamu hanya mencintaiku!!" balas Xander dengan tetap menancapkan tusukannya di bawah sana.
__ADS_1
"Jangan pernah tanyakan itu padaku! Tentu saja aku sangat mencintaimu. Aku tidak rela jika ada wanita lain yang akan merasakan tusukanmu ini, aku nggak rela!!" sahut Flo sembari menggelengkan kepalanya.
Xander tersenyum menyeringai. "Sudah aku katakan padamu, aku tidak pernah menusuk mereka. Wanita-wanita itu sendiri yang menancapkan tubuhnya pada diriku dan aku tidak pernah mengindahkan mereka Flo. Baru kali ini aku melakukannya hanya denganmu. Satu-satunya wanita yang membuat seorang Xander akhirnya bergerak aktif dalam bercinta. Bahkan sangat aktif, kamu bahkan tidak bisa berbuat apa-apa, bukan?"
Flo menundukkan wajahnya dan ia pun menyadari apa yang dikatakan oleh Xander memang seperti itu adanya. Flo terdiam, ia hanya ingin Xander melanjutkan gerakannya.
Tiba-tiba saja, Xander menghunuskan begitu dalam tusukannya ke dalam sana, sehingga membuat Flo tersentak dan semakin mencengkram erat punggung Xander.
Flo melenguh panjang bahkan wanita itu dibuat semakin gila oleh Xander. Kini, gerakan itu terlihat sedikit lebih cepat dari semula karena Xander tahu jika istrinya akan segera mencapai puncaknya. Karena gerakan otot kewaanitaan Flo semakin mencengkram erat miliknya.
Setelah beberapa saat. Pada akhirnya keduanya sama-sama berada di puncak. Merasakan sensasi menggila itu dengan bersamaan. Sudah pasti keduanya sama-sama terpuaskan.
Flo memeluk suaminya seolah tidak ingin berpisah lagi.
"Tidak akan. Aku tidak akan meninggalkanmu, Flo!" balas Xander sembari menciumi wajah istrinya tanpa terkecuali.
*
*
*
__ADS_1
Sejak saat itu, kehidupan Xander dan Flo terlihat bahagia. Tuan Abraham perlahan bisa menerima keberadaan Xander, demi sang cucu, Tuan Abraham harus bisa mengalahkan egonya meskipun ia masih sangat penasaran siapa sebenarnya Xander.
Hari demi hari, Flo kian terlihat semakin berisi. Tubuh wanita itu mulai berubah dan akhir-akhir ini Flo lebih sering makan. Akibatnya itu berpengaruh terhadap kondisi sisik sang wanita.
Jika Flo mulai naik berat badannya. Maka, kondisi kulit Flo akan semakin parah karena sisik-sisik itu akan pecah pada akhirnya Flo akan sedikit kesakitan dan tak jarang mengeluarkan darah.
"Awwwwww ... kenapa tubuhku seperti ini? Aku harus diet dan aku harus menjaga berat badanku. Jika tidak kondisi kulitku akan semakin parah. Sisik-sisik ini akan membuatku tersiksa," ucap wanita itu sembari memperhatikan seluruh tubuhnya pada sebuah cermin besar.
Tak berselang lama, Xander datang ke kamar dan melihat istrinya yang sudah telanjang bulat sedang berdiri di depan cermin.
Xander tersenyum sumringah dan ia pun segera mendekati sang istri dan langsung melingkarkan tangannya pada pinggang Flo. Spontan Flo merasa sedikit sakit saat Xander menyentuh kulitnya.
"Awwwwww ... jangan pegang dulu, Sayang! Kulitku terasa perih!" rintih Flo sambil meringis kesakitan.
Seketika Xander segera menarik tangannya dari pinggang Flo. Ia pun terkejut bagaimana bisa sangat istri merasa kesakitan. Padahal selama ini Flo baik-baik saja.
"Ada apa? Kenapa dengan kulitmu, Flo? Astaga kulitmu mengeluarkan darah!!" seru Xander saat tahu, sisik-sisik yang tumbuh pada kulit Flo mulai mengeluarkan darah.
"Iya, mungkin akhir-akhir ini aku sering makan lebih banyak sehingga berat badanku semakin bertambah, dan inilah yang menyebabkan kulitku terluka. Jika seperti ini aku harus diet dan aku harus menjaga berat badanku," ucap Flo.
Sementara itu Xander membersihkan darah yang keluar dari kulit Flo karena sisik-sisik itu mulai pecah. Xander terlihat makin bersalah melihat kondisi istrinya yang seperti itu.
__ADS_1
"Maafkan aku, Flo! Ya Tuhan, aku benar-benar sangat kejam kepadanya. Flo pasti sangat menderita, ini pasti sangat menyiksa dirinya," batin Xander menyesali perbuatannya.
...BERSAMBUNG ...