
Tennka membuka matanya dan meliat siling serba putih seakan di rumah sakit.Dia memegangi kepalanya.Sakit banget. Baru teringat yg dia di anera terus pingsan."Kau udah siuman.Syukurlah...nona bisa marahin aku " seorang pria keliatan seperti manusia memakai pakaian seperti dokter bangsawan.
"Istirahat dahulu...tubuh mu masih kewalahan dengan permainan nona tadi. " kata pria itu.
"Di mana ini " tanya Tennka dengan perlahan. "Di klinik ku kok...nona yg ngantarin mu ke sini." balas pria itu. "Yunn-san dimana " tanya Tennka.
"Ngga tahu sih tapi bocah laki laki bersamamu pulang ke dunia kalian.Nona bilang kutukan yg di dlm diri mu akan berevolusi.Itu yg membuatkan tubuh mu lemah karna kurang latihan stamina " pesan pria . Dia tampak lebih dewasa berbanding bawahan Amylia yg lain.
"Oh lupa perkenalkan diri ku .Namaku Keinxx.Manusia elf.Salken Tennka-san " Keinxx meletakkan tangan di dada lalu menundukkan kepala sedikit..Tennka tidak terkejut dengan perkenalan Keinxx yg mengatakan dia manusia elf.Karna dia sudah bertemu org terdekat Amylia seperti itu.
"Baiklah..aku ada kerjaan sama pasien aku yg lain.Kau istirahat ya .Ada keperluan apa apa bisa ke ruangan di hadapan kamarmu" Keinxx berlalu pergi dari kamar yg diduduki oleh Tennka.Tennka hanya menggangguk.Setelah Keinxx benar benar keluar,Tennka bangun dari tempat pembaringannya.
.
"Warghh " Amylia coba kagetin Keinxx yg baru keluar dari kamar Tennka. "Nona ...ngga kaget loh" kata Keinxx tersenyum."Dihh Kei ngga kaget..ngga seru " Amylia menggembungkan pipinya. Baginya bawahan adalah teman akrabnya dan bukan dianggap budak. Manakala bawahan Amylia menganggap Amylia majikan bukannya teman.
"Nona nih...anda mau mampir ke kamar Tuan Vannes " tanya Keinxx.Amylia yg tadi tersenyum berubah menjadi murung. "Iya...biarin aku sendiri " Amylia berjalan ke arah yg ingin ia tuju.Mood Amylia berubah seketika.Keinxx hanya memandang ke bawah dengan tatapan kosong.Dia juga ada kerjaan jadi di terus memasuki ruangannya.
Tennka di sebalik pintu menguping apa yg mereka obrol kan.Dia keluar mengikuti langkah Amylia tadi. Dia meliat Amylia memasuki satu kamar dan coba menguping.
"Leon...kapan kau siuman. Maaf aku tidak dapat selamatkan...Gara gara aku kau terlantar begini " nada lirih Amylia dapat di dengari. "Leon...tahu ngga aku sudah menjumpai jejaknya. Little demon polos ku itu udah keren.Bisa menemukan kebahagiannya sendiri. Sedangkan aku ...." Nada Amylia seperti kesal bercampur sedih bercampur marah akan dirinya.
Tennka sepertinya kaget karna pertama kali dia mendengar Amylia menangisi sesorang yg berharga baginya."Tennka-san " sapa Keinxx dari belakang. "Eh...iya .." Tennka berkeringat karna tiba tiba ada yg memanggil namanya. "Oh...nona masih..hmm nona udah tidur ya " Keinx membuka pintu kamar itu.
Terliat Amylia tertidur pulas di tepi kasur sambil memegangi tangan pria yg terlantar. "Nona bisa masuk angin loh" Keinxx mengambil selimut kecil lalu dia menyelimutkan Amylia yg tertidur polos. Dia mengelap air mata Amylia lalu mengusap kepala Amylia.Pria disamping Amylia sangat ganteng yg dipenuhi wayar oksigen."Maaf ya Tennka-san kau perlu liat sisi nona yg ini " kata Keinxx.Tennka menggeleng dan tersenyum. "Gapapa " balas Tennka. "Ayo..jgn ganggu mereka." Keinxx mempelawa Tennka keluar dahulu.
"Apakah kau penasaran kenapa aku lain dari bawahan nona yg lain " tanya Keinxx. Tennka kaget karna itu yg dipikirannya. "Maaf buat mu kaget. Aku pembaca pikiran dan penyembuhan sahaja. Bertempur atau pengintai bukan dlm kemampuanku " jwb Keinxx nada tegas dan lembut.
"Karna semua bawahan nona memiliki sikap yg hampir sama iaitu membunuh. Kecuali aku...aku pada mulanya hanya budak elf yg lemah selalu ditindas karna aku setengah manusia " Keinxx duduk di kerusi ruangannya. Tennka mendiamkan diri dan membiarkan Keinxx menceritakan.
" Karna kau telah menjadi salah satu bawahan nona ..kau perlu berhati hati sama dua org bawahannya. Chucky-senpai sama Asmeodus-senpai. Mereka berdua paling lama sama nona dan paling akrab.Dan juga mereka berdua benci amat sama ras manusia." pesan Keinxx.
__ADS_1
"Mengapa kau memberiku informasi ini " tanya Tennka. "Karna ayahku ialah manusia ." jwb Keinxx dengan tenang. "Oh ya pria tadi sepertinya koma.Erm siapa dia " tanya Tennka sangat pernasaran.
"Maksud mu Tuan Vannes. Kekasih nona ...." Mata Keinxx berkaca kaca seperti mengingat masa lalu. "Maaf membuatmu sedih" kata Tennka.
Keinxx hanya menggeleng. "Oh ya sementara kutukan dalam dirimu sedang berevolusi,apa kata kau bekerja denganku dahulu. Karna tubuh mu memerlukan sumber daya disini. " kata Keinxx.
"Bisa aku jalan jalan sekitar disini .Soalnya aku ngga betah di kasur mulu " tanya Tennka. "Bisa..kok tapi jika ingin kembali kesini hanya perlu mengomong Klinik Putih. " pesan Keinxx.Tennka hanya menggangguk lalu pamit.Setelah Tennka keluar,"Senpai ..." BingBing muncul dari atas.
"Bing kecil..jantungku bisa copot lo" kata Keinxx mengurut dadanya."Hehehe...senpai ialah dokter jadi bisa pulihkan diri bukan " Bing Bing Bing memasang wajah menggemaskan.
"Loh...Bing kecil bukannya perlu ngurusin nyamuk " tanya Keinxx sambil meliat lembaran kerja.'Akhir akhir ini banyak pasein juga ' Keinxx mengeluh kecil. "Udah urusin nyamuk kok..Senpai tadi nyamuk itu mau gigit nona.Jadi Bing Bing memukul nyamuk dan ia masuk ke dalam jurang " terang Bing Bing tersenyum.
"Duh pokoknya Bing kecil bilang sama nona.Jgn main main sama nyamuk loh.Bisa terkena penyakit " balas Keinxx. "Baik senpai..." jwb Bing Bing dengan ceria. Keinxx hanya tersenyum dengan tindakan Bing Bing.
.
.
Dia tiba di satu danau yg luas banget.
Angin menghebus rambutnya membuatkan perasaannya lebih tenang.
"Nak,apa kau merasa tenang di danau ini " tanya seseorang yg menyapanya dari belakang.Tennka menoleh ke arah pemilik suara tersebut.Wanita memikul sebakul yg mempunyai tanaman aneh.Kayak dewi nih..
Tennka kaget karna di hutan ini ada pemilik sekaligus penghuni. "Nak ,apakah Yunn yg mengizinkan mu tinggal disini " tanya wanita itu. "I-iya ,bi " tergagap Tennka membalasnya. "Ayo ke gubuk bibi..kita mengobrol disana " pelawa si wanita itu.Tennka hanya mengikut saja karna dia tidak tahu pengen kemana. Tidak jauh dari mereka ada gubuk kecil bersih dan kemas."Nak ayo masuk " pelawa wanita itu.
Di dlm gubuk itu ada banyak tanaman obat obatan yg disusun rapi.Ada pelbagai botol obat dilabel. Wanita itu meletakkan bakul diatas meja. "Maaf ya karna gubuk ini kecil aja.Yunn membina gubuk ini untuk bibi " Wanita tersenyum sambil meminta maaf. "Ngga papa kok bi..." jwb Tennka. Tennka meliat penampilan wanita itu ras manusia. Karna tiada bentuk aneh di badannya.
"Nak ,kau dari Klinik Putih ya..." Wanita menyediakan teh kepada Tennka. "Iya bi...Eh ngga usah repot,bi " kata Tennka. "Ngga usah sungkan...lagipula hutan ini hanya ada gubuk dan klinik putih aja .Dokter Keinxx dan bibi sahaja tinggal disini .Dokter Keinxx selalu sibuk sama paseinnya" wanita memberikan cangkir teh pada Tennka. Tennka menyambutnya dengan baik.
"Terima kasih Bi..." kata Tennka setelah diberikan cangkir teh itu. wanita tersenyum manis.. "Bi...mengapa bibi tinggal disini " tanya Tennka. "Yunn menempatkan bibi disini..untuk menolong dokter Keinxx " jwb wanita itu dengan lembut."Ooo " jwb Tennka tanda ngerti.
__ADS_1
BERSAMBUNG
.
.
.
.
.
halo halo...maaf ya ngga seru banget...
Harap kalian menyukainya yah...
Forest Dimension (ilustrasi.Authornya ambil gambar dari google:3...imajinasi aja )
Keinxx
Wanita misteri ?????
__ADS_1