
Catherine pov
" Catherine cepat , Ada orang Yang mau kesini." Ujar Emma, Mendengar itu Aku pun langsung Bersembunyi Ketika Orang itu Sudah Pergi Baru Kami Lari Ke kamar.
" Hosh Hosh." Ujar Kami Berdua Ngos ngosan.
" Ada apa ?." Tanya Celin.
" Tadi kami Hampir Ketahuan." Ujar Emma.
" Ketahuan Apa ?." Tanya Celin.
Kami Pun Menceritakan Semuanya.
" Kau Sih Keras Kepala." Ujar Celin.
" Tapi Aku menemukan Sesuatu Yang Menarik." Ujar Catherine.
" Apa itu." Ujar Celin.
" Tadi Aku lihat Adiknya Natan , Natalia." Ujar Catherine.
" Hah ? , Apa kah itu Benar Emma ?." Tanya Celin.
" Tak Tau , Aku di suruh Jaga Pintu Dan Aku juga Tak Tau Mana Adik nya Natan." Ujar Emma dengan Polosnya.
" Mungkin Hanya Mirip , Dia Kan sudah Meninggal." Ujar Celin.
" Ya mungkin , Tapi Kita Kan Tak Tau apa yang di lakukan Pengawal Saat Membawa Adik Natan Ke Dalam Ruangan Khusus ,Di Eksekusi beneran Atau Tidak ?." Ujar Catherine.
" Ya kau Benar juga." Ujar Celin.
Kami Kaget Ketika Ada Bunyi Ketukan Pintu dari seseorang .
" Celin Cepat Naik dan Bersembunyi." Ujar Catherine.
" Iya." Ujar Celin.
Saat Celin sembunyi Di tempat Persembunyian Rahasia Yang Kami Buat , Catherine dan Emma pun Membuka pintu Dengan Wajah Agak Panik.
Tapi Ternyata Yang Datang adalah...
__ADS_1
" Alfred." Ujar emma Kaget.
" Emm.. Emma bisa kita Bicara Sebentar ?." Ujar Alfred.
Emma pun menatap Ku dan Aku memberinya Anggukkan , Dan setelah Itu Emma dan Alfred Pun Pergi.
Setelah Mereka Pergi , Catherine langsung Menutup Pintunya dan Celin Pun Langsung Turun.
" Bukan kah Kita Sudah Buat Perjanjian Untuk Tak Memikir kan Laki laki Lagi." Ujar Celin.
" Yahh apa boleh buat , Emma itu Berbeda dari kita , Dia tak menyembunyikan Saudara nya, jadi Jika ia suka pada siapa pun juga tak Masalah Kan ?." Ujar Catherine.
" Ya Kau Benar , Kita akan Tanya Apa yang di bicarakan Alfred Kepada Emma , Nanti setelah Emma Kembali." Ujar Celin dan Catherine Hanya Tersenyum.
Saat Emma kembali , Catherine dan Celin Pun Menanyakan Apa yang Alfred Bicara kan tadi.
" Dia hanya bilang Minta maaf Soal Waktu Itu , Dan Sudah Itu saja." Ujar Emma.
" Yah... Aku kira ia akan menyatakan Cintanya Padamu." Ujar Catherine dengan nada Bercanda.
" Catherine." Tegur Celin.
" Tapi kan Kau Tak menyembunyikan Saudara mu , Jadi kau Bebas Jatuh Cinta." Ujar Celin.
" Tapi Aku ingin seperti Kalian Yang Kuat Dan Tak Memikirkan Tentang Laki laki dulu." Ujar Emma.
" Dan Lagi Pula Sahabat itu harus Ada suka dan Duka kan ?." Ujar Emma.
" Ya kau benar." Ujar Catherine Dan Celin sambil Memeluk Emma secara Bersamaan.
" Kami Beruntung Memiliki Sahabat Seperti mu , Emma . Kau Adalah Sahabat tak tergantikan oleh kekayaan dan kekuasaan." Ujar Celin dalam Hati.
------"------
Karena Waktu Itu Catherine Mengambil Jatah Keluarnya Celin Karena mereka masih marahan , Saat Hari senin ini Celin Yang Keluar karena Agar Impas dan Celin juga ingin Melihat green leaf Yang di Ceritakan Oleh Emma Dan Catherine.
Saat melihatnya Pertama Kali Celin Langsung takjub dan Senang , Akhirnya Ia bisa menghirup Udara Segar.
Bahkan Saat mulai latihan Celin tak Takut siapa lawannya , Tapi untungnya lawannya perempuan Yang Lebih Lemah Dari Celin , Jadi Celin Bisa mengalahkannya Dengan Mudah.
" Kau Hebat Celin." Bisik Emma.
__ADS_1
" Kau Juga Hebat , Aku hebat karena tadi Lawanku Perempuan Yang Lebih Lemah Dari ku, jadinya Aku menang." Ujar Celin.
" Ya Tetap Saja , Kau Hebat." Ujar Emma.
Tiba tiba Addy datang Menemui Celin yang dikiranya Catherine ( karena ia tak Tau ).
" Kau Hebat Catherine , Aku kagum." Ujar Addy.Tapi karena teringat Omongan dan janji nya pada Catherine , kalau Ia akan bersikap seperti Catherine maka Celin Pun... Jutek
" Kita Ambil minum yuk soalnya Aku haus." Ujar Celin langsung Menarik tangan Emma Dan pergi meninggalkan Addy.
" Kenapa lagi dia ?." Tanya Addy Kebingungan sambil menatap Celin yang pergi menjauh.
Saat Ditengah Jalan , Emma dan Celin pun berhenti sejenak.
" Bagaimana ?." Ujar Celin.
" Bagaimana apa nya ?." Tanya Emma.
" Akting ku mirip tidak sama Catherine." Ujar Celin.
" Sepertinya kau agak Berlebihan." Ujar Emma.
" Ayolah , Susah sekali Bersikap seperti Dia." Ujar Celin Lanjut jalan .
Tiba tiba ada seseorang yang Terburu buru Sambil membawa berkas dan Tak sengaja menabrak Celin.
" Ah.. maaf maaf." Ujar Celin membantu membereskan Berkas yang di Bawa oleh anak itu.
Tapi anak itu tak menjawab dan Terus menunduk , Sambil membereskan Berkas yang ia bawa dengan Terburu Buru.
Saat semua nya sudah terkumpul , dan anak itu langsung Pergi tapi Tak sengaja Sekilas Celin Melihat Wajahnya.
" Bukan kah itu..." Ujar Celin.
" Natalia ?." Ujar Celin.
Seketika Celin langsung Mengejarnya di susul Oleh Emma Yang Menyusul Celin , Tapi Apa boleh Buat Celin tak sempat mengejarnya Dan kehilangan Jejak.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN.
__ADS_1