
Kami tidur dalam kecemasan ,bahkan celin tidak bisa tidur.
" Celin , ayo kita segera tidur." ujar Catherine khawatir dengan kakaknya itu .
" Catherine berjanjilah padaku, apapun yang terjadi kita harus tetap bersama ya." ujar Celin sambil menggenggam tangan Catherine .
" Ya aku berjanji , kalau begitu ayo kita tidur ." ujar Catherine dan mereka pun pergi tidur.
Keesokan harinya ketika selesai mandi kami pun dibawa menuju ruanggan 1.
" Halo semuanya hari ini kita akan memulai Test pertama kalian , yaitu Test pikiran , ini hanya test dasar saja dan kita mulai akan dari nama yang telah di urutkan." Ujar Agatha.
Kami yang belum mendapat Giliran tidak boleh melihat apa yang ada didalam , dan Sampai akhirnya...
" Selanjutnya Celin dan catherine." Ujar Agatha
dengan bergandengan tangan , kami pun memasuki ruanggan test .
Saat memasuki ruangan kami melihat ada 2 Tempat tidur, dan kami pun disuruh tiduran di kasur itu.
" Ok sudah siap ya." Ujar Agatha.
kami pun disuruh untuk mendengarkan musik melalui sebuah headset .
Setelah mendengarkannya ...
" apa genre lagu yang kalian dengar ?." ujar Agatha.
" Pop." ujar Celin.
" Jazz." Ujar Catherine.
Setelah itu kami pun disuruh melihat gambar dan..
__ADS_1
" sekarang gambar apa yang kalian lihat." ujar Agatha.
" Seseorang yang sedang melukis." Ujar Celin.
" pohon besar." ujar Catherine.
Setelah itu kami pun disuruh berdiri..
" sekarang masuk ke bola itu." Ujar Agatha sambil menunjuk sebuah bola besar.
Kami pun masuk kedalam bola yang cukup besar tapi ada tempat duduknya.
Celin POV
saat masuki bola itu aku melihat ibu kami yang mengendong kami .
" Celin , Catherine apa pun yang terjadi restu ibu akan bersama kalian." Ujar ibu.
dan yang aku lihat hanyalah sebuah kenangan , kenangan yang membuatku menangis . dan saat bangun ternyata aku bangun lebih dulu dari pada Catherine
" Kau melihat sesuatu yang berhubungan dengan Masa Lalu ?." Tanya Agatha tiba tiba saat melihatku sudah terbangun.
" Ya." Ujarku dan aku masih menunggu Catherine.
Catherine POV.
Aku terbangun di padang pasir yang luas dan aku melihat Celin yang di tawan seseorang berjubah hitam.
" Celin !! ."Panggilku." Lepaskan saudaraku."
"aku akan lepaskan tapi kau harus bertarung denganku."ujar seseorang yang misterius itu .
" Baiklah." Ujar ku sambil bersiap siap untuk bertarung dengannya.
__ADS_1
Aku bertarung dengan orang itu tapi ia selalu bisa menghindar dan sampai akhirnya aku pun dipukul nya sampai jatuh dan akhirnya terbangun.
" Kau kalah ?." Tanya Agatha.
" Ya." Jawabku.
" Baiklah kalian boleh Kembali ke kamar kalian." Ujar Agatha.
Sesampainya Dikamar kami terkejut karena tak ada satu pun orang dikamar , tapi setelah menunggu cukup lama beberapa orang pun masuk .
" Kenapa Hanya ada 5 orang kemana satunya lagi." Ujar Celin.
" A - Adikku dia kabur dan sedang diburu , A -Aku takut ia akan di bunuh." Ujar Anak tersebut sambil menangis ketakutan.
Dan benar saja saat malam Agatha mendatangi kamar kami dan bilang kalau anak yang kabur itu sudah dibunuh.
" Mau di ajak kemana ?." ujar Catherine melihat kakak kembar anak yang dibunuh itu akan dibawa.
" Ia juga akan dibunuh." Ujar Agatha.
" Kenapa bukankah kau bilang jika saudara ada yang meninggal akan langsung di luluskan." Ujar Celin.
" Ya , itu jika sudah di ujian pertengahan bukannya ujian awal , dan juga untuk saudaranya yang mati saat ujian bukan mati karena kabur." ujar Agatha.
Agatha pun menyeret anak itu pergi , anak itu memberontak dan kami tak bisa menolongnya karena jika kami menolongnya kami juga akan mati.
Semua anak dikamar kami pun mendoakan anak yang akan dibunuh dan saudara nya, agar ia bisa mendapatkan ketenangan.
" Catherine , kita harus bisa melewati semua ini bersama sama." ujar Celin.
" Iya." ujar Cetherine.
dan kami pun tidur sambil berpelukan .
__ADS_1
Bersambung...