Tusukan Cinta Tukang Sate

Tusukan Cinta Tukang Sate
Tidak enak ditusuk


__ADS_3

Kali ini, Xander benar-benar ingin mengambil obat penawar untuk istrinya. Dengan sangat terpaksa Xander harus bertemu dengan sang Daddy yang tentunya sudah mencari keberadaan Xander selama ini.


"Demi istri dan anakku. Aku tidak punya pilihan lain lagi," ucapnya penuh keyakinan. Ia pun terus melangkahkan kakinya menuju ke markas besar Mateo yang tentunya dijaga ketat oleh anak buahnya. Seorang anak buah Mateo melihat kedatangan Xander yang berjalan ke arah tempat mereka.


"Bukankah itu Tuan muda Xander?" seru pria berbadan dempal. Ia pun segera masuk ke dalam dan memberi tahukan kepada Mateo jika Xander telah kembali.


Saat itu seorang pria yang sedang berendam di kolam renang ditemani oleh dua orang wanita yang satu memijit pundaknya yang satu menyuapi dengan buah-buahan.


"Maaf Tuan. Saya mau menyampaikan jika diluar ada Tuan muda Xander," ucap pria itu.


Sontak, Mateo menyuruh kedua wanita itu pergi dan mengambilkannya sebuah handuk.


Iya, pria itu adalah Mateo. Ayah angkat Xander yang juga seorang mafia kejam.

__ADS_1


Mateo segera keluar dari kolam renang dan segera melihat keluar apa benar putranya sudah pulang. "Kau tidak berbohong, kan? Jika saja di luar tidak ada Xander. Aku tembak kepalamu!" seru Mateo.


"Benar, Tuan. Saya tidak bohong. Memang ada Tuan muda Xander di luar, silakan Tuan lihat sendiri sekarang!" ajak pria yang sudah setia menjadi anak buah Xander selama bertahun-tahun itu.


Mateo pun segera keluar dan melihat apa benar yang dikatakan oleh anak buahnya, jika Xander telah pulang. Jika itu adalah benar, maka itu merupakan berita yang sangat menggembirakan bagi seorang Mateo. Ia akan mendapatkan kembali putranya yang menjadi kebanggaannya yang mampu membantunya untuk menghancurkan Tuan Abraham.


Mateo keluar dari rumah dan melihat sekeliling. Ia tidak melihat siapapun kecuali anak buahnya yang masih berjaga di depan rumah. Ia pun spontan mengepalkan kedua tangannya dan segera menghadap ke anak buahnya yang baru saja mengatakan tentang keberadaan Xander.


"Di mana dia, katakan! Di mana putraku? Tadi katanya Xander ada di sini. Lalu kemana dia? Jangan coba-coba bohongi aku!!" seru Mateo sambil menodongkan senjata pada kepala anak buahnya. Tentu saja anak buahnya sangat takut setengah mati.


Namun, teman-temannya seolah diam dan tidak perduli. Sementara itu Mateo sudah ancang-ancang untuk segera menarik pelatuk pistol itu.


Dengan wajah yang penuh amarah karena ia merasa dibohongi oleh anak buahnya. Mateo pun tidak segan-segan untuk membunuh siapa saja yang sudah membuatnya tertipu.

__ADS_1


Sang anak buah terlihat pasrah ketika Mateo bersiap menembak kepalanya. Namun tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang sontak membuat Mateo berhenti dan menurunkan senjatanya.


"Hentikan, Dadd! Dia tidak bersalah dan dia tidak berbohong. Aku memang ada di sini!"


Xander berkata di belakang sang Daddy. Mateo membalikkan badannya dan menatap wajah sang anak yang sudah berbulan-bulan ini tidak ia temui.


"Xander puteraku! Astaga, apa aku sedang bermimpi, kau sudah datang, Nak!!" ucap Mateo yang langsung menghampiri Xander dan merangkulnya penuh kerinduan.


"Daddy tidak bermimpi. Iya, aku sudah pulang!" sahut Xander sambil membalas pelukan ayahnya.


"Daddy sangat bahagia sekali. Akhirnya kamu sadar juga jika kamu memang masih membutuhkan Daddy. Apa kamu rindu dengan mereka? Tuh, Daddy mendapatkan barang baru. Dia janda baru 1 bulan. Masih singset, belum punya anak. Pokoknya kamu pasti suka," ucap Mateo yang langsung menyuguhkan Xander dengan para wanita yang didapatkannya dari membeli di seseorang yang menyediakan wanita-wanita baru.


"Tidak, Dadd! Aku tidak tertarik dengan janda. Mereka sudah tidak enak ditusuk, kurang greget!!" jawab Xander tegas.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2