
"Apa? Tapi itu tidak mungkin, Dadd! Flo sangat menyayangi kakeknya. Jika Xander membunuh Tuan Abraham. Pasti Flo tidak akan pernah memaafkan Xander," balas pria itu bingung.
"Itu pilihan. Terserah kamu pilih yang mana. Flo istrimu atau membunuh Tuan Abraham. Tidak ada pilihan lain, Xander. Ini sudah keputusanku."
Hati Mateo sudah dipenuhi oleh dendam. Apa yang pernah tuan Abraham lakukan dulu sangat membekas di hatinya. Rasa cintanya yang teramat besar untuk Edelweiss. Harus kandas di tengah jalan karena tak ada restu dari tuan Abraham.
"Sekarang pergilah! Lakukan tugasmu. Penuhi persyaratannya. Setelah kau bawa kepala tuan Abraham ke tempat ini. Maka, nyawa istri dan anakmu akan selamat, aku tidak punya banyak waktu, Nak. Lebih cepat lebih baik!" seru Mateo dengan santainya.
Demi istrinya. Xander pun rela melakukan apa saja asalkan ia segera mendapatkan obat penawar itu.
Xander pun kembali pulang. Kepulangannya itu tentu saja sudah diawasi oleh anak buah tuan Abraham. Mereka melihat Xander yang baru saja keluar dari markas besar Mateo.
Di dalam perjalanan pulang. Xander diikuti oleh anak buah tuan Abraham. Tentu saja anak buah tuan Abraham tidak membiarkan Xander kembali pulang dan bertemu dengan Flo. Karena bagaimanapun juga Xander sudah terbukti jika dirinya adalah bagian dari geng Mafia Mateo.
Xander dikepung oleh beberapa pria bayaran tuan Abraham. Pria itu terkejut bukan main karena mereka tiba-tiba menyerang Xander.
Tentunya Xander mampu mengimbangi kekuatan anak buah tuan Abraham dengan tangan kosong. Kepintaran Xander dalam bela diri memang tidak diragukan lagi. Paket lengkap untuk seorang pria seperti Xander. Ketampanan dan pesonanya sungguh semakin mengagumkan dengan kepiawaian nya dalam bela diri.
__ADS_1
Hampir semua anak buah tuan Abraham dibuat lumpuh oleh Xander. Salah satu diantara mereka dibuat buka mulut agar Xander bisa tahu siapa sebenarnya yang sudah menyuruh mereka menyerang dirinya.
"Katakan, siapa tuanmu? Siapa yang sudah menyuruh kalian untuk membunuhku!" Xander tidak main-main kali ini. Ia benar-benar dibuat sedikit kejam karena tubuhnya tergores senjata tajam yang mereka sabetkan pada lengan pria itu.
Xander berbalik menodongkan pisau pada salah seorang diantaranya dan mengancam akan membunuhnya.
"Am-ampun Tuan. Tolong jangan bunuh saya. Saya hanya menjalankan perintah!" ucap salah satu anak buah tuan Abraham.
"Good, sekarang katakan siapa bos kalian, cepat katakan!!" Xander sedikit berteriak dengan menahan rasa perih pada lengannya akibat goresan pisau itu.
Xander tidak bisa berkata apa-apa lagi. Antara tidak percaya dan kecewa. Ternyata pria itu tega ingin membunuhnya.
"Tuan Abraham? Kamu tidak bercanda, kan?" sahut Xander.
"Tidak, Tuan. Saya tidak bercanda. Tuan Abraham ingin kami menghabisi Anda jika Anda terbukti memiliki hubungan dengan Mateo," jelas pria itu.
Xander mengerutkan keningnya. Ternyata tuan Abraham tidak menginginkan dirinya karena berasal dari bagian anggota mafia yang dipimpin oleh Mateo.
__ADS_1
Di saat Xander sedang berpikir tentang kebenaran tuan Abraham. Tiba-tiba saja seorang anak buah tuan Abraham memukul bagian belakang kepala Xander dengan kayu. Seketika Xander terjatuh dan tak sadarkan diri. Anak buah tuan Abraham langsung memberi tahukan berita tersebut kepada tuan Abraham dan mengatakan bahwa Xander telah tewas.
Sementara itu di kediaman tuan Abraham. Flo mulai membuka kedua matanya. Tubuhnya masih lemah. Kondisi jaringan kulitnya semakin memprihatinkan. Ia memanggil nama suaminya berkali-kali sehingga membuat tuan Abraham mendekati sang cucu.
"Flo, ini kakek. Kamu pasti sembuh, Nak. Kamu harus sembuh!" ucap pria tua itu dengan wajah sedihnya.
"Di mana suamiku, Kek?" tanya Flo sambil memperhatikan sekeliling. Dilihatnya Xander yang tidak ada di kamar mereka.
"Sebaiknya kamu lupakan suamimu, Flo. Dia bukanlah pria yang baik untukmu."
"Apa maksud kakek?" Flo tak habis pikir kenapa sang kakek berkata demikian.
"Suamimu adalah penjahat, dia adalah bagian dari geng Mafia yang sangat kakek benci. Mereka musuh besar kakek dan mereka juga yang ingin menghancurkan perusahaan kita. Kakek curiga jika suamimu adalah orang yang berperan dalam rusaknya kulitmu," ungkap tuan Abraham yang tentunya membuat Flo tidak percaya begitu saja.
"Nggak mungkin, Xander nggak mungkin sejahat itu, Kek. Kakek pasti salah!"
BERSAMBUNG
__ADS_1