
Xander benar-benar tidak tega melihat kondisi kulit sang istri yang selalu mengeluarkan darah. Hingga akhirnya Xander harus cepat-cepat membawa penawar itu untuk istrinya. Tentunya Xander harus datang ke kepada Mateo untuk mengambilnya.
Tidak ada pilihan lain lagi, Flo harus sembuh. Xander pun bertekad untuk membawakan Flo obat penawarnya.
Malam itu juga, Xander bersiap untuk pergi menemui sang Daddy. Namun, Flo menahannya.
"Kau mau kemana malam-malam begini?" Tanya Flo sambil memeluk suaminya dari belakang.
"Aku harus pergi, Flo. Aku akan membawa obat untukmu agar kamu tidak merasakan kesakitan seperti ini," Xander membalikkan badannya dan menatap kedua bola mata sang istri.
"Tapi aku takut kamu kenapa-kenapa. Sudahlah, kamu jangan pergi kemana-mana. Aku nggak apa-apa kok. Mungkin sekarang aku makin gemuk jadinya kulitku pecah. Nanti aku akan kurangi makan. Pokoknya kamu di sini saja, aku nggak mau ditinggal!" jawab Flo yang berusaha untuk meyakinkan suaminya.
"Tidak Flo. Aku harus pergi, tidak ada diet-dietan segala. Aku akan segera membawakan obatnya untukmu. Kamu tunggu di sini, aku pasti seger pulang!" Xander mencium kening istrinya sebelum dirinya pergi. "Xander jangan pergi!" teriak Flo.
Spontan Flo mengejarnya dan tiba-tiba saja Flo jatuh pingsan, sehingga membuat Xander terpaksa menghentikan langkahnya untuk pergi.
__ADS_1
Xander melihat istrinya yang tiba-tiba terjatuh, ia pun segera menghampiri istrinya dan membawa tubuh Flo ke atas tempat tidur. Setelah itu Xander memanggil pelayan dan Tuan Abraham untuk melihat apa yang terjadi pada Flo.
"Flo, kamu kenapa, Sayang! Kamu jangan buat aku cemas seperti ini, aku sayang banget sama kamu!" seru Xander sambil mengusap-usap tangan sang istri. Wajah Flo terlihat pucat.
Saat itu juga, Tuan Abraham memanggil dokter keluarga untuk memeriksa kondisi sang cucu. Sang dokter segera memeriksa keadaan Flo.
Hampir seperempat jam, akhirnya Dokter selesai memeriksa keadaan Flo yang masih belum sadarkan diri . Xander terus berada di samping istrinya dan berharap sang istri baik-baik saja.
"Dokter, bagaimana keadaan cucu saya?" tanya Tuan Abraham serius.
"Maksud Dokter apa?" Tuan Abraham benar-benar penasaran.
"Tuan, selamat! Cucu Anda sedang mengandung, dari pemeriksaan fisik yang saya temukan, Nona Flower memang sedang hamil muda. Itulah Krn tubuhnya semakin berubah dan tentunya itu berefek pada kulit Non Flo yang bersisik. Karena berat badan Non Flo kian meningkat, maka sisik-sisik kulitnya itu pun ikut melebar dan itu membuat kondisi kulitnya ikut pecah dan berdarah. Saya khawatir, jika kehamilan Non Flo semakin besar. Maka, jiwa Non Flo akan menjadi taruhan. Dia bisa melahirkan anaknya tapi saya tidak bisa menjamin untuk keselamatannya. Saya minta maaf jika harus menyampaikan berita ini. Ada baiknya jika ingin menyelamatkan Non Flo, sebaiknya dia tidak boleh hamil dulu!" Ungkap sang dokter yang seketika membuat Xander sangat terkejut.
Bukan hanya Xander, Tuan Abraham pun dibuat bingung. Antara berita kehadiran cicitnya dan juga kondisi Flo yang akan semakin parah jika ia mengandung.
__ADS_1
"Apa Dok? Istri saya hamil?" Antara percaya dan tidak, secepat itu dirinya bisa membuat Flo hamil. Usia pernikahan mereka saja baru menginjak satu bulan.
"Iya, istri Anda memang hamil dan usia kehamilannya baru menginjak 4 Minggu, Namun, sepertinya hormon progesterone dan estrogennya sangat meningkat dan itulah yang menyebabkan kondisi fisik Nona Flower berubah. Sayangnya, jika kondisi terus menerus terjadi, maka nyawa Nona Flower akan terancam. Karena kulit Nona Flower akan mengalami pelebaran pembuluh darah dan itu akan membuat kondisi sisik itu pecah. Maka, kami hanya bisa menyarankan untuk menggugurkan kandungan itu sebelum kondisi Nona Flower benar-benar sembuh, ini memang pilihan sulit. Tapi demi keselamatan Nona Flower, hanya itu satu-satunya cara terbaik. Jika tidak, kami tim medis tidak bisa menolongnya kecuali keajaiban!" ungkap sang dokter menjelaskan.
"Tidak, aku tidak mau kehilangan anak kami, Flo dan bayiku harus sembuh, aku harus pergi, aku harus pergi!!"
Saat itu juga Xander pamit kepada Tuan Abraham untuk mencari penawar penyakit Flo dan tentunya Xander harus datang kepada sang Daddy yang saat ini sedang mencari dirinya. Xander tidak punya pilihan lain. Demi istri dan anaknya ia rela jika harus melewati rintangan ini.
"Saya harus pergi, Tuan. Tolong, jaga Flo sebentar. Saya tidak akan lama. Saya pasti kembali dengan membawa obat untuk Flo. Flo pasti sembuh!" pamit Xander.
Tuan Abraham menyipitkan matanya. Ia memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti kepergian Xander. Karena Tuan Abraham masih curiga jika Xander memiliki hubungan geng mafia yang ingin menjatuhkan dirinya, yang tak lain geng mafia itu adalah pimpinan Mateo. Pria yang dulu pernah ia usir dan ia sakiti karena berani mencintai putrinya, Edelweiss.
"Ikuti kemanapun dia pergi, jika dia benar-benar salah satu dari komplotan mereka. Jangan biarkan dia kembali pulang! Jika perlu, habisi dia!" titah Tuan Abraham.
"Baik, Tuan!"
__ADS_1
...BERSAMBUNG...